ParagonCorp Gunakan Human Data Point untuk Personalisasi Perawatan Kulit Pengguna
Paragon Beauty Science Tech di Pondok Indah Mall 3, Jakarta Selatan, Kamis (22/1/2026).(KOMPAS.com/DEVI PATTRICIA)
22:05
23 Januari 2026

ParagonCorp Gunakan Human Data Point untuk Personalisasi Perawatan Kulit Pengguna

- ParagonCorp terus mengembangkan pendekatan berbasis data manusia atau human data point sebagai fondasi utama dalam menjawab kebutuhan setiap pengguna secara lebih akurat dan personal. 

Melalui pemanfaatan data yang dikumpulkan dari berbagai titik interaksi, ParagonCorp tidak hanya memahami kondisi kulit pelanggan secara permukaan, tetapi juga menelusuri akar permasalahan hingga faktor pemicunya. 

Pendekatan ini memperlihatkan bagaimana teknologi, riset, dan sentuhan manusia dirangkai menjadi satu ekosistem yang saling menguatkan dalam menghadirkan solusi kecantikan yang relevan.

Group Head Technology Business Accelerator at ParagonCorp, Tessi Fathia menjelaskan, human data point dikumpulkan melalui proses yang panjang dan menyeluruh.

“Proses pengumpulan human data point kami itu dari fundamental data dari research tim R&D, lalu apapun jenis interaksi yang kami dapatkan dari beauty assistant dan pelanggan,” jelas Tessi dalam Media Group Interview Paragon: Defining Beauty Rewired, Where Science, Technology, and Soul Transform Life di Jakarta Selatan, Kamis (22/1/2026),

Human data point berasal dari beragam sumber interaksi

Paragon Beauty Science Tech di Pondok Indah Mall 3, Jakarta Selatan, Kamis (22/1/2026).KOMPAS.com/DEVI PATTRICIA Paragon Beauty Science Tech di Pondok Indah Mall 3, Jakarta Selatan, Kamis (22/1/2026).

Menurut Tessi, pengumpulan human data point tidak hanya berhenti pada data hasil riset atau konsultasi langsung. ParagonCorp juga memanfaatkan interaksi di berbagai kanal digital.

“Kemudian, kami juga berinteraksi dengan teman-teman di media sosial dan dari mereka yang mencoba AI tech experience,” ujarnya.

Berbagai pengalaman berbasis teknologi menjadi pintu masuk baru dalam mendapatkan data yang lebih kaya dan kontekstual. 

Ia mencontohkan, penggunaan teknologi seperti skin analyzer dan virtual talent make up menjadi bagian dari proses tersebut.

Misalnya, skin analyzer atau virtual talent make up memungkinkan perusahaan mendapatkan data points tambahan yang merekam kondisi kulit, preferensi, serta pola kebutuhan pelanggan. 

Setiap interaksi ini membentuk potongan informasi yang kemudian dirangkai menjadi gambaran besar mengenai karakteristik konsumen ParagonCorp.

“Dari data tersebut, kami bisa olah hingga mendapatkan hyper segmented consumer personal yang mendefinisikan permasalahan pelanggan yang beragam,” jelas Tessi.

Melalui pendekatan ini, ParagonCorp tidak lagi melihat pelanggan sebagai kelompok besar yang homogen, melainkan sebagai individu dengan kebutuhan yang sangat spesifik. 

Segmentasi yang sangat detail atau hyper segmented memungkinkan perusahaan menghadirkan solusi yang lebih tepat sasaran dan relevan.

AI mengolah data menjadi rekomendasi yang dipersonalisasi

Group Head Technology Business Accelerator at ParagonCorp, Tessi Fathia dalam Media Group Interview Paragon: Defining Beauty Rewired, Where Science, Technology, and Soul Transform Life, di Jakarta Selatan, Kamis (22/1/2026).KOMPAS.com/DEVI PATTRICIA Group Head Technology Business Accelerator at ParagonCorp, Tessi Fathia dalam Media Group Interview Paragon: Defining Beauty Rewired, Where Science, Technology, and Soul Transform Life, di Jakarta Selatan, Kamis (22/1/2026).

Teknologi kecerdasan buatan berperan penting dalam mengolah human data point menjadi informasi yang bermakna. 

Tessi menjelaskan, setiap data yang dihasilkan dari pengalaman berbasis AI telah melalui proses algoritma yang terstruktur.

“Ketika teman-teman mencoba skin analyzer, data yang keluar itu sudah berdasarkan olahan algoritma dan exercise dari systematic intelligence dengan hasil rekomendasi yang dipersonalisasi juga,” ungkapnya.

Data yang diterima pengguna bukanlah hasil analisis instan, melainkan hasil pemrosesan dari sistem kecerdasan buatan yang dirancang untuk memahami pola dan karakteristik kulit secara komprehensif. 

Sistem ini bekerja dengan menggabungkan berbagai variabel sehingga mampu memberikan rekomendasi yang lebih sesuai dengan kondisi masing-masing individu.

AI menjadi alat yang membantu ParagonCorp membaca kompleksitas data dalam jumlah besar dan mengubahnya menjadi panduan praktis bagi pengguna. 

Namun, esensi dari human data point tetap terletak pada data manusia itu sendiri, yang mencerminkan pengalaman, kebutuhan, serta permasalahan nyata pelanggan.

Pendekatan ini sekaligus menegaskan bahwa teknologi berfungsi sebagai penguat, bukan sebagai pengganti peran manusia. 

Menjawab masalah hingga ke akar permasalahan kulit

EVP & Global Chief Business Officer ParagonCorp, Amalia Sarah Santi, menegaskan, tujuan utama pengumpulan human data point adalah untuk menjawab permasalahan pelanggan secara menyeluruh dan mendalam.

“Kami mengumpulkan human data point untuk menjawab permasalahan kulit dan kebutuhan para pelanggan. Dengan teknologi yang kami miliki juga bisa mengetahui permasalahan sampai ke akar dan faktor pemicunya,” ujar Sarah.

Pendekatan ini bukan hanya menangani gejala permukaan menjadi memahami sebab utama dari permasalahan kulit. 

Sarah menegaskan, solusi yang dihadirkan ParagonCorp tidak berhenti pada tampilan luar.

“Jadi, bukan hanya masalah permukaan kulit saja, tetapi benar-benar dipecahkan sampai masalah utama di dasar kulitnya. Hal ini yang membantu kami memberikan solusi yang lebih akurat,” lanjutnya.

Dengan pemahaman yang lebih dalam ini, ParagonCorp mampu merancang produk dan layanan yang lebih sesuai dengan kondisi riil pengguna. 

Data menjadi jembatan antara kebutuhan individu dan inovasi yang dikembangkan perusahaan.

Kedalaman data menjadi fondasi inovasi produk

EVP & Global Chief Business Officer ParagonCorp, Amalia Sarah Santi dalam acara Paragon Beauty Science di Pondok Indah Mall 3, Jakarta Selatan, Kamis (22/1/2026).KOMPAS.com/DEVI PATTRICIA EVP & Global Chief Business Officer ParagonCorp, Amalia Sarah Santi dalam acara Paragon Beauty Science di Pondok Indah Mall 3, Jakarta Selatan, Kamis (22/1/2026).

Sarah juga menekankan, kekuatan inovasi ParagonCorp terletak pada kedalaman data yang dimiliki.

“Efektivitas dari inovasi yang kami buat berasal dari kedalaman data points yang kami miliki. Setiap orang punya permasalahan dan tipe kulit yang berbeda, sehingga produk yang disarankan juga tidak bisa sama,” jelasnya.

Personalisasi bukan sekadar strategi pemasaran, tetapi menjadi inti dari pengembangan produk. 

Setiap rekomendasi dan formulasi produk berangkat dari pemahaman bahwa tidak ada satu solusi yang bisa berlaku untuk semua orang.

Lebih jauh, human data point juga menjadi panduan penting bagi tim riset dan pengembangan.

“Dari data yang kami miliki itu bisa menjadi acuan tim R&D dalam membuat inovasi yang bisa menjawab kebutuhan banyak pengguna,” ujar Sarah.

Dengan demikian, data tidak hanya bermanfaat dalam konteks layanan langsung kepada pelanggan, tetapi juga menjadi fondasi dalam menciptakan inovasi jangka panjang. 

Tim Research & Development juga dapat merancang produk yang lebih relevan karena didukung oleh pemahaman mendalam tentang variasi kebutuhan dan karakteristik kulit masyarakat.

Tag:  #paragoncorp #gunakan #human #data #point #untuk #personalisasi #perawatan #kulit #pengguna

KOMENTAR