Banyak ''Ganjalan di Kepala'' Tanpa Disadari Jadi Pemicu Sering Capek
- Salah satu penyebab merasa lelah sepanjang waktu yang kerap tidak disadari adalah banyaknya ganjalan alias tugas yang belum selesai di dalam pikiran.
Berbagai urusan tertunda, mulai dari pesan yang belum dibalas, janji yang belum ditepati, pekerjaan yang belum rampung, hingga keputusan yang terus ditunda, dapat menjadi beban mental dan menguras energi tanpa disadari.
“Ketika sebuah tugas belum selesai, otak menciptakan ketegangan mental yang terus aktif di memori kerja,” jelas pembawa acara kesehatan Liz Moody dalam podcast miliknya, dikutip dari HuffPost, Rabu (14/1/2026).
Menurut psikolog Bluma Zeigarnik, otak manusia cenderung mengingat tugas yang belum selesai lebih kuat dibandingkan yang sudah rampung, sebuah fenomena yang dikenal sebagai Zeigarnik Effect, otak lebih mudah mengingat hal yang belum selesai dibanding yang sudah tuntas.
Akibatnya, makin banyak tugas tertunda, makin besar pula beban kognitif yang dirasakan seseorang. Berikut beberapa cara menutup open loops alias ganjalan di kepala agar energi mental kembali pulih.
8 cara menyingkirkan ganjalan di kepala menurut pakar
1. Catat semua hal yang terlintas di pikiran
Langkah pertama adalah menuangkan seluruh pikiran ke dalam daftar tertulis. Dengan menuliskannya, otak tidak perlu lagi menyimpan semuanya secara bersamaan.
“Dengan mencatat, saya jadi punya lebih banyak ruang karena saya tidak perlu memikirkan semuanya sekaligus,” kata psikolog Lee Chambers.
2. Pecah tugas besar jadi kecil
Tugas besar yang tidak jelas sering terasa berat. Daripada menulis “bereskan dapur”, lebih baik tulis “rapikan rak bumbu”. Langkah kecil membantu otak melihat progres yang nyata.
Ilustrasi beres-beres rumah di Hari Peduli Sampah Nasional.
3. Selesaikan yang sudah dimulai
Sebisa mungkin, selesaikan satu tugas sebelum berpindah ke tugas lain.
“Kalau mulai melipat pakaian, selesaikan dulu sebelum melakukan hal lain,” saran Moody.
Menurut psikolog klinis Ryan Howes, jika tugas terasa berat, lakukan hanya selama lima menit. Sering kali, setelah mulai, seseorang akan terdorong melanjutkan.
4. Matikan notifikasi
Notifikasi membuat perhatian terpecah dan membuka tugas baru sebelum yang lama tertutup.
“Mematikan notifikasi atau mengaktifkan mode 'jangan ganggu' memungkinkan untuk fokus menyelesaikan tugas, daripada perhatian teralihkan oleh setiap hal yang baru masuk,” kata Marshall.
5. Tentukan hari khusus untuk urusan administrasi
Sediakan satu hari khusus dalam seminggu untuk mengurus tagihan, janji dokter, pengembalian barang, dan urusan kecil lainnya. Membuat jadwal saja sudah membantu menutup sebagian beban mental.
6. Terapkan metode “ketika-maka”
Metode ini dapat meyakinkan otak bahwa kita punya rencana untuk mengatasi masalah yang belum terselesaikan. Metode ini memberi kepastian pada otak bahwa tugas akan ditangani.
Misalnya, “ketika tugas ini selesai, maka saya akan membalas email.”
7. Hapus sebagian urusan yang belum selesai
Tidak semua tugas harus diselesaikan. Beberapa bisa dihapus dari daftar jika sudah tidak relevan.
“Menutup tab, mengarsipkan email lama, atau membatalkan rencana yang tidak lagi penting bisa sangat melegakan,” kata ahli produktivitas Grace Marshall.
8. Ubah cara berbicara pada diri sendiri
Sebagian orang menganggap dirinya selalu tertinggal karena terlalu banyak tugas. Padahal, mengubah narasi diri bisa membantu. Alih-alih berkata, “Saya selalu menunda,” cobalah mengatakan, “Saya menyelesaikan tugas agar bisa menikmati waktu dengan tenang,” saran Howes.
Tag: #banyak #ganjalan #kepala #tanpa #disadari #jadi #pemicu #sering #capek