Perasaan Rindu Setelah Putus Ternyata Bukan Buat Mantan, Ini Penjelasan Psikolog
- Rasa rindu setelah putus hubungan kerap membuat seseorang tergoda untuk kembali menghubungi mantan.
Perasaan itu sering datang tiba-tiba, disertai dorongan kuat untuk kembali berbicara, bertanya kabar, atau sekadar memastikan mantan masih ada.
Pendiri Cup of Stories, Fitri Jayanthi, M.Psi, Psikolog, mengungkapkan bahwa perasaan rindu tersebut sering kali disalahartikan.
“Hal yang kita rindukan bukanlah orang tersebut. Namun, kita rindu versi diri kita saat bersamanya,” ujar dia dalam sesi Kelas Kehidupan Cup of Stories bertajuk “Menentukan Langkah Setelah Mengalami Kegagalan Berhubungan” via Zoom, Kamis (8/1/2026).
Mereka merindukan versi ketika mereka merasa dipilih, dicintai, dilihat, didengar, dan dipahami.
Inilah mengapa banyak yang sering mengatakan bahwa mereka merindukan mantan kekasih, dan ingin menghubungi mereka.
Namun, apa yang sebenarnya mereka rindukan bukanlah mantan pasangan dan hubungan yang pernah terjalin, tetapi perasaan ketika mereka menjalin hubungan tersebut.
“Kita merindukan versi diri kita pas lagi sama dia. Ketika kita bersama orang tersebut, kita punya perasaan tertentu. Ketika hubungan sudah tidak ada lagi, perasaan-perasaan itu langsung kosong, dan kita ingin banget punya perasaan itu lagi,” tutur Fitri.
Penting untuk tidak salah kaprah dalam memaknai dorongan tersebut. Sebab, keinginan menghubungi mantan tidak selalu berarti masih ingin bersama orang tersebut.
Logika dan emosi yang sering bertentangan
Sudah menjadi seorang psikolog klinis selama bertahun-tahun, Fitri kerap menemukan kasus ketika seseorang “merindukan” mantan kekasih.
Kendati demikian, faktanya orang-orang tersebut sepenuhnya menyadari bahwa mantan pasangan mereka sudah tidak sesuai dengan apa yang mereka butuhkan saat ini.
“Mereka sudah tahu persis bahwa mantan tidak sesuai dengan kebutuhannya saat ini. Ditanya apakah mantan memberikan rasa aman, mencintai mereka, atau mendengarkan mereka, jawabannya adalah enggak,” ungkap Fitri.
Tentunya, hal ini menimbulkan pertanyaan lain. Mengapa mereka merindukan mantan pasangan dan hubungan yang pernah terjalin?
“Ya karena mereka masih benar-benar bergantung banget sama perasaan yang dipunya dulu,” lanjut dia.
Fitri mengingatkan bahwa setiap hubungan memiliki ritme, alias kehidupan dan perasaan tersendiri. Ritme yang terjadi dalam hubunganmu dengan mantan A, belum tentu serupa dengan mantan B, dan seterusnya.
Akan tetapi, sebelum seseorang menjalin hubungan romantis dengan siapapun, kamu pun memiliki ritme sendiri.
“Sebelum kita bersama mantan, kita juga punya perasaan atau kehidupan yang berbeda. Sehingga, sebetulnya kita juga bisa menciptakan ritme yang berbeda ketika sudah enggak bersama dengan pasangan kita lagi,” terang Fitri.
Bukan kembali ke diri yang lama, tapi membangun yang baru
Setelah putus, kadang kala seseorang juga merindukan dirinya yang dulu, yaitu ketika mereka belum berhubungan dengan mantan pasangan.
Alhasil, banyak yang ingin kembali ke diri mereka sebelumnya, setelah putus. Namun, kamu tidak bisa melakukannya, lantaran pengalaman apapun yang kamu lalui, membentuk siapa dirimu saat ini.
“Tapi kita bisa menciptakan versi diri kita yang baru. Misalnya membuat versi diri yang lebih bijak dalam mengambil keputusan, dalam menjalani hubungan, lebih mengerti bagaimana pola komunikasi dengan pasangan,” ucap Fitri.
Deretan hal tersebut tidak hanya membuat dirimu menjadi lebih baik dari sebelumnya, tetapi juga membuat hubungan yang bakal terjalin nanti dengan pasangan baru, menjadi lebih baik.
“Dengan begitu, berarti kita perlu, misalnya, menambah pengetahuan. Dengan menambah pengetahuan dan segala macam, akhirnya kita bisa menciptakan versi baru dari diri kita yang belum pernah kita temui sebelumnya,” pungkas Fitri.
Dengan cara ini, rasa rindu tidak lagi menjadi dorongan untuk kembali ke masa lalu, melainkan menjadi pengingat bahwa diri sendiri terus bertumbuh dan bergerak maju.
Tag: #perasaan #rindu #setelah #putus #ternyata #bukan #buat #mantan #penjelasan #psikolog