Banyak Program Diet Gagal, Pakar Ungkap Cara Memilih yang Benar dan Tahan Lama
Sudah memangkas porsi makan habis-habisan tapi angka timbangan tetap tak bergerak, atau berat badan justru melonjak naik setelah diet berhenti?
Para pakar gizi memperingatkan bahwa terjebak dalam siklus diet "yoyo" bukan hanya melelahkan secara mental, tapi juga tanda bahwa metode yang dipilih salah sejak awal.
Belajar dari kasus Maya: Jebakan "janji cepat kurus"
Mari kita lihat kisah Maya (32), seorang pekerja kantoran yang sudah mencoba hampir semua diet viral, mulai dari tanpa karbo sama sekali hingga hanya minum jus seharian.
Hasilnya? Maya memang turun 3 kg dalam seminggu, tapi ia merasa sangat mudah marah (hangry), sulit berkonsentrasi di kantor, dan akhirnya binge eating di akhir pekan.
"Kesalahan terbesar banyak orang adalah menganggap diet sebagai hukuman jangka pendek, bukan pola hidup," jelas Evan M. Forman, PhD, Direktur Center for Weight, Eating and Lifestyle Science di Drexel University, dikutip dari Today.
Menurutnya, tubuh manusia akan melakukan perlawanan biologis jika dipaksa masuk ke dalam aturan yang terlalu ketat.
Mengapa diet gagal?
Ilustrasi diet. Dokter dan ahli gizi menegaskan bahwa keberhasilan diet tidak ditentukan oleh metode paling populer, melainkan pola makan yang realistis dan bisa dijalani dalam jangka panjang.
Diet gagal bukan karena Anda kurang niat, melainkan karena metodenya tidak sinkron dengan kebutuhan biologis Anda. Pakar menekankan tiga penyebab utama:
- Rasa Lapar Berlebih: Program yang memangkas kalori terlalu ekstrem memicu hormon ghrelin (hormon lapar) bekerja dua kali lipat.
- Tidak Fleksibel: Menghilangkan makanan favorit sepenuhnya hanya akan memicu keinginan makan (craving) yang lebih besar di kemudian hari.
- Kurang Pendampingan: Berjalan sendiri tanpa panduan ahli membuat Anda mudah menyerah saat mencapai fase plateau (berat badan stagnan).
Cara memilih program diet yang cocok
Agar tidak lagi terjebak janji manis iklan, gunakan panduan dari Satya Jonnalagadda, seorang ahli gizi terdaftar, untuk mengevaluasi sebuah program:
- Bikin Kenyang Lebih Lama: Apakah program tersebut tetap mengandung serat, protein, dan lemak sehat yang cukup?
- Realistis: Bisakah Anda bayangkan melakukan pola makan ini hingga 2 atau 5 tahun ke depan tanpa rasa tertekan?
- Target yang Masuk Akal: Hindari yang menjanjikan turun belasan kilogram dalam sebulan. Target sehat menurut NIH adalah 0,5–1 kg per minggu.
- Fleksibel: Program yang baik tidak melarang satu jenis grup makanan secara total (misal: tetap boleh makan nasi dalam porsi terkontrol).
Pentingnya pendamping
Penelitian menunjukkan bahwa orang yang memiliki "teman perjalanan" atau pelatih memiliki tingkat keberhasilan lebih tinggi.
Dr. Christopher McGowan, spesialis obesitas, menambahkan bahwa keterlibatan tenaga medis memastikan diet Anda tidak merusak metabolisme atau menggerus massa otot.
Olahraga, terutama latihan beban, tetap menjadi kunci agar tubuh tetap kencang meski berat badan turun.
"Program diet terbaik bukanlah yang paling populer di media sosial, melainkan program yang Anda nikmati dan bisa Anda jalani terus secara konsisten," ujar Caroline Apovian, Profesor Kedokteran di Harvard Medical School.
Ingat, perjalanan menurunkan berat badan adalah maraton, bukan sprint. Jangan ragu berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk mendapatkan rencana yang dipersonalisasi khusus untuk kondisi tubuh Anda agar hasilnya permanen.
Tag: #banyak #program #diet #gagal #pakar #ungkap #cara #memilih #yang #benar #tahan #lama