Benarkah Mimpi Ikut Berubah Seiring Bertambahnya Usia? Ini Penjelasannya
Ilustrasi mimpi.(Google Gemini AI)
22:35
12 Januari 2026

Benarkah Mimpi Ikut Berubah Seiring Bertambahnya Usia? Ini Penjelasannya

- Banyak yang menganggap bahwa mimpi buruk, seperti monster di bawah tempat tidur, hanya dialami oleh anak-anak.

Sementara itu, orang dewasa bermimpi tentang hal-hal yang lebih serius, seperti tenggat waktu. Kendati demikian, benarkah mimpi berubah seiring bertambahnya usia?

Kepala grup riset Sleep, Plasticity, and Conscious Experience (SPACE) di IMT School for Advanced Studies Lucca di Italia, Dr. Guilio Bernardi, mengungkapkan, bermimpi bergantung pada sistem saraf yang terlibat dalam imajinasi, ingatan, dan emosi.

"Yang mana semuanya berkembang dan mengalami reorganisasi seiring bertambahnya usia," kata dia, disadur dari Live Science, Minggu (11/1/2026).

"Namun, sangat sedikit penelitian yang secara sistematis meneliti bagaimana mimpi berubah sepanjang rentang hidup," lanjut Bernardi.

Mimpi dan usia

Ada sebuah studi bertajuk "Dreams and Age" karya Simone De Persis, Manlio Caporali, dan Alberto Siracusano pada tahun 2005.

Studi menunjukkan, orang-orang cenderung melaporkan mimpi yang berbeda-berbeda pada berbagai tahap kehidupan mereka.

Lebih lanjut, sementara para pemimpi yang lebih muda cenderung melihat dan merasakan mimpi dengan lebih jelas, orang yang lebih tua mengingat situasi yang lebih rumit dan kurang emosional.

Teori hipotesis kontinuitas

Salah satu penjelasan paling sederhana, dan mungkin paling umum, tentang bagaimana mimpi manusia beradaptasi dan berkembang adalah teori hipotesis kontinuita yang dicetuskan pada tahun 1972.

Menurut teori itu, mimpi manusia cenderung mencerminkan apa yang dialami dalam kehidupan nyata.

Jika kamu bersantai saat liburan, kamu mungkin melihat matahari dan pasir saat tertidur. Jika kamu cemas tentang pekerjaan, kamu mungkin mimpi tentang kantor.

Namun pada akhirnya, kesamaan antara tidur dan kenyataan hanya sedikit mengungkapkan mengapa mimpi kita mungkin berubah seiring bertambahnya usia.

"Perubahan dalam mimpi sepanjang hidup mencerminkan interaksi yang kompleks antara perkembangan otak, arsitektur tidur, dan pematangan kognitif-emosional," kata Bernardi.

Segala sesuatu, mulai dari ingatan hingga kualitas tidur, dapat memengaruhi bagaimana seseorang bermimpi.

"Faktor-faktor ini menentukan tidak hanya seberapa jelas mimpi dihasilkan selama tidur, tetapi juga seberapa besar kemungkinan mimpi tersebut diingat saat bangun," sambung dia.

Bagaimana mimpi berubah seiring bertambahnya usia?

Mimpi saat anak-anak

Ada sebuah studi bertajuk "Children's Dreaming and the Development of Consciousness" dari David Foulkes yang dilakukan sepanjang tahun 1970-an sampai 1990-an.

Menurut penelitiannya, mimpi anak muda cenderung relatif sederhana, yakni menampilkan hewan, obyek statis, dan interaksi sederhana.

Kendati demikian, penelitian tentang mimpi anak-anak melibatkan kompilkasi. Sebab, hasilnya bergantung pada kemampuan setiap anak untuk memahami apa itu mimpi, dan bagaimana mereka menyampaikan mimpi itu kepada orang lain.

Mimpi saat remaja

Pada masa remaja, mimpi cenderung menjadi lebih sering dan lebih jelas daripada di masa kanak-kanak.

Hal tersebut mencerminkan bahwa manusia telah mengalami banyak perubahan dalam kehidupan nyata di fase remaja.

Dalam studi bertajuk "The Content of Recurrent Dreams in Young Adolescents" karya Aline Gauchat, Jean R Seguin, Esther McSween-Cadieux, dan Antonio Zadra pada 2016, remaja yang lebih muda melaporkan mimpi tentang jatuh, dikejar, dan menghadapi monster atau hewan.

Sementara itu, remaja yang lebih tua melaporkan mimpi tentang mengalami kembali stres sekolah dan hubungan baru.

Mimpi saat dewasa

Dalam kehidupan dewasa, mimpi biasanya menjadi sedikit lebih biasa.

Ada sebuah studi bertajuk "The Typical Dreams in the Life Cycle" karya A. Maggiolini, M. Di Lorenzo, E. Falotico, D. Gargioni, dan M. Morelli pada 2020.

Penelitian menunjukkan, orang dewasa dan orang dewasa yang lebih tua, bermimpi mereka terlambat tiba di suatu tempat dan berusaha berulang kali untuk melakukan sesuatu, lebih sering daripada kelompok usia lainnya.

Mimpi aneh dan mimpi buruk memang masih terjadi. Namun, agresi saat masa remaja mulai memudar. Kompleksitas mimpi mulai mencerminkan lebih banyak kehidupan nyata.

Mimpi saat usia lanjut

Studi bertajuk "Spotlight on Dream Recall: The Ages of Dreams" karya Anastasia Mangiaruga, Serena Scarpelli, Chiara Bartolaci, dan Luigi De Gennaro pada 2018, mengungkap, orang-orang lanjut usia cenderung tidak melaporkan banyak mimpi.

Studi lainnya berjudul "White Dreams are Made of Colours: What Studying Contentless Dreams Can Teach About the Neural Basis of Dreaming and Conscious Experiences" karya Peter Fazekas, Georgina Nemeth, dan Morten Overgaard pada 2019.

Studi itu menemukan banyak yang mengalami "mimpi putih", yaitu ketika para lanjut usia mengingat pernah bermimpi, tetapi tidak begitu yakin dengan apa yang terjadi dalam mimpi tersebut.

Kualitas tidur dan kemampuan dalam mengingat

Sebagian dari hal tersebut dapat dijelaskan oleh kualitas tidur yang lebih rendah yang cenderung dialami oleh lanjut usia.

Namun, sebagian besar perubahan ini, seperti halnya mimpi di semua usia, berkaitan dengan kemampuan untuk mengingat secara akurat dan deskriptif tentang apa yang manusia lihat dalam tidurnya.

Menurut Michael Schredl, Head of Research di Sleep Laboratory, Central Institute of Mental Health, Medical Faculty Mannheim, Heidelberg University, Jerman, bermimpi didefinisikan sebagai pengalaman subyektif yang terjadi selama tidur.

"Yang kita dapatkan hanyalah mimpi atau laporan mimpi, ingatan akan pengalaman-pengalaman yang terjadi selama tidur," tutur dia.

Tag:  #benarkah #mimpi #ikut #berubah #seiring #bertambahnya #usia #penjelasannya

KOMENTAR