Benarkah Makanan Bisa Menentukan Mood? Ini Penjelasan Pakar Nutrisi
Banyak orang mengira bahwa makanan hanya berpengaruh pada berat badan atau kesehatan fisik semata.
Namun, pernahkah Anda merasa jauh lebih bersemangat setelah mengonsumsi semangkuk buah segar, atau justru merasa "hampa" dan mudah marah setelah mengonsumsi makanan cepat saji secara berlebihan?
Dikutip dari Healthline, ternyata, hubungan antara isi piring dan perasaan kita bukan sekadar sugesti.
Bidang psikologi nutrisi (nutritional psychology) kini semakin gencar mengungkap bagaimana pola makan dapat menjadi kunci kebahagiaan seseorang.
Hubungan erat antara usus dan otak
Salah satu alasan utama mengapa makanan memengaruhi suasana hati adalah adanya "jalur komunikasi" dua arah antara usus dan otak, yang dikenal sebagai gut-brain axis.
Kristin Kirkpatrick, seorang ahli diet terdaftar, menjelaskan bahwa apa yang kita masukkan ke dalam perut secara langsung memengaruhi mikroorganisme di usus (mikrobioma).
"Pola makan tinggi serat dan probiotik sangat krusial karena mikrobioma berperan besar dalam hasil kesehatan mental," ujarnya dikutip dari Healthline, Rabu (14/1/2026).
Sederhananya, jika bakteri di usus Anda "bahagia" karena asupan nutrisi yang tepat, mereka akan mengirimkan sinyal positif ke otak.
Sebaliknya, pola makan yang buruk dapat memicu peradangan yang berdampak pada penurunan mood.
Bahaya junkfood bagi kesehatan mental
Di sisi lain, penelitian terbaru yang diterbitkan dalam Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics memperingatkan bahaya diet tinggi makanan olahan (ultra-processed foods).
Makanan yang mengandung banyak pemanis buatan dan karbohidrat olahan ditemukan dapat meningkatkan risiko depresi secara signifikan.
"Studi menunjukkan adanya kaitan (antara makanan olahan dengan risiko depresi) karena berbagai alasan, termasuk peningkatan risiko peradangan serta rendahnya serat yang berdampak negatif pada mikrobioma," tambah Kirkpatrick.
Daftar makanan yang membantu mood stabil
Lalu, makanan apa yang sebaiknya kita pilih untuk menjaga kewarasan dan kebahagiaan?
Pakar nutrisi Michelle Routhenstein merekomendasikan beberapa jenis asupan yang kaya akan nutrisi pelindung otak:
Ikan Berlemak (Salmon, Sarden, Mackerel):
Kaya akan Omega-3 yang memperbaiki komunikasi antar sel saraf di otak. "Omega-3 memiliki efek anti-inflamasi yang dapat melindungi dari peradangan saraf, yang sering dikaitkan dengan gejala depresi," kata Routhenstein.
- Biji-bijian Utuh (Whole Grains):
Mengandung serat fermentasi yang mendukung kesehatan mikrobioma usus.
- Cokelat Hitam dan Buah Beri:
Kaya akan polifenol dan antioksidan yang membantu melindungi kesehatan sel otak.
- Biji Labu dan Kacang-kacangan:
Sumber magnesium yang sangat penting untuk mendukung fungsi otak dan regulasi emosi.
Ilustrasi makan makanan sehat.
Mengubah pola makan, mengubah perasaan
Memperbaiki suasana hati melalui makanan tidak berarti Anda harus berhenti menikmati makanan favorit sepenuhnya. Kuncinya adalah keseimbangan dan kesadaran.
Kirkpatrick menyarankan untuk mulai melakukan substitusi kecil dalam menu harian. Misalnya, mengganti mentega dengan minyak zaitun (extra virgin olive oil), atau memilih yogurt dibandingkan krim kental.
"Makanan memang memegang peran besar, tapi ini bukan hanya tentang apa yang harus Anda makan, melainkan juga apa yang harus Anda batasi seperti gula dan alkohol," pungkasnya.
Dengan memperhatikan apa yang kita makan, kita tidak hanya berinvestasi pada tubuh yang sehat, tetapi juga pada pikiran yang lebih tenang dan hati yang lebih bahagia.
Tag: #benarkah #makanan #bisa #menentukan #mood #penjelasan #pakar #nutrisi