Bagian Wajah yang Diam-diam Paling Menarik dari Pria dan Wanita, Apa Saja?
- Ketertarikan dalam hubungan romantis sering kali dianggap sebagai urusan selera personal. Banyak orang mengaku memiliki tipe tertentu saat pertama kali melihat calon pasangan, entah dari senyuman, tatapan mata, atau bentuk wajah.
Namun, sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa ketertarikan visual bukan hanya soal preferensi sadar, melainkan juga proses bawah sadar yang dipengaruhi cara otak memindai wajah lawan jenis.
Penelitian tersebut mengungkap bagian wajah apa yang paling menarik perhatian pria dan wanita saat menilai daya tarik satu sama lain.
Hasilnya menunjukkan adanya perbedaan fokus visual yang cukup jelas antara pria dan wanita.
Penelitian tentang daya tarik wajah
Disadur dari Best Life, Sabtu (3/1/2025), studi ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah The Laryngoscope dan dilakukan oleh tim peneliti dari Mayo Clinic serta Mayo Clinic Alix School of Medicine.
Penelitian tersebut bertujuan memahami bagaimana pria dan wanita menilai daya tarik wajah, khususnya bagian wajah mana yang paling banyak diperhatikan saat proses penilaian berlangsung.
Dilansir dari PsyPost, para peneliti merekrut 154 partisipan untuk mengikuti eksperimen berbasis pelacakan mata (eye-tracking).
Para peserta diminta melihat foto 40 wajah pria dan wanita selama 10 detik untuk setiap gambar.
Foto-foto tersebut menampilkan individu dari beragam ras dan etnis, dengan rentang usia mulai dari 20-an hingga 60-an.
Seluruh subjek difoto tanpa ekspresi wajah yang mencolok dan tanpa riasan, sehingga penilaian benar-benar bertumpu pada fitur alami wajah.
Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang hanya menampilkan bagian wajah tertentu, studi ini memperlihatkan wajah secara utuh.
Dengan demikian, peneliti dapat mengamati bagaimana perhatian visual berpindah dari satu area wajah ke area lainnya.
Tiga kelompok dengan satu fokus utama
Partisipan dibagi ke dalam tiga kelompok. Kelompok pertama yang terdiri dari 47 orang diminta menilai tingkat daya tarik wajah.
Kelompok kedua, berjumlah 50 orang, diminta mengamati apakah ada tanda-tanda operasi kosmetik. Sementara kelompok ketiga berfungsi sebagai kelompok kontrol tanpa instruksi khusus.
Selama proses tersebut, sistem pelacakan mata merekam bagian wajah mana yang paling lama dilihat oleh peserta.
Hasilnya, ketiga kelompok sama-sama cenderung memusatkan perhatian pada area tengah wajah, yakni mata, hidung, dan mulut.
Namun, kelompok yang secara khusus diminta menilai daya tarik terbukti lebih banyak menghabiskan waktu melihat bagian bawah wajah, termasuk mulut, hidung, dan pipi.
Bagian wajah mana yang paling menarik?
Peneliti menemukan bahwa wajah yang dinilai memiliki tingkat daya tarik tinggi biasanya menarik perhatian pada area mulut, mata, hidung, serta rambut.
Sebaliknya, wajah dengan nilai daya tarik lebih rendah justru membuat perhatian visual lebih sering tertuju pada dahi dan leher.
Menariknya, perbedaan juga terlihat jelas antara cara pria dan wanita menilai lawan jenis.
Pria cenderung lebih lama memandang area mulut saat menilai wajah perempuan yang dianggap menarik. Sementara itu, wanita lebih fokus pada mata dan rambut ketika menilai daya tarik pria.
“Temuan ini menunjukkan bahwa pria dan wanita menggunakan isyarat visual yang berbeda saat mengevaluasi daya tarik wajah,” tulis tim peneliti dalam laporannya.
Pendekatan ilmiah yang lebih objektif
Para peneliti menilai pendekatan berbasis pelacakan mata ini sebagai terobosan penting.
Pasalnya, penelitian sebelumnya banyak mengandalkan laporan subjektif partisipan, yang kerap dipengaruhi bias sosial atau ketidaksadaran diri.
Dengan menggunakan kamera perekam tatapan, peneliti dapat mengamati respons alami yang terjadi secara spontan.
“Metode ini memungkinkan kami melihat apa yang benar-benar diperhatikan seseorang, bukan hanya apa yang mereka katakan,” ungkap peneliti dalam publikasi tersebut.
Implikasi dan keterbatasan studi
Meski demikian, tim peneliti mengakui adanya keterbatasan. Menilai daya tarik hanya dari gambar dua dimensi tentu tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi dunia nyata.
Hal ini dikarenakan sudut pandang, gerakan, suara, dan bahasa tubuh turut berperan besar.
Selain itu, preferensi personal dan pengalaman hidup masing-masing individu juga memengaruhi penilaian daya tarik.
Namun, para peneliti menilai temuan ini tetap memiliki manfaat praktis, termasuk dalam dunia bedah kosmetik.
Informasi tentang fitur wajah yang paling menarik perhatian dapat membantu seseorang membuat keputusan yang lebih terarah, sekaligus menghindari prosedur yang sebenarnya tidak perlu.
Penelitian ini sekali lagi menegaskan bahwa ketertarikan bukan sekadar soal tipe, melainkan hasil dari proses kompleks yang sering kali terjadi tanpa kita sadari.
Tag: #bagian #wajah #yang #diam #diam #paling #menarik #dari #pria #wanita #saja