PT KAI Dibilang Bikin Malu Gibran Gegara Syarat IPK Rekrutmen, Netizen: Bukan Kelasnya Wapres
Calon wakil presiden Gibran Rakabuming Raka. (Suara.com/Ari Welianto)
14:57
23 April 2024

PT KAI Dibilang Bikin Malu Gibran Gegara Syarat IPK Rekrutmen, Netizen: Bukan Kelasnya Wapres

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI belakangan menuai sorotan usai mengumumkan membuka rekrutmen KAI program Management Trainee 2024 untuk lulusan S1.

Pengumuman rekrutmen itu menjadi sorotan karena persyaratan yang dianggap terlalu tinggi. PT KAI mensyaratkan kandidat pelamar harus memiliki ijazah S1 dari kampus terakreditasi A dengan IPK 3,5 dari skala 4,0.

Syarat lain ialah memiliki kemampuan berbahasa Inggris atau TOEFL dengan skor 500. Atas persyaratan yang diajukan, KAI mendapat banyak protes dari netizen.

Namun bukan hanya KAI, cawapres terpilih Gibran Rakabuming Raka juga ikut kena senggol. Netizen menyebut sekelas bahkan sekelas Gibran tak bakal masuk kualifikasi rekrutmen KAI.

Cawapres Gibran Rakabuming Raka. [Suara.com/Ari Welianto]Cawapres Gibran Rakabuming Raka. [Suara.com/Ari Welianto]

"Wapres aja 2.3, ngapain matok tinggi2? Ntar makelar IPK pasti bermunculan di wakanda," komentar warganet di media sosial X.

"Gibran aja yang IPK 2,3 bisa jadi cawapres kok," imbuh warganet lain. 

"Mohon maaf bukan kelasnya Gibran," tambah lainnya. 

"Lebih gampang nyawapres berarti syaratnya,"tulis warganet di kolom komentar. 

"Ini mah sangat memalukan si Gibran atuh yg ipknya 2.3,  mending jadi wapres aja," timpal lainnya. 

Diketahui sebelumnya sebuah cuitan di media sosial viral menyebutkan IPK Gibran di Singapura setara dengan 2,3 di Indonesia. Cuitan sebuah akun X itu kemudian ditanggapi santai Gibran.

"Apa dia tahu nilai-nilainya? dia punya ijazah saya? 2,3?" ujar Gibran pada wartawan.

Editor: Farah Nabilla

Tag:  #dibilang #bikin #malu #gibran #gegara #syarat #rekrutmen #netizen #bukan #kelasnya #wapres

KOMENTAR