Ini yang Terjadi pada Tubuh jika Tidur 8 Jam Setiap Hari
- Tidur bukan sekadar waktu istirahat, melainkan proses penting bagi tubuh dan otak untuk melakukan pemulihan.
Para dokter sepakat bahwa tidur sekitar delapan jam setiap malam dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan fisik, mental, dan emosional seseorang.
Delapan jam tidur merupakan rekomendasi paling umum untuk orang dewasa, karena berada di tengah rentang ideal tujuh hingga sembilan jam.
Spesialis kedokteran keluarga dan tidur, Dr. Anupamjeet Sekhon menjelaskan bahwa kebutuhan tidur memang berbeda-beda.
“Bagi sebagian besar orang dewasa, delapan jam adalah angka yang paling mendekati kebutuhan optimal tubuh,” jelasnya seperti dikutip dari Real Simple, Rabu (14/1/2026).
Psikolog klinis sekaligus spesialis tidur, Dr. Liz Ross menambahkan, ukuran tidur yang cukup bukan hanya soal durasi.
“Indikator terbaik dari tidur yang memadai bukanlah jumlah jam tertentu, tetapi apakah seseorang bangun dengan perasaan segar, stabil secara emosional, dan mampu berfungsi dengan baik sepanjang hari,” katanya.
Apa yang terjadi pada tubuh jika tidur 8 jam setiap hari?
Tubuh terasa lebih segar dan bertenaga
Tidur delapan jam membantu mengurangi tekanan yang menumpuk sepanjang hari.
Sekhon mengatakan, tidur memberi kesempatan bagi otak dan tubuh untuk pulih sepenuhnya.
Hasilnya, seseorang akan bangun dengan perasaan lebih segar dan siap menjalani aktivitas. Rasa kantuk di siang hari pun berkurang, begitu juga ketergantungan terhadap kafein.
Kondisi ini bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga produktivitas. Tubuh yang cukup istirahat akan bekerja lebih efisien, baik secara fisik maupun mental.
Emosi lebih stabil dan mudah mengelola stres
Kurang tidur kerap membuat seseorang mudah tersinggung dan lebih emosional. Menurut Ross, tidur berperan besar dalam mengatur area otak yang mengelola emosi.
“Tidur membantu menyeimbangkan aktivitas antara amigdala dan korteks prefrontal, sehingga lebih mudah mengelola stres, frustrasi, dan reaksi emosional,” jelasnya.
Dengan tidur yang cukup, seseorang cenderung lebih tenang, sabar, dan mampu memahami emosi orang lain.
Menurut Dr. Catherine Darley, dokter tidur naturopati dan pendiri Skilled Sleeper, kondisi tubuh yang cukup istirahat membuat seseorang lebih empatik dan responsif secara emosional.
Nafsu makan lebih terkontrol
Tidur delapan jam setiap hari juga berpengaruh pada pengaturan hormon lapar. Sekhon menjelaskan, kurang tidur dapat meningkatkan kadar ghrelin, hormon yang memicu rasa lapar.
Sebaliknya, tidur yang cukup membantu menjaga keseimbangan ghrelin dan leptin, hormon yang memberi sinyal kenyang.
Artinya, tidur cukup dapat membantu mencegah makan berlebihan dan mendukung pengelolaan berat badan yang lebih sehat.
Fungsi otak meningkat
Saat tidur, otak tidak benar-benar beristirahat. Ross menjelaskan, selama fase tidur dalam dan REM, otak memproses informasi, menguatkan memori, serta membersihkan limbah metabolik.
“Ini menghasilkan konsentrasi yang lebih baik, daya ingat yang lebih kuat, kemampuan belajar yang meningkat, serta waktu reaksi yang lebih cepat,” terang dia.
Sekhon menambahkan, dengan tidur cukup, otak tidak perlu menghabiskan energi hanya untuk tetap terjaga, sehingga bisa fokus pada pemecahan masalah dan pengambilan keputusan.
Sistem imun semakin kuat
Tidur delapan jam juga memperkuat daya tahan tubuh. Ross menyebut, tidur membantu produksi sel-sel yang melawan infeksi dan mengatur respons peradangan.
Dengan tidur yang konsisten, tubuh akan lebih efektif melawan penyakit dan pulih lebih cepat saat sakit.
Peradangan dalam tubuh menurun
Kurang tidur dapat meningkatkan peradangan kronis, yang berkaitan dengan penyakit jantung, kanker, dan gangguan metabolik.
Sekhon menegaskan, bahwa tidur cukup membantu menekan peradangan dan menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Meski delapan jam tidur bermanfaat bagi kebanyakan orang, Ross mengingatkan bahwa setiap individu memiliki kebutuhan berbeda.
Namun, bagi mayoritas orang dewasa, tidur delapan jam setiap hari adalah salah satu kebiasaan paling sederhana sekaligus paling kuat untuk menjaga kesehatan jangka panjang.