Gangguan Otot dan Sendi, Keluhan Orang Modern yang Kebanyakan Duduk
Ilustrasi(FREEPIK)
09:55
16 Januari 2026

Gangguan Otot dan Sendi, Keluhan Orang Modern yang Kebanyakan Duduk

Gaya hidup modern yang semakin banyak dihabiskan dengan duduk dan menatap layar membuat gangguan otot dan sendi semakin sering terjadi, bahkan pada kelompok usia produktif.

Nyeri punggung, leher, bahu, hingga lutut kini tidak lagi identik dengan usia lanjut, tetapi juga dialami pekerja kantoran, pekerja kreatif, dan mereka yang menghabiskan banyak waktu di depan gawai.

Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai gangguan muskuloskeletal, yaitu masalah pada otot, sendi, dan jaringan penunjangnya. 

Kurangnya aktivitas fisik juga berdampak pada menurunnya kekuatan dan kelenturan otot. Akibatnya, tubuh menjadi lebih mudah mengalami nyeri dan cedera, bahkan saat melakukan aktivitas sederhana.

Jika tidak segera ditangani, gangguan muskuloskeletal berisiko menyebabkan nyeri berkepanjangan, penurunan fungsi gerak, gangguan tidur, hingga menurunnya kualitas hidup. 

Cara sederhana yang dapat dilakukan untuk mencegah masalah muskuloskeletal antara lain melakukan peregangan secara rutin di sela aktivitas, menjaga postur tubuh yang baik saat bekerja, mengurangi waktu duduk yang berkepanjangan, serta mengelola stress melalui aktivitas relaksasi dan olahraga ringan.

Peran fisioterapi untuk pencegahan dan pemulihan

Di sisi lain, meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga seperti lari dan padel menunjukkan kesadaran untuk lebih aktif mulai tumbuh. Namun, tanpa persiapan fisik dan teknik gerak yang tepat, olahraga dengan beban berulang dan perubahan arah yang cepat justru bisa meningkatkan risiko cedera, terutama pada lutut, pergelangan kaki, dan bahu.

Fisioterapi memegang peran penting dalam upaya ini. Tidak hanya digunakan untuk pemulihan setelah cedera, fisioterapi juga berfungsi sebagai langkah pencegahan. 

“Fisioterapi kini tidak lagi dipandang semata sebagai layanan pemulihan saat cedera, tetapi telah menjadi bagian dari gaya hidup sehat," kata Founder sekaligus Head Physiotherapist Physiorehab, Simon Prasetyo, dalam keterangan pers.

Fisioterapi berperan penting dalam membantu pemulihan fungsi gerak pasca-cedera dan pasca-operasi.Dok Physiorehab Fisioterapi berperan penting dalam membantu pemulihan fungsi gerak pasca-cedera dan pasca-operasi.

Dari sisi medis, fisioterapi berperan penting dalam membantu pemulihan fungsi gerak pasca-cedera dan pasca-operasi, sekaligus mencegah kekambuhan yang dapat mengganggu produktivitas. 

"Pendekatan rehabilitasi modern menempatkan fisioterapi tidak hanya sebagai terapi kuratif, tetapi sebagai bagian dari manajemen kesehatan jangka panjang berbasis fungsi dan kualitas hidup,’’ujar Simon. 

Melalui latihan yang dirancang khusus, terapi ini membantu memperbaiki pola gerak, mengurangi nyeri, dan mencegah cedera berulang, sekaligus menjaga kemampuan tubuh untuk tetap aktif dan produktif.

Simon mengatakan, layanan Physiorehab mengintegrasikan pemeriksaan klinis yang menyeluruh, manual therapy, exercise therapy, serta dukungan peralatan rehabilitasi modern. 

"Dengan standar assessment yang terstruktur dan program terapi progresif berbasis aktivitas individu, fisioterapi tidak hanya berfokus pada pengurangan nyeri, tetapi juga pada pemulihan fungsi optimal dan pencegahan cedera berulang," ujarnya.

Fisioterapi di Physiorehab dapat diakses oleh seluruh kelompok usia, mulai dari anak, dewasa, hingga lansia, dengan pendekatan yang disesuaikan secara personal sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing pasien.

Saat ini, Physiorehab mengoperasikan sembilan lokasi layanan di Jakarta, Tangerang, Bekasi, Surabaya, dan Medan. 

“Fisioterapi yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan fasilitas, tetapi oleh standar profesional yang konsisten mulai dari kompetensi fisioterapis, asesmen berbasis bukti, hingga pengukuran hasil terapi yang terukur. Ini adalah komitmen kami untuk memastikan setiap pasien mendapatkan layanan yang aman, efektif, dan bertanggung jawab,” kata Simon.

Tag:  #gangguan #otot #sendi #keluhan #orang #modern #yang #kebanyakan #duduk

KOMENTAR