Bukan Cuma Hormon, Ini 6 Penyebab Perempuan Sering Merasa Lelah
Ilustrasi(FREEPIK)
16:30
30 Desember 2025

Bukan Cuma Hormon, Ini 6 Penyebab Perempuan Sering Merasa Lelah

- Merasa lelah terus-menerus sering dianggap sebagai dampak perubahan hormon, terutama pada perempuan. Padahal, kelelahan yang berlangsung lama tidak selalu disebabkan oleh faktor hormonal. 

Lebih dari itu, kondisi ini justru berkaitan dengan kebiasaan sehari-hari atau masalah kesehatan tertentu.

Dokter keluarga yang berfokus pada kesehatan perempuan, dr. Beth Oller, menjelaskan bahwa perubahan hormon memang dapat memicu kelelahan, terutama pada masa perimenopause dan menopause. 

“Perubahan hormon memang dapat berkontribusi pada kelelahan, terutama pada masa perimenopause dan menopause,” ujar dr. Oller dikutip dari Parade, Selasa (30/12/2025).

Namun, bukan berarti hormon selalu menjadi penyebab utama. Berikut ini merupakan penyebab perempuan sering merasa lelah.

6 penyebab perempuan sering merasa lelah

1. Stres yang berkepanjangan

Beban peran, tanggung jawab keluarga, pekerjaan, dan tekanan sosial membuat banyak perempuan hidup dalam kondisi stres kronis.

Dokter keluarga dr. Meredith Bourne menyebut, ekspektasi yang tinggi dari diri sendiri maupun lingkungan sekitar menjadi salah satu penyebab utama perempuan mudah kelelahan.

“Alasan terbesar perempuan sering merasa kelelahan adalah ekspektasi yang tidak realistis dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan,” kata dr. Bourne.

Dr. Bourne dan dr. Oller menyarankan perempuan memprioritaskan tidur dengan jadwal yang konsisten, menjaga kamar tetap nyaman, serta menghindari alkohol, kopi, dan penggunaan ponsel sebelum tidur.

2. Gangguan tidur yang tidak disadari

Kelelahan bisa terjadi meski durasi tidur terlihat cukup. Gangguan tidur seperti insomnia, sleep apnea, atau restless leg syndrome dapat membuat tubuh tidak mendapatkan istirahat berkualitas.

Gejalanya meliputi sulit tidur, sering terbangun di malam hari dan tidak bisa kembali tidur, mendengkur keras, tetap mengantuk di siang hari, atau merasa tidak fresh meskipun sudah tidur. Jika kondisi ini berlangsung lama, konsultasi ke dokter sangat dianjurkan.

ilustrasi kelelahan tertentu yang menjadi ciri khas seseorang mengidap diabetes.canva.com ilustrasi kelelahan tertentu yang menjadi ciri khas seseorang mengidap diabetes.

3. Kurang olahraga

Saat tubuh terasa lelah, olahraga sering menjadi hal terakhir yang ingin dilakukan. Padahal, aktivitas fisik justru membantu meningkatkan kualitas tidur dan energi tubuh.

“Olahraga dapat membantu mengatur ritme tidur, mengurangi stres, dan membuat tubuh lebih mudah beristirahat,” jelas dr. Oller.

Melakukan aktivitas fisik atau olahraga dengan intensitas sedang minimal 150 menit per minggu dan dua hari latihan kekuatan cukup untuk membantu mengatasi kelelahan.

4. Pola makan tidak seimbang

Konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak jenuh dapat menyebabkan fluktuasi gula darah dan memengaruhi suasana hati yang memicu rasa lelah. 

Sebaliknya, asupan buah, sayur, protein, dan lemak sehat membantu menjaga energi dan meningkatkan kualitas istirahat yang dibutuhkan.

Pola makan seimbang juga berperan dalam menjaga suasana hati dan kualitas tidur.

5. Kekurangan nutrisi

Kelelahan berkepanjangan dapat menjadi tanda kekurangan nutrisi, seperti zat besi, vitamin B, vitamin D, magnesium, atau vitamin C.

Menurut Cleveland Clinic, kekurangan nutrisi ini tidak hanya memicu lelah, tetapi juga dapat menyebabkan perubahan suasana hati, rambut rontok, atau gangguan konsentrasi.

Kondisi ini dapat dipastikan melalui tes darah atau tes urine untuk diagnosis yang lebih tepat.

6. Ada kondisi medis tertentu

Menurut dr. Oller, beberapa kondisi medis, seperti gangguan tiroid, depresi, penyakit autoimun, hingga infeksi kronis, dapat menyebabkan kelelahan.

Kelelahan juga bisa menjadi gejala awal dari banyak masalah kesehatan lainnya, seperti flu, depresi, penyakit paru obstruktif kronis, penyakit jantung, dan penyakit ginjal.

Kapan perlu ke dokter?

Jika rasa lelah tidak kunjung membaik selama beberapa minggu atau disertai gejala lain seperti sesak napas, jantung berdebar, perubahan berat badan drastis, atau gangguan suasana hati, segera konsultasikan ke dokter.

“Kelelahan yang menetap bukan kondisi yang harus diterima begitu saja. Ada banyak cara untuk mencari penyebabnya dan mendapatkan bantuan,” tutup dr. Oller.

Tag:  #bukan #cuma #hormon #penyebab #perempuan #sering #merasa #lelah

KOMENTAR