5 Hal yang Bikin Kepribadian Lebih Karismatik
Ilustrasi wanita karier.(PEXELS/LOS MUERTOS CREW)
18:35
20 Januari 2026

5 Hal yang Bikin Kepribadian Lebih Karismatik

– Karisma sering dianggap sebagai bakat alami yang hanya dimiliki segelintir orang. 

Padahal, para ahli menegaskan bahwa karisma bukan sesuatu yang misterius atau bawaan lahir semata, melainkan keterampilan sosial yang bisa dilatih dan dikembangkan.

Seorang ahli strategi bisnis, pelatih CEO, dan konsultan eksekutif asal Kanada, Henryk Krajewski, PhD menyebut, karisma adalah kemampuan untuk terhubung dengan orang lain secara tulus. 

“Karisma bukanlah sesuatu yang sulit dipahami, dan bukan pula sihir. Karisma adalah tentang kemampuan untuk terhubung dengan orang lain, dan orang-orang akan terinspirasi ketika mereka dapat mengidentifikasi diri dengan kamu,” ujarnya, seperti dikutip Best Life, Selasa (20/1/2026).

Siapa pun bisa menjadi pribadi yang lebih karismatik, selama mau belajar membangun koneksi emosional yang jujur dan autentik. 

Berikut sejumlah hal yang terbukti membuat seseorang terlihat lebih karismatik di mata orang lain.

5 hal yang bikin kamu lebih karismatik 

1. Berani menunjukkan kerentanan diri

Salah satu ciri orang karismatik adalah keberanian untuk tampil apa adanya, termasuk mengakui ketakutan, kelelahan, atau kegagalan. Sikap ini justru membuat seseorang tampak lebih manusiawi dan mudah dipercaya.

“Banyak bukti menunjukkan bahwa kerentanan meningkatkan persepsi kepercayaan, rasa aman, dan integritas moral,” kata Krajewski. Menurutnya, ketika seseorang mau berbagi cerita tentang kegagalan atau kesulitan, ia sedang membangun ruang aman bagi orang lain untuk melakukan hal yang sama.

Dalam konteks kepemimpinan, sikap ini bahkan dapat menciptakan ikatan emosional yang kuat. Orang tidak hanya melihat kompetensi, tetapi juga keberanian dan kejujuran yang memunculkan daya tarik personal.

Ilustrasi wawancara kerja, interview kerja.PEXELS/THIRDMAN Ilustrasi wawancara kerja, interview kerja.

2. Jujur dan autentik dalam bersikap

Kejujuran dan keaslian sikap menjadi fondasi utama karisma. Profesor psikologi kepemimpinan dari Claremont McKenna College, Ronald Riggio, PhD mengatakan, karisma bukanlah topeng yang bisa dipakai sesuka hati.

“Karisma adalah seperangkat keterampilan. Seseorang yang karismatik benar-benar menyukai dan memiliki rasa ingin tahu terhadap orang lain,” ujar Riggio. 

Menurutnya, ketertarikan yang tulus pada orang lain sulit dipalsukan karena melibatkan empati dan sensitivitas emosional.

Ketika seseorang hadir dengan kejujuran emosional, orang lain akan merasakan koneksi yang lebih dalam. Dari situlah karisma tumbuh secara alami.

3. Tidak takut menunjukkan kekurangan

Orang karismatik tidak berusaha tampil sempurna. Justru, mereka berani memperlihatkan sisi tidak sempurnanya.

Individu yang karismatik tidak takut untuk terbuka dan menunjukkan kekurangan mereka.

Berbagai studi menunjukkan manusia cenderung lebih tertarik pada sosok yang memiliki kekurangan dibanding mereka yang tampak tanpa cela.

Sikap ini menciptakan kesan rendah hati dan mudah didekati. Ketika seseorang mengakui bahwa dirinya juga masih belajar dan berkembang, ia akan tampak lebih hangat dan relatable.

4. Bijak dalam menerima pujian dan menyikapi kesalahan

Cara seseorang merespons pujian dan kritik juga memengaruhi karismanya. Individu karismatik cenderung tidak mengklaim semua keberhasilan untuk diri sendiri. 

Mereka justru mengalihkan pujian kepada orang lain dan mengakui kontribusi tim. Sebaliknya, ketika terjadi kesalahan, mereka tidak lari dari tanggung jawab. 

Mereka mengakui kekeliruan, memperbaikinya, lalu belajar agar hal serupa tidak terulang. Sikap inilah yang membuat orang lain merasa dihargai dan aman secara emosional.

5. Menjadi pribadi yang apa adanya

Pada akhirnya, karisma lahir dari keberanian untuk menjadi diri sendiri, bukan berpura-pura demi dikagumi orang lain.

“Orang-orang tidak menginginkan pemimpin mereka tanpa cela. Mereka membutuhkan kamu untuk memiliki hati yang baik, dan kemampuan untuk menunjukkannya,” jelas Krajewski.

Orang cenderung lebih terhubung dengan individu yang jujur terhadap perasaannya, tidak berpura-pura kuat sepanjang waktu, dan mampu menunjukkan empati. Dari sinilah daya tarik personal terbentuk secara alami.

Karisma bukan tentang menjadi sosok paling sempurna, paling pintar, atau paling dominan. 

Karisma adalah tentang keberanian menunjukkan sisi manusiawi, mendengarkan dengan tulus, dan hadir secara autentik dalam setiap interaksi.

Dengan membangun kebiasaan ini, siapa pun bisa terlihat lebih karismatik tanpa harus mengubah kepribadian secara drastis.

Tag:  #yang #bikin #kepribadian #lebih #karismatik

KOMENTAR