5 Langkah Melindungi Diri dari Hubungan Pemicu Stres Emosional
- Pada titik tertentu, kita harus mengadapi momen ketika stres menuntut perhatian lebih, terutama saat sumbernya bukan sekadar situasi, melainkan orang-orang di sekitar kita.
Berhadapan dengan sosok yang kerap membawa energi negatif atau toksik, entah di kantor, lingkar pertemanan, atau bahkan keluarga, bisa menjadi ujian tersendiri.
“Mempelajari cara mengelola orang-orang yang menimbulkan stres merupakan salah satu hal terpenting yang dapat dilakukan demi kesehatan mental,” tulis Mark Stibich, PhD, pendiri sekaligus Chief Scientific Officer Xenex Healthcare Services, dalam artikelnya di Verywell Mind.
Terlepas dari apakah perilaku mereka terasa menjengkelkan, menyakitkan, atau sekadar dipenuhi aura negatif, menghadapi mereka adalah realitas yang tak selalu bisa dihindari.
Namun satu hal yang perlu diingat, paparan stres emosional yang terus-menerus bukan sesuatu yang sepele. Jika dibiarkan, dampaknya bisa merambat ke kesehatan mental dan fisik.
Belajar mengelola interaksi dengan orang-orang pemicu stres bukan soal menjauh sepenuhnya, melainkan tentang menjaga batas dan merawat diri sendiri.
Cara menghadapi orang-orang yang memicu stres
1. Bersikap proaktif
Jika sebelumnya pernah berhadapan dengan seseorang yang memubatmu stres, kemungkinan besar kamu sudah memiliki gambaran tentang apa yang akan terjadi saat bertemu kembali.
Ilustrasi stres.
Bahkan, kamu mungkin bisa memprediksi perilaku mereka dengan cukup akurat. Pengetahuan tentang pola perilaku masa lalu ini dapat dimanfaatkan untuk menentukan bagaimana kamu akan bersikap.
Bersikaplah proaktif terhadap responsmu. Tentukan sejak awal bagaimana kamu ingin menghadapi situasi tersebut, dan berpeganglah pada rencana itu.
"Mengambil keputusan seperti ini sering kali lebih membantu dibandingkan larut dalam rasa takut atau pikiran negatif sebelum bertemu. Bahkan, memiliki rencana bisa membuat tingkat stres menurun karena kamu tahu apa yang akan dilakukan," jelas Stibich.
2. Kendalikan reaksi
"Ada kalanya membiarkan sesuatu berlalu begitu saja atau tidak memasukkannya ke hati justru menjadi kekuatan pribadi yang melindungi diri," tutur Stibich.
Jika tindakan atau ucapan seseorang membuatmu kesal, berhentilah sejenak dan tanyakan pada diri sendiri, “Mengapa saya peduli?”
Dengan begitu, kamu mungkin menyadari bahwa sebenarnya hal tersebut tidak terlalu penting, setidaknya jika dilihat dari gambaran besar dalam hidupmu.
"Kamu tidak bisa mengubah atau mengendalikan orang lain. Satu-satunya hal yang bisa dikendalikan adalah caramu bereaksi terhadap mereka," lanjut Stibich.
Mengambil alih kendali atas respons diri memberim kekuatan untuk melindungi diri sendiri. Dalam beberapa situasi, sikap ini bahkan dapat “melucuti” kekuatan orang lain.
Ilustrasi stres.
3. Menjaga jarak emosional
Orang-orang yang membuat stres sering mencoba "menarikmu" ke dalam pusaran emosi mereka. Saat mereka marah, kamu ikut marah, lalu pertengkaran pun terjadi.
Saat mereka sedih, kamu ikut larut hingga sama-sama menangis.
"Hanya karena mereka menawarkan 'kursi' di bus emosi mereka, bukan berarti kamu harus naik. Kamu bisa mendengarkan dan berkomunikasi secara suportif, tanpa membiarkan mereka memicu emosi negatif yang tidak perlu," ucap Stibich.
4. Kenali kebutuhan dan tujuan
Jika kamu akan bertemu dengan orang yang membuatmu stres, pastikan sejak awal kamu tahu apa yang dibutuhkan dari interaksi tersebut, atau apa tujuanmu.
Pegang tujuan itu sepanjang percakapan berlangsung. Jadikan sebagai "jangkar" agar tetap stabil di tengah emosi yang naik turun, atau sebagai kompas untuk mengarahkan kembali pembicaraan ke tujuan awal.
Jika pada akhirnya kebutuhanmu tidak terpenuhi, setidaknya kamu telah belajar cara berinteraksi tanpa merasa kewalahan.
5. Jangan terpaku dengan apa yang sudah terjadi
Setelah selesai berinteraksi dengan orang yang membuatmu stres, kamu mungkin tergoda untuk terus memikirkan dan “menganalisis ulang” apa yang terjadi.
"Meski godaan itu besar, cobalah untuk tidak berlarut-larut. Jika situasinya berjalan buruk, cari pelajaran yang bisa diambil atau dipilih untuk melanjutkan hidup," kata Stibich.
"Jika dipikirkan kembali, besar kemungkinan orang yang membuatmu stres tersebut sama sekali tidak memikirkanmu atau interaksi yang baru saja terjadi. Bahkan, bisa jadi mereka sudah mengalihkan 'bus emosi' mereka kepada orang lain," lanjut dia.
Tag: #langkah #melindungi #diri #dari #hubungan #pemicu #stres #emosional