3 Tips Hidup Sehat ala Irfan Prasatya, Pelari Maraton Usia 60 Tahun
Irfan Prasatya (60) yang masih aktif berolahraga lari, bahkan sampai menjual kendaraan pribadi supaya bisa berjalan kaki sambil memanfaatkan transportasi umum.(dok. pribadi)
12:05
22 Januari 2026

3 Tips Hidup Sehat ala Irfan Prasatya, Pelari Maraton Usia 60 Tahun

- Menjalani gaya hidup sehat tidak selalu harus dimulai dengan target besar atau perubahan ekstrem. Irfan Prasatya,  pelari maraton berusia 60 tahun adalah contoh nyata.  Ia berhasil menjalani gaya hidup sehat demi terbebas dari nyeri saraf kejepit yang sempat membuatnya sulit jalan saat berusia 46 tahun.

Menurut dia, gaya hidup sehat bisa dibangun lewat kebiasaan sehari-hari yang konsisten dan realistis. Berikut tipsnya, Kamis (22/1/2026).

Tips memulai gaya hidup sehat

1. Manfaatkan aktivitas harian sebagai sarana untuk bergerak

Memulai gaya hidup aktif bisa dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti memilih transportasi umum untuk aktivitas harian. Cara ini mendorong tubuh tetap bergerak karena kita perlu berjalan kaki menuju halte atau stasiun.

Hal tersebut dilakukan Irfan, yang menganggap jalan kaki di Jakarta sebagai bagian dari olahraga ringan. Naik turun tangga halte Transjakarta atau stasiun MRT ia manfaatkan untuk melatih otot kaki.

“Di Jakarta kan jalan kaki lumayan. Naik turun tangga halte Transjakarta, MRT. Itu saya anggap sebagai latihan,” ujar Irfan, Selasa (20/1/2026).

Komitmen ini membawanya pada keputusan besar sejak 2020: hidup tanpa kendaraan pribadi. Hingga kini, ia sepenuhnya mengandalkan transportasi umum.

Irfan pun mengajak masyarakat perlahan melepas ketergantungan pada kendaraan pribadi. Menurutnya, di kota besar transportasi umum sudah memadai, tinggal kemauan untuk berjalan kaki ke halte atau stasiun.

“Kemelekatan ini yang saya dan istri saya lepaskan. Kalau tidak, susah untuk bergaya hidup seperti kami,” tutupnya.

Irfan Prasatya (60) bersama sang istri (58) yang masih aktif berolahraga lari, bahkan sampai menjual kendaraan pribadi supaya bisa berjalan kaki sambil memanfaatkan transportasi umum.dok. pribadi Irfan Prasatya (60) bersama sang istri (58) yang masih aktif berolahraga lari, bahkan sampai menjual kendaraan pribadi supaya bisa berjalan kaki sambil memanfaatkan transportasi umum.

Dalam aktivitas sehari-hari, Irfan juga mengadopsi gaya hidup aktif.  Misalnya saja memilih tempat yang sedikit lebih jauh untuk membeli makan siang di kantor, sehingga jumlah langkah kakinya bertambah.  Ia juga menyarankan untuk memilih naik tangga ketimbang pakai lift.

2. Berpuasa

Berpuasa secara rutin juga dijalani Irfan, termasuk menerapkan intermittent fasting (IF). Pola makan ini tidak menekankan pada jenis makanan yang boleh dikonsumsi, tetapi berapa lama seseorang boleh makan dalam sehari. Pada jendela makan, asupan makanan tetap harus dijaga agar tidak berlebihan.

“Kita enggak makan (sepanjang waktu berpuasa), tapi boleh minum yang enggak ada kalorinya (air putih),” tutur Irfan.

Ia pun berhasil menurunkan bobot tubuhnya lewat diet puasa. Seiring dengan bobotnya yang makin turun, keluhan nyeri akibat saraf kejepit pun berkurang.

"Karena saya pengin ikut race, tapi berat badan saya waktu itu lumayan berat. Gimana nih caranya untuk bisa ideal? Akhirnya saya melakukan intermittent fasting. Alhamdulillah itu tiga bulan waktu itu, saya turun dari 89 ke 72 kilogram,” ungkap dia.

Irfan Prasatya (60) yang masih aktif berolahraga lari, bahkan sampai menjual kendaraan pribadi supaya bisa berjalan kaki sambil memanfaatkan transportasi umum.dok. pribadi Irfan Prasatya (60) yang masih aktif berolahraga lari, bahkan sampai menjual kendaraan pribadi supaya bisa berjalan kaki sambil memanfaatkan transportasi umum.

3. Ubah pola pikir dari “Aduh!” jadi “Asyik”

Hal terpenting menurut Irfan adalah mengubah pola pikir “aduh!” menjadi “asyik!” ketika melihat sesuatu yang dapat membuat kita malas bergerak.

“Semuanya dibawa asyik saja, itu prinsip yang saya ciptakan sendiri. Orang Indonesia itu kebanyak ngomong ‘aduh’. ‘Aduh ada tangga, aduh jauh, aduh panas’,” tutur Irfan.

“Kalau saya asyik. Asyik naik tangga, alhamdulillah otot-otot kak saya jadi lebih kuat, kalori terbakar jadi lebih banyak, asyik kena matahari dapat vitamin D, asyik saya sehat,” lanjut dia.

Kini, di usia 60 tahun, Irfan masih rutin berlatih lari dan berjalan kaki. Istrinya yang berusia 58 tahun juga menerapkan gaya hidup yang sama dengan Irfan. Saat ini, Irfan tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti Sydney Marathon, salah satu ajang lari bergengsi dunia.

Tag:  #tips #hidup #sehat #irfan #prasatya #pelari #maraton #usia #tahun

KOMENTAR