Kapan Waktu Terbaik Minum Kopi untuk Kesehatan Jangka Panjang?
- Minum kopi memang bisa dilakukan kapan saja, tapi jika ingin mencapai tujuan mendukung kesehatan jangka panjang, maka pilihlah untuk ngopi di pagi hari.
Penelitian menunjukkan, kebiasaan minum kopi pada pagi hari dikaitkan dengan risiko kematian yang lebih rendah dibandingkan minum kopi sepanjang hari atau tidak minum kopi sama sekali.
Temuan ini menegaskan bahwa manfaat kopi tidak hanya ditentukan oleh jumlah konsumsi, tetapi juga oleh waktu minumnya.
“Temuan kami menunjukkan bahwa bukan hanya apakah seseorang minum kopi atau seberapa banyak, tetapi juga waktu minum kopi yang berperan penting,” ujar Lu Qi MD., Ph.D., mengutip dari Prevention, Senin (29/12/2025).
Konsumsi kopi pada pagi hari dinilai lebih selaras dengan ritme alami tubuh, sehingga manfaat kesehatannya dapat bekerja lebih optimal, selama tidak dikonsumsi dengan tambahan pemanis berlebihan.
Hasil penelitian tentang waktu minum kopi
Kesimpulan tersebut berasal dari studi yang dipublikasikan di European Heart Journal.
Penelitian ini menganalisis data 40.725 orang dewasa di Amerika Serikat dari survei National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES) dalam rentang waktu 1999-2018.
Para peserta diminta melaporkan konsumsi makanan dan minuman mereka, termasuk kebiasaan minum kopi, jumlah, dan waktu konsumsinya.
Data ini kemudian dikaitkan dengan catatan kematian dan penyebabnya selama periode pemantauan sembilan hingga sepuluh tahun.
Hasil analisis menunjukkan bahwa peminum kopi pagi memiliki risiko kematian 16 persen lebih rendah dari berbagai penyebab dan 31 persen lebih rendah akibat penyakit kardiovaskular dibandingkan mereka yang tidak minum kopi.
Sementara itu, konsumsi kopi sepanjang hari tidak menunjukkan penurunan risiko yang sama.
ilustrasi minum kopi dalam jumlah sedang bisa memperpanjang umur.
Mengapa pagi hari lebih dianjurkan?
Para ahli menilai, waktu minum kopi berpengaruh karena berkaitan dengan ritme sirkadian tubuh.
“Hubungan ini mungkin disebabkan oleh interaksi kopi dengan ritme sirkadian,” kata ahli kardiologi Adedapo Iluyomade, MD.
Konsumsi kafein di sore atau malam hari dapat mengganggu kualitas tidur dan produksi hormon melatonin, yakni hormon yang membantu mengatur pola tidur seseorang.
“Minum kafein pada waktu siang hari dapat mengganggu pola tidur dan sekresi melatonin, yang pada akhirnya berpotensi mengurangi manfaat kesehatan kopi,” tutur Iluyomade.
Gangguan tidur sendiri diketahui berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan kematian dini.
“Kualitas tidur yang buruk dan kurang tidur dapat memengaruhi kesehatan dan kesejahteraan tubuh,” sebut Melissa Mroz Planells, DCN., RDN.
Tetap perhatikan jumlah dan kondisi tubuh
Selain dikaitkan dengan kesehatan jantung, konsumsi kopi dalam jumlah sedang juga berhubungan dengan penurunan risiko diabetes tipe 2, beberapa jenis kanker, serta penyakit yang berkaitan dengan sel-sel sistem saraf (neurodegeneratif).
“Konsumsi dalam jumlah sedang juga telah dikaitkan dengan penurunan risiko beberapa kondisi kronis, seperti diabetes tipe 2, kanker, dan penyakit neurodegeneratif,” jelas Iluyomade.
Namun, Iluyomade menekankan bahwa temuan tersebut bersifat observasional. Artinya, respons tubuh terhadap kafein dapat berbeda pada setiap orang dan perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
“Penting untuk menyelaraskan kebiasaan makan dan minum dengan ritme alami tubuh,” ujarnya.
Secara umum, memulai hari dengan satu hingga dua cangkir kopi tanpa pemanis berlebih dinilai aman dan berpotensi memberikan manfaat kesehatan.
Untuk hasil yang optimal, konsumsi kopi sebaiknya dibatasi hingga pagi atau menjelang siang hari, lalu beralih ke minuman tanpa kafein seperti air putih.
Tag: #kapan #waktu #terbaik #minum #kopi #untuk #kesehatan #jangka #panjang