Viral di Kalangan Selebriti, Apa itu Sea Moss?
Ilustrasi sea moss gel.(Dok. Freepik/azerbaijan_stockers)
09:05
9 Januari 2026

Viral di Kalangan Selebriti, Apa itu Sea Moss?

- Sea moss belakangan ini ramai di konsumsi banyak orang, khususnya kalangan selebritis. 

Sea moss merupakan rumput laut merah yang disebut-sebut kaya nutrisi dan bermanfaat bagi kesehatan. 

Popularitasnya semakin melejit setelah sejumlah selebriti dunia, termasuk Kim Kardashian, membagikan kebiasaan mengonsumsi sea moss smoothie di media sosial.

Di balik popularitasnya,apa itu sea moss dan apakah manfaat kesehatannya benar-benar terbukti secara ilmiah?

Mengenal sea moss atau irish moss

Sea moss dikenal juga sebagai Irish moss atau lumut laut merah. Disadur dari WebMD, Kamis (8/1/2026), sea moss merupakan jenis alga merah yang tumbuh sepanjang tahun di kolam pasang surut dan perairan dangkal di pesisir Eropa, Amerika Utara, serta Kepulauan Inggris.

Secara visual, sea moss memiliki bentuk berumbai dengan helaian tipis menyerupai kipas. Warnanya bervariasi, mulai dari kuning kehijauan hingga ungu tua. 

Selama ini, sea moss kerap dipanen untuk menghasilkan carrageenan, zat seperti gel yang banyak digunakan sebagai pengental dalam industri makanan dan produk sehari-hari, seperti es krim, susu nabati, jeli, pasta gigi, hingga susu formula bayi.

Dalam konsumsi harian, sea moss biasanya diolah menjadi sea moss gel, yaitu rumput laut yang direbus lalu dihaluskan hingga menyerupai tekstur lidah buaya. Gel ini dapat dikonsumsi langsung, dicampur air, atau ditambahkan ke smoothie.

Kandungan gizi sea moss

Salah satu alasan sea moss disebut sebagai superfood adalah kandungan nutrisinya. 

Sea moss sebagai sumber nutrisi vegan dan bebas gluten yang mengandung vitamin dan mineral penting, seperti vitamin B2, kalsium, magnesium, zinc, kalium, serta iodine.

Dalam takaran sekitar dua sendok makan sea moss gel, kandungan kalorinya tergolong sangat rendah, yakni sekitar lima kalori, tanpa lemak dan kolesterol. Meski demikian, kandungan protein dan seratnya juga relatif kecil.

Benarkah bermanfaat signifikan terhadap kesehatan?

Banyak klaim menyebut sea moss mampu meningkatkan imunitas, menyehatkan kulit, hingga membantu fungsi tiroid. 

Namun, para ahli menekankan bahwa sebagian besar manfaat tersebut masih memerlukan penelitian lanjutan pada manusia.

Studi awal menunjukkan ekstrak sea moss berpotensi membantu memperlambat perkembangan penyakit Parkinson. 

Meski begitu, penelitian tersebut baru dilakukan pada cacing, sehingga belum bisa dijadikan dasar rekomendasi medis bagi manusia.

Selain itu, penelitian laboratorium juga menunjukkan sea moss dapat menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella enteritidis. Meski menjanjikan, temuan ini belum diuji secara luas pada hewan maupun manusia.

Bisa menyehatkan tiroid, tapi perlu hati-hati

Salah satu manfaat yang paling sering dikaitkan dengan sea moss adalah dukungan kesehatan tiroid, karena kandungan iodine-nya. 

Iodine memang dibutuhkan tubuh untuk memproduksi hormon tiroid yang berperan dalam metabolisme, denyut jantung, dan fungsi tubuh lainnya.

Namun, ahli gizi sekaligus pendiri The Better Nutrition Program, Ashley Koff, RD mengingatkan, konsumsi iodine berlebih juga berisiko bagi kesehatan.

“Alga secara keseluruhan adalah sumber nutrisi yang menarik. Namun, keberadaan suatu nutrisi tidak berarti jumlahnya cukup atau aman untuk semua orang,” ujar Koff, dilansir dari Los Angeles Times.

Ia menegaskan, bentuk kering sea moss bisa menjadi sumber iodine yang sangat terkonsentrasi. 

“Seseorang perlu mengevaluasi total asupan iodine-nya, bukan hanya dari sea moss,” kata Koff. 

Ia menyarankan konsumsi tidak lebih dari 2–3 gram sea moss kering per hari, terutama bagi mereka yang memiliki gangguan tiroid atau sudah mengonsumsi suplemen iodine.

Klaim 92 mineral, mitos atau fakta?

Sea moss sering dipromosikan mengandung 92 dari 102 mineral yang dibutuhkan tubuh. Akan tetapi, klaim ini dinilai lebih dekat ke strategi pemasaran dibandingkan fakta ilmiah.

Menurut Koff, meski sea moss memang mengandung beberapa mineral seperti kalsium, magnesium, dan zat besi, jumlahnya relatif kecil dalam satu porsi konsumsi. 

“Sesuatu bisa saja mengandung magnesium, tapi hanya 14 miligram, sementara kebutuhan harian kita bisa mencapai 600 miligram,” jelasnya.

Efek pada pencernaan dan kulit

Sea moss mengandung serat alami berupa carrageenan, yang dalam bentuk alaminya disebut-sebut berpotensi sebagai prebiotik. 

Koff membedakan carrageenan alami dari carrageenan olahan yang biasa digunakan dalam makanan ultra-proses.

Carrageenan food-grade telah mengalami proses kimia, dan saya cenderung menyarankan pasien untuk menghindari konsumsi rutin jenis ini, terutama jika kesehatan pencernaan menjadi prioritas,” ujar Koff.

Adapun klaim bahwa sea moss dapat membuat kulit lebih glowing atau membantu menurunkan berat badan masih bersifat spekulatif. 

Hingga saat ini, belum ada bukti kuat yang menunjukkan sea moss bisa menggantikan suplemen mineral atau menjadi solusi instan kesehatan metabolik.

Sea moss bukan obat ajaib

Sea moss memang menarik sebagai bahan alami dengan sejarah panjang dalam konsumsi tradisional. 

Para ahli sepakat bahwa sea moss bukanlah obat ajaib. Konsumsinya perlu disesuaikan dengan kebutuhan individu dan tidak menggantikan pola makan seimbang atau pengobatan medis.

Seperti tren kesehatan lainnya, popularitas sea moss sebaiknya disikapi dengan bijak, yaitu mengenali manfaat potensialnya, memahami batasannya, dan selalu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum menjadikannya bagian rutin dari gaya hidup.

 

Tag:  #viral #kalangan #selebriti #moss

KOMENTAR