Kendala yang Dihadapi RSUD Aceh Tamiang Setelah Beroperasi Lagi
- RSUD Aceh Tamiang di Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, masih terkendala banyak hal meskipun sudah mulai beroperasi sejak 9 Desember 2025.
Direktur Utama RSUD Aceh Tamiang, dr. Andika Putra, SpPD mengungkapkan, salah satunya adalah saluran pembuangan limbah.
"Saluran pembuangan yang tidak berfungsi itu tidak boleh dibiarkan terlalu lama, itu prioritas, harus diperbaiki," ungkap dr. Andika kepada Kompas.com di lokasi, Minggu (28/12/2025).
IPAL dan kekurangan ambulans
Seluruh pelayanan kesehatan menghasilkan limbah. Inilah mengapa setiap rumah sakit wajib memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Bahkan, kewajiban ini tertera dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2019 tentang Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit.
Di RSUD Aceh Tamiang, sistem IPAL sudah tidak berfungsi sejak banjir bandang pada akhir November karena banyak saluran pipa yang pecah, sehingga lumpur masuk dan menyumbat sistem IPAL.
Kondisi terkini RSUD Aceh Tamiang di Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Minggu (28/12/2025).
Kekurangan ambulans
Sebelum terdampak bencana, dr. Andika mengungkapkan bahwa rumah sakitnya memiliki delapan ambulans. Namun, kini semuanya rusak.
"Saat ini ada dua. Itu dua bantuan dari Dinas Kesehatan Aceh Tamiang, dan satu lagi yang akan datang adalah bantuan dari MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) Banten," tutur dia.
Setidaknya, jumlah ambulans saat ini lebih memadai untuk membawa pasien yang akan dirujuk ke rumah sakit lain yang lingkungan dan peralatannya lebih memadai.
Ketika hanya tersedia satu ambulans, ini cukup membuat pusing para dokter bedah, seperti yang dituturkan oleh dr. Surya Martua Harahap, Sp.B kepada Kompas.com, Minggu.
Kala itu, ada dua pasien yang harus dirujuk ke Kota Medan. Namun, keduanya dirujuk ke rumah sakit yang berbeda. Karena hanya ada satu ambulans, kendaraan itu bolak-balik mengantar pasien satu per satu.
"Dengan keterbatasan kami ini, sebaiknya kalau ambulans muat dua, sekali berangkat pasien karena sama-sama ke Medan. Perkara satunya turun di rumah sakit A, yang satu lagi turun di rumah sakit B, terserah. Tapi jangan bolak-balik," ungkap dr. Surya kepada Kompas.com.
Ia khawatir dengan pasien yang harus menunggu karena perjalanan dari RSUD Aceh Tamiang ke Kota Medan memakan waktu lebih dari satu jam, begitu pula sebaliknya.
"Okelah kalau sekali dia (ambulans) jalan ke sana, pasien (kedua) yang bakal dirujuk masih hidup. Kalau pasiennya meninggal? Memang prosedur seperti itu tidak layak (satu ambulans untuk dua pasien rujukan). Dengan segala keterbatasan ini, ibaratnya kami memaksimalkan keadaan yang ada," terang dr. Surya.
Kondisi terkini RSUD Aceh Tamiang di Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Minggu (28/12/2025).
Kendala lainnya dalam mengoperasikan pelayanan kesehatan di rumah sakit itu seperti sedia kala adalah alat untuk mensterilkan alat kesehatan.
Selanjutnya adalah laundry rumah sakit untuk mencuci seluruh seprai yang dibutuhkan, baju operasi, dan unit pengolahan darah.
"Saat ini ICU belum dibuka karena tidak ada ventilator, padahal itu syarat untuk ICU. Yang sudah dibuka UGD (Unit Gawat Darurat), poli klinik rawat jalan, rawat inap, dan ruang operasi, tapi bukan untuk operasi besar," ujar dr. Andika.
Tag: #kendala #yang #dihadapi #rsud #aceh #tamiang #setelah #beroperasi #lagi