9 Tips Bangkitkan Semangat Kembali Bekerja Setelah Libur Akhir Tahun
- Libur akhir tahun kerap menjadi momen yang dinanti banyak pekerja. Waktu untuk beristirahat, berkumpul bersama keluarga, atau sekadar menjauh sejenak dari tenggat pekerjaan bisa menjadi penawar kelelahan mental.
Namun, kembali ke rutinitas kerja setelah liburan panjang tak jarang memicu stres baru, terutama saat dihadapkan pada tumpukan daftar tugas yang menunggu.
Kunci agar tidak mengalami post-holiday crash adalah melakukan transisi secara bertahap dan realistis.
9 Cara Bangkitkan Semangat Kembali Kerja Setelah Liburan
Alih-alih memaksa diri langsung produktif 100 persen, ada strategi yang bisa membantu tubuh dan pikiran kembali ke ritme kerja.
1. Sadari tidak semua bisa diselesaikan sekaligus
Pelatih manajemen waktu Anna Dearmon Kornick menekankan pentingnya mengatur ekspektasi sejak awal, bahkan sebelum liburan dimulai.
Menurutnya, pesan out of office yang jelas dapat mencegah tekanan berlebih saat kembali bekerja.
“Saya selalu membuat pesan otomatis yang menjelaskan kapan saya benar-benar tidak bisa dihubungi dan kapan orang bisa mengharapkan balasan. Dengan begitu, ekspektasi sudah terbangun sejak awal,” ujar Kornick, disadur dari Huffpost, Kamis (1/1/2026).
Ia menambahkan, menyadari bahwa tidak semua pesan bisa dibalas sekaligus akan memudahkan seseorang memilah prioritas berdasarkan urgensi dan kepentingan.
2. Ambil waktu transisi sebelum hari kerja
Bagi sebagian orang, kembali bekerja tepat sehari setelah liburan justru terasa berat.
Pamela A. Reed, pelatih manajemen waktu dan penulis buku Unfinished Business, menyarankan mengambil satu hari tambahan untuk menyesuaikan pola pikir.
“Hari itu saya gunakan untuk menulis daftar tugas tanpa terburu-buru, lalu memilah mana yang benar-benar harus dikerjakan segera dan mana yang bisa menunggu,” kata Reed.
Cara ini membantu pikiran lebih tertata sebelum kembali menghadapi ritme kantor.
3. Siapkan daftar tugas sebelum liburan berakhir
Membuat to-do list sebelum liburan usai juga dinilai efektif. Pelatih bisnis Katie Wussow mengatakan, daftar tugas yang disiapkan lebih awal membantu pikiran benar-benar beristirahat selama cuti.
“Dengan rencana yang sudah ada, kita tidak kembali ke kantor dalam kondisi bingung harus mulai dari mana,” ujar Wussow.
Ia menyarankan agar daftar tersebut juga dikomunikasikan dengan atasan atau tim agar prioritas tetap sejalan.
4. Mulai dari tugas kecil yang cepat selesai
Saat kembali bekerja, godaan untuk langsung menyelesaikan tugas besar sering kali justru menambah stres. Pelatih produktivitas Samphy Y menyarankan memulai dari tugas-tugas kecil.
“Saya mengerjakan tugas yang hanya memakan waktu kurang dari lima menit terlebih dahulu. Ini membantu menciptakan rasa progres,” saran dia.
Tugas yang lebih besar, lanjut Samphy, sebaiknya dijadwalkan secara khusus, sementara pekerjaan yang bisa didelegasikan tidak perlu dipaksakan dikerjakan sendiri.
5. Terima jika awal kerja berjalan lebih lambat
Produktivitas tidak selalu langsung kembali normal setelah liburan. Konsultan produktivitas Rashelle Isip mengingatkan agar pekerja bersikap lebih berbelas kasih pada diri sendiri.
“Butuh beberapa hari untuk benar-benar rileks saat liburan, jadi wajar jika perlu waktu juga untuk kembali ke rutinitas,” ujarnya.
Isip menyarankan mengerjakan tugas satu per satu dan menuliskan pikiran di atas kertas agar beban terasa lebih ringan.
6. Kelola inbox agar tidak menambah tekanan
Kotak masuk email sering menjadi sumber stres utama. Editor senior Vox, Rachel Wilkerson Miller, mengaku memilih pendekatan ekstrem demi menjaga ketenangan.
“Saya langsung menandai semua email sebagai ‘sudah dibaca’ untuk menghilangkan rasa panik,” ucap dia.
Setelah itu, ia menelusuri email secara bertahap tanpa tekanan seolah semua harus diselesaikan hari itu juga.
7. Susun ulang rutinitas harian
Menurut pakar karier LinkedIn Charlotte Davies, hari pertama kembali bekerja sebaiknya difokuskan untuk menyusun ulang ritme kerja.
“Sisihkan waktu untuk membaca email, menentukan prioritas, dan melakukan catch-up singkat dengan rekan kerja,” ujarnya, dikutip dari Stylist Magazine.
Pendapat senada disampaikan dosen coaching Henley Business School, Sarah Leach. Ia menekankan pentingnya kembali ke rutinitas dasar seperti jam tidur, olahraga, atau kebiasaan pagi.
“Struktur membantu tubuh dan pikiran menyesuaikan diri lebih cepat,” katanya.
8. Tetapkan target kecil dan realistis
Alih-alih langsung memasang target besar, Leach menyarankan membuat tujuan kecil untuk beberapa hari pertama.
Target sederhana, seperti menyelesaikan satu tugas tertunda atau berjalan kaki saat jam makan siang, dapat membantu membangun kembali rasa kendali.
9. Ciptakan lingkungan kerja yang menyegarkan
Meja kerja yang rapi juga berperan dalam meningkatkan semangat. Direktur HR Gleeson Recruitment Group, Suzie Hughes menyebut, lingkungan yang bersih dan tertata dapat memicu energi baru.
“Menata ulang meja kerja adalah cara sederhana untuk memulai babak baru setelah liburan,” ujarnya.
Kembali bekerja setelah libur akhir tahun memang bukan perkara mudah. Namun, dengan langkah bertahap, ekspektasi yang realistis, dan sikap lebih ramah pada diri sendiri, transisi ini bisa dijalani tanpa stres berlebihan.
Tag: #tips #bangkitkan #semangat #kembali #bekerja #setelah #libur #akhir #tahun