Tanda-Tanda Kamu Dipandang sebagai Orang Berstatus Tinggi, Jika Punya 8 Kebiasaan Ini
- Sering kali, status tinggi tidak ditentukan oleh jabatan, harta, atau seberapa mahal pakaian yang dikenakan seseorang.
Dalam banyak situasi, orang lain justru menilai status seseorang dari cara ia bersikap dan berkomunikasi sehari-hari.
Tanpa disadari, ada individu yang kehadirannya langsung dihormati, pendapatnya didengar, dan ucapannya dianggap memiliki bobot, meskipun ia tidak banyak bicara atau menonjolkan diri.
Inilah yang membuat seseorang dipandang sebagai orang berstatus tinggi di mata lingkungan sekitarnya.
Menariknya, kesan tersebut bukan muncul secara kebetulan, melainkan terbentuk dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukannya secara konsisten.
Dilansir dari laman Global English Editing pada Rabu (8/1), berikut merupakan 8 kebiasaan yang membuat seseorang dipandang sebagai orang berstatus tinggi oleh orang lain.
1. Tidak Terburu-buru Menjawab Saat Orang Lain Berbicara
Orang berstatus tinggi tidak langsung menanggapi setiap perkataan lawan bicaranya.
Mereka memberi jeda sebentar, hanya beberapa detik, sebelum menjawab. Jeda ini bukanlah karena bingung, melainkan karena mereka sedang memproses informasi dengan seksama.
Dengan berhenti sejenak, mereka terlihat lebih bijaksana dan pertimbangannya matang.
Orang lain pun merasa bahwa setiap kata yang mereka ucapkan dipilih dengan hati-hati dan memiliki makna, bukan sekadar diucapkan tanpa berpikir panjang.
Kebiasaan ini membuat mereka terlihat tenang, percaya diri, dan tidak terburu-buru ingin menunjukkan diri.
2. Tidak Pernah Menyela, tapi Juga Jarang Disela
Orang berstatus tinggi cenderung menghormati lawan bicara dengan tidak menyela. Mereka mendengarkan dengan penuh perhatian, sehingga orang lain merasa dihargai.
Menariknya, mereka juga jarang disela saat berbicara. Hal ini karena mereka menggunakan bahasa tubuh yang terbuka, postur yang meyakinkan, dan intonasi suara yang stabil.
Mereka berbicara dengan ritme yang tenang dan tegas, serta menggunakan gerakan tangan yang menunjukkan kontrol dan keyakinan.
Jika seseorang mencoba menyela, mereka tetap melanjutkan pembicaraan dengan tenang, sehingga interupsi biasanya berhenti dengan sendirinya.
3. Menghargai Pendapat Orang Lain Sebelum Tidak Setuju
Saat menghadapi perbedaan pendapat, orang berstatus tinggi tidak langsung menolak atau membantah.
Mereka terlebih dahulu mengakui pandangan lawan bicaranya dengan ungkapan yang menunjukkan penghargaan, misalnya, “Itu perspektif yang menarik” atau “Saya mengerti alasan Anda berpikir demikian.”
Baru setelah itu, mereka menyampaikan pandangan yang berbeda. Cara ini membuat lawan bicara lebih terbuka untuk menerima opini lain dan mengurangi rasa tersinggung.
Mereka terlihat sopan, bijaksana, dan memiliki kemampuan diplomasi yang tinggi, sehingga diskusi menjadi lebih konstruktif.
4. Berbicara dengan Pernyataan, Bukan Pertanyaan
Orang berstatus tinggi berbicara dengan nada tegas dan jelas, menyampaikan pendapat mereka sebagai pernyataan, bukan pertanyaan yang terdengar ragu.
Banyak orang tanpa sadar menambahkan intonasi naik di akhir kalimat, sehingga terdengar seperti meminta izin atau konfirmasi, misalnya, “Kita harus mencoba cara lain?” Hal ini disebut uptalk dan dapat mengurangi wibawa.
Dengan berbicara menggunakan pernyataan tegas, seperti, “Kita harus mencoba pendekatan lain,” orang lain melihat bahwa Anda yakin dengan pendapat Anda, memiliki otoritas, dan mampu memimpin percakapan.
5. Nyaman dengan Diam, Tidak Selalu Harus Bicara
Keheningan sering membuat orang merasa tidak nyaman dan tergesa-gesa untuk mengisi ruang dengan kata-kata. Namun, orang berstatus tinggi justru nyaman dengan keheningan.
Mereka membiarkan jeda terjadi secara alami tanpa panik atau merasa harus berbicara terus-menerus. Kenyamanan ini menunjukkan rasa aman dari dalam diri dan kepercayaan diri yang kuat.
Orang lain akan merasakan bahwa Anda tidak berbicara hanya untuk terlihat sibuk atau ingin disukai, melainkan setiap kata yang keluar memiliki tujuan dan nilai.
6. Tidak Pelit Memberi Apresiasi kepada Orang Lain
Orang berstatus tinggi tidak takut untuk memberikan penghargaan atau pujian kepada orang lain.
Mereka paham bahwa mengakui kontribusi orang lain justru akan meningkatkan kredibilitas dan wibawa mereka sendiri. Misalnya, mereka bisa mengatakan, “Ide awal ini datang dari Sarah”.
Kebiasaan ini menunjukkan bahwa mereka tidak egois, tidak iri, dan mampu bekerja sama dengan baik.
Selain membangun kepercayaan, berbagi pujian juga menciptakan loyalitas dari rekan kerja dan memperkuat hubungan profesional.
7. Mengakhiri Percakapan dengan Jelas dan Sopan
Orang berstatus tinggi tahu kapan harus mengakhiri percakapan tanpa terasa canggung.
Mereka memberi sinyal yang jelas bahwa percakapan selesai, misalnya, “Terima kasih, saya perlu bersiap untuk rapat berikutnya” atau “Senang ngobrol denganmu, mari kita bertemu lagi minggu depan.”
Dengan cara ini, percakapan berakhir rapi dan sopan, tanpa harus mundur sambil minta maaf berlebihan atau membiarkan momen terhenti begitu saja.
Mereka menunjukkan rasa hormat kepada lawan bicara sekaligus menjaga kontrol dan citra dirinya.
8. Menjaga Tatapan Mata dengan Cara yang Alami
Kontak mata yang tepat sangat penting dalam percakapan. Orang yang berstatus tinggi menatap lawan bicaranya dengan fokus, tetapi tidak menatap secara kaku atau berlebihan.
Mereka tahu kapan harus memalingkan pandangan sebentar saat berpikir, lalu kembali menatap saat ingin menekankan sesuatu.
Pola ini memberi kesan alami dan percaya diri, karena lawan bicara merasakan ketulusan dan perhatian, tanpa merasa terintimidasi.
Tag: #tanda #tanda #kamu #dipandang #sebagai #orang #berstatus #tinggi #jika #punya #kebiasaan