Pengasuhan Koala Makin Digemari : 6 Alasan Psikologis Anak Tumbuh Lebih Aman
– Dalam beberapa tahun terakhir istilah pengasuhan koala semakin sering muncul di kalangan orang tua muda. Pola asuh ini merujuk pada pendekatan hangat, responsif dan penuh kelekatan sebagaimana hal ini mirip anak koala yang merasa aman saat berada dekat induknya.
Di tengah dunia yang serba cepat dan penuh distraksi, banyak orang tua mulai menyadari bahwa kedekatan emosional justru menjadi fondasi utama tumbuh kembang anak.
Ini bukan tentang memanjakan atau terlalu melindungi namun ini tentang memberikan jaminan yang stabil, kehangatan dan ruang aman untuk tumbuh. Orang tua koala sering memprioritaskan momen-momen kebersamaan mulai dari memeluk, mendengarkan, menenangkan dan hadir dengan cara-cara kecil namun bermakna.
Lantas apa saja alasan utama pengasuhan koala makin digemari di era saat ini?
Dilansir dari laman Marriage, Minggu (8/2) berikut beberapa alasan psikologis pengasuhan koala banyak diminati para orang tua baru :
- Mendorong keterikatan yang aman
Anak-anak tumbuh dengan baik ketika mereka merasa aman, diperhatikan dan didukung. Pola pengasuhan koala mampu mendorong orang tua untuk mendekap anak-anak mereka baik secara fisik maupun emosional yang membangun fondasi kepercayaan.
Penelitian dalam Attachment and Human Development menunjukkan bahwa keterikatan yang aman berhubungan dengan kemampuan anak membangun relasi sehat di masa dewasa.
Rasa aman ini membantu anak-anak menjelajahi dunia mereka dengan percaya diri. Mereka tahu bahwa mereka dapat kembali ke kenyamanan kapan pun dibutuhkan dan jaminan itu menjadi dasar bagi hubungan yang sehat di kemudian hari.
- Mendorong pengaturan emosi
Dalam pengasuhan koala, emosi anak tidak ditekan tetapi dipandu. Anak-anak diajak mengenali perasaan marah, sedih atau kecewa lalu diajari cara menenangkannya.
Alih-alih menekan atau mengabaikan emosi, anak-anak belajar bahwa tidak apa-apa untuk mengekspresikan diri. Seiring waktu, ini memupuk ketahanan dan empati.
Uniknya lagi, mereka tumbuh dengan mengetahui bahwa perasaan bukanlah sesuatu yang menakutkan melainkan sinyal yang layak mendapat perhatian dan pemahaman.
Studi di Developmental Psychology menemukan bahwa anak dengan pendampingan emosi yang konsisten memiliki kemampuan regulasi emosi lebi baik.
- Memperkuat ikatan antara orang tua dan anak
Pada dasarnya ikatan tidak hanya terjadi melalui tindakan besar. Artinya ikatan ini dibangun melalui banyak momen kecil. Menggenggam tangan, mendengarkan tanpa terburu-buru atau sekadar berada di dekat anak menyampaikan kasih sayang.
Intinya pola pengasuhan koala ini berfokus pada interaksi sehari-hari sehingga menciptakan ikatan yang kuat dan abadi antara orang tua dan anak.
Riset dalam Journal of Family Psychology menunjukkan bahwa ikatan emosional kuat berkaitan dengan kepercayaan dan keterbukaan anak pada orang tua. Hal ini sering terlihat saat anak lebih nyaman bercerita tanpa takut dimarahi.
- Membangun kepercayaan diri pada anak-anak
Anak yang dibesarkan dengan pengasuhan koala merasa dirinya bernilai dan diterima. Hal ini menjadi fondasi kepercayaan diri yang sehat.
Pola pengasuhan koala juga meyakinkan anak-anak bahwa kesalahan tidak menghapus kasih sayang yang akhirnya membantu mereka mengembangkan keberanian dan rasa ingin tahu.
- Mengurangi kecemasan dan stres
Masa anak-anak modern bisa sangat menegangkan , penuh dengan harapan dan perbandingan. Gaya pengasuhan koala ini memprioritaskan kenyamanan yang bisa membantu anak-anak merasa tenang.
Mereka akan mengetahui bahwa emosi akan ditanggapi dengan sabar bukan hukuman.Hal ini tentunya akan mengurangi kecemasan yang tidak perlu.
Lingkungan yang tenang ini membuat mereka untuk fokus pada pembelajaran dan kegembiraan alih-alih kekhawatiran yang terus-menerus.
Studi dalam Journal of Child Psychology and Psychiatry menemukan bahwa kelekatan positif berhubungan dengan tingkat kecemasan yang lebih rendah. Dalam kehidupan sehari-hari, anak lebih jarang menunjukkan ketakutan berlebihan atau penarikan diri.
- Mendukung komunikasi yang sehat
Pengasuhan koala mendorong dialog dua arah bukan komunikasi satu arah. Artinya anak anak merasa didengar bukan sekadar diperintah.
Anak-anak itu meniru apa yang mereka lihat. Ketika orang tua mendengarkan dengan empati, menanggapi dengan lembut dan memvalidasi perasaan, anak-anak belajar berkomunikasi dengan cara yang sama.
Seiring waktu, ini akan membangun keterampilan percakapan yang kuat dan kepercayaan diri untuk berbicara. ***
Tag: #pengasuhan #koala #makin #digemari #alasan #psikologis #anak #tumbuh #lebih #aman