Mengenal Perilaku Hoarding, Si Penyimpan Barang Bekas yang Tak Pernah Sadar Kekacauannya
ilustrasi hoarding dissorder./ Maryland Anxiety Center
01:12
30 April 2024

Mengenal Perilaku Hoarding, Si Penyimpan Barang Bekas yang Tak Pernah Sadar Kekacauannya

Bagi sebagian orang, menyimpan barang bekas menjadi sebuah kebiasaan. Namun hati-hati, jika berlebihan jangan-jangan ini adalah perilaku hoarding.

Orang dengan perilaku hoarding adalah mereka yang memiliki kesulitan untuk menyingkirkan atau berpisah dengan barang-barang. Ia selalu memiliki keinginan untuk menyimpan barang tersebut.

Upaya untuk berpisah dengan barang-barang tersebut menimbulkan tekanan yang cukup besar pada pelaku hoarding. Pada akhirnya, ia kembali menyimpan barang tersebut.

Sebuah penelitian dari American Psychiatric Association menyimpulkan bahwa keputusan untuk kembali menyimpan barang akan menimbulkan kekacauan yang mengganggu hidupnya.

Mengenal Si Penimbun Barang

Perilaku menimbun tidak sama dengan mengoleksi. Kolektor biasanya mendapatkan barang secara terorganisir, disengaja, dan ditargetkan.

Setelah diperoleh, barang-barang tersebut tidak lagi digunakan secara normal, tetapi diatur, dikagumi, dan dipamerkan kepada orang lain.

Sementara itu, seorang penimbun akan mengakuisisi barang yang bersifat impulsif. Mereka menyimpan barang tanpa perencanaan.

Benda-benda yang diperoleh pun tidak memiliki tema yang konsisten. Hal ini berbeda dengan kolektor yang fokus pada barang tertentu.

Menurut situs psychiatry.org, gangguan menimbun dapat menyebabkan masalah dalam hubungan, aktivitas sosial, pekerjaan, kesehatan dan fungsi penting lainnya.

Seorang dengan perilaku ini juga dapat menyebabkan konflik keluarga, kesepian, keengganan orang lain untuk masuk ke rumah dan ketidakmampuan untuk melakukan tugas sehari-hari.

Hal yang Mengarah pada Hoarding

Sebaiknya tidak juga terlalu terburu-buru menilai seorang penyimpan banyak barang sebagai pelaku hoarding. Beberapa penilaian berikut bisa menjadi gejala awal:

  1. Sangat Sulit Berpisah dengan Barang

Seseorang dengan gangguan hoarding akan sangat sulit berpisah dengan barang-barang yang dimiliki. Kesulitan ini sama sekali tidak terkait dengan nilai barang.

Pelaku hoarding bahkan menyimpan baju yang sudah tidak bisa lagi dipakai atau barang bekas lainnya. Namun, ia tetap tidak sanggup untuk membuang, mendaur ulang atau mendonasikan.

  1. Penataan Ruangan Rumah yang Kacau

Dapat dibayangkan sebuah rumah dengan barang yang terlalu banyak, tentu akan memenuhi setiap sudut ruangan.

Kekacauan yang timbul karena jumlah barang yang dimiliki, membuat pelaku menjadi sulit menggunakan ruangan apalagi menatanya.

  1. Peran Individu yang Terganggu

Kekacauan di rumah akan mempengaruhi perilakunya secara sosial. Pelaku hoarding akan terganggu dalam fungsinya sehari-hari.

Gejala ini juga akan terlihat ketika pelaku hoarding terganggu dalam sekolah, pekerjaan, atau kehidupan sosial atau keluarga.

Secara khusus, perilaku menimbun hewan juga bisa terlihat terganggu dalam masalah kesehatannya secara spesifik.

Hewan-hewan tersebut mungkin dipelihara di tempat yang tidak layak, sehingga berpotensi menciptakan kondisi yang tidak sehat.

Banyak orang dengan gangguan penimbunan juga mengalami gangguan mental lainnya, termasuk depresi, gangguan kecemasan, atau gangguan penggunaan alkohol.

Upaya Pengobatan

Perilaku menimbun semakin lama bisa menjadi kronis. Maka, diagnosis dan pengobatan dini sangat penting untuk meningkatkan hasil.

Perawatan dapat membantu pelaku hoarding untuk mengurangi penyimpanan dan kekacauan yang ditimbulkan, serta menjalani hidup yang lebih aman dan menyenangkan.

Terapi bisa diterapkan agar individu secara bertahap belajar untuk membuang barang-barang yang tidak perlu tanpa merasa tertekan.

Mereka juga belajar untuk meningkatkan keterampilan seperti berorganisasi, pengambilan keputusan dan relaksasi.

Mengenai pengobatan dengan obat-obatan, penelitian tentang psikofarmakologi gangguan penimbunan masih sangat sedikit.

Jika ada seseorang yang Anda kenal mengalami gejala-gejala gangguan hoarding, sebaiknya segera bantu dengan menghubungi dokter atau ahli kesehatan mental.

Editor: Hanny Suwindari

Tag:  #mengenal #perilaku #hoarding #penyimpan #barang #bekas #yang #pernah #sadar #kekacauannya

KOMENTAR