Child Grooming Sering Dimulai dari Beri Perhatian, Ini Pola Pelaku
Ilustrasi anak. Para ahli menjelaskan bagaimana kedekatan yang tampak aman bisa menjadi pintu masuk manipulasi terhadap anak.(Freepik/jcomp)
20:05
16 Januari 2026

Child Grooming Sering Dimulai dari Beri Perhatian, Ini Pola Pelaku

Child grooming kerap bermula dari perhatian dan kedekatan yang tampak wajar, padahal dibangun melalui pola tertentu untuk membuat anak bergantung dan mudah dimanipulasi.

Para ahli menegaskan bahwa memahami pola child grooming dan jenis hubungan yang berisiko menjadi langkah penting agar orangtua dapat melindungi anak sejak dini tanpa menimbulkan ketakutan berlebihan.

Pola child grooming yang sering terjadi

Jurnal Child Abuse & Neglect menjelaskan bahwa grooming merupakan proses bertahap yang dirancang untuk membangun kepercayaan sebelum pelaku mendorong batas yang tidak pantas.

Dalam praktiknya, sejumlah pola yang sering muncul meliputi perhatian khusus pada satu anak, pujian berulang, dan dukungan emosional yang membuat anak merasa “istimewa”.

Pelaku juga kerap memosisikan diri sebagai tempat curhat utama, lalu mengarahkan interaksi ke situasi satu lawan satu, baik secara langsung maupun daring.

Seiring waktu, anak diajak menyimpan rahasia kecil dari orangtua, sehingga hubungan terasa aman sekaligus tertutup.

Apakah child grooming selalu soal perbedaan usia?

Ilustrasi anak. Para ahli menjelaskan bagaimana kedekatan yang tampak aman bisa menjadi pintu masuk manipulasi terhadap anak.Freepik Ilustrasi anak. Para ahli menjelaskan bagaimana kedekatan yang tampak aman bisa menjadi pintu masuk manipulasi terhadap anak.

Dikutip dari Cleveland Clinic, grooming tidak selalu ditentukan oleh selisih usia yang jauh.

Meski banyak kasus melibatkan orang dewasa dan anak, grooming juga dapat terjadi ketika ada ketimpangan kuasa, pengalaman, atau pengaruh.

Pelaku bisa berperan sebagai guru, pelatih, mentor, atau figur yang dianggap berwibawa oleh anak.

Dalam konteks daring, grooming juga bisa dilakukan oleh orang yang berpura-pura sebaya, tetapi memiliki niat tersembunyi.

Artinya, yang perlu diwaspadai bukan hanya usia, melainkan pola relasi dan cara seseorang membangun kendali atas anak.

Hubungan seperti apa yang perlu diwaspadai?

Para ahli menyebut hubungan berisiko grooming biasanya memiliki ciri eksklusif dan tertutup.

Anak sering diminta merahasiakan komunikasi atau pertemuan, sementara peran orangtua dan teman secara perlahan direndahkan.

Perhatian dan hadiah diberikan dengan syarat emosional, sehingga anak menjadi semakin bergantung pada satu orang tertentu.

Sebaliknya, relasi yang sehat bersifat terbuka, transparan, dan tidak mengisolasi anak dari lingkungan sekitarnya.

Mengajarkan anak agar tidak mudah tertipu bujuk rayu

Pencegahan grooming tidak cukup dengan larangan, tetapi perlu membangun kemampuan anak mengenali situasi yang tidak sehat.

Orangtua dapat mengajarkan bahwa anak berhak merasa tidak nyaman dan boleh berkata tidak tanpa rasa bersalah.

Anak juga perlu memahami bahwa tidak semua orang yang baik dan perhatian dapat dipercaya sepenuhnya.

Rahasia yang membuat anak bingung atau takut perlu diceritakan kepada orang dewasa tepercaya. Hadiah atau janji tidak boleh menjadi alasan untuk menuruti permintaan orang lain.

Orangtua perlu menegaskan bahwa rumah adalah tempat aman untuk bercerita tanpa dimarahi atau disalahkan.

Peran orangtua lebih dari sekadar pengawasan

GoodRX dan Cleveland Clinic menekankan bahwa komunikasi terbuka lebih efektif dibanding pengawasan ketat yang membuat anak takut.

Anak yang merasa didengar dan dipercaya cenderung lebih berani berbagi ketika menghadapi situasi yang membingungkan.

Mengenal lingkungan pergaulan anak, baik di dunia nyata maupun digital, perlu dilakukan tanpa nada menginterogasi.

Child grooming bekerja lewat kepercayaan, sehingga pencegahan terbaik dimulai dari relasi yang sehat antara orangtua dan anak.

Memahami pola grooming dan membekali anak dengan kemampuan berpikir kritis menjadi langkah penting agar bujuk rayu tidak berubah menjadi jebakan.

Tag:  #child #grooming #sering #dimulai #dari #beri #perhatian #pola #pelaku

KOMENTAR