Kenapa Target Diet Perlu Disesuaikan dengan Kondisi Individu? Ini Kata Dokter
Menjalani program diet kerap dimulai dengan satu tujuan utama, menurunkan berat badan.
Namun, dr. Jessica Ferdi, M.Gizi, Sp.GK dari RSAB Harapan Kita, menekankan bahwa target diet tidak bisa disamaratakan untuk semua orang.
Target yang tidak disesuaikan dengan kondisi individu justru berisiko membuat diet gagal dan berdampak kurang baik bagi kesehatan.
“Sebelum menjalani program diet, kita harus memahami terlebih dahulu apa yang ingin dicapai dan bagaimana kondisi tubuhnya. Diet bukan hanya soal mengurangi jumlah makan, tetapi mengatur asupan energi dan makronutrien agar sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu,” jelas dr. Jessica dalam Siaran Langsung Radio Kemenkes, dikutip Senin (29/12/2025).
Diet bersifat personal, tidak bisa disamaratakan
Dokter Jessica menjelaskan bahwa setiap orang memiliki kebutuhan energi yang berbeda, tergantung pada usia, aktivitas harian, kondisi tubuh, dan tujuan diet. Karena itu, target diet seharusnya disesuaikan dengan kondisi individu.
“Tidak semua metode diet cocok untuk semua orang. Mengikuti tren diet tanpa memperhatikan kondisi tubuh bisa membuat tubuh kekurangan energi dan nutrisi penting,” katanya.
Pentingnya memahami kebutuhan energi dan makronutrien
Salah satu persiapan penting sebelum menentukan target diet adalah memahami kebutuhan energi harian dan komposisi makronutrien, yakni karbohidrat, protein, dan lemak.
Dokter Jessica menekankan bahwa mengatur jumlah makanan saja tidak cukup, tetapi juga kualitas dan komposisinya agar metabolisme tubuh tetap optimal.
“Dengan komposisi energi dan makronutrien yang mencukupi kebutuhan individu, diet justru dapat membantu meningkatkan kesehatan secara keseluruhan, bukan malah menurunkan performa tubuh,” ujar dr. Jessica.
Target diet perlu realistis dan terukur
Dokter Jessica menambahkan, menetapkan target diet yang realistis sangat penting.
Target yang terlalu tinggi atau tidak sesuai kondisi tubuh bisa membuat seseorang cepat merasa gagal, meski tubuh sebenarnya sedang beradaptasi.
“Target diet sebaiknya bertahap dan fokus pada perubahan pola makan yang lebih sehat. Target tidak selalu harus berorientasi pada angka timbangan, tapi juga pada perbaikan pola makan, energi, dan kebiasaan hidup yang lebih sehat,” jelasnya.
Persiapan matang menentukan keberhasilan
Keberhasilan diet, menurut dr. Jessica, sangat ditentukan oleh persiapan sejak awal.
Menentukan target tanpa memahami kondisi tubuh dan kebutuhan energi berisiko membuat diet berhenti di tengah jalan.
“Dengan persiapan yang matang, mulai dari memahami kebutuhan nutrisi hingga menetapkan target yang sesuai, program diet bisa berjalan lebih optimal dan berkelanjutan,” tegas dr. Jessica.
Macam-macam program diet
Menurutnya, ada beberapa program diet yang bisa disesuaikan dengan kondisi tubuh, mulai dari diet seimbang hingga diet khusus untuk kondisi medis tertentu.
Beberapa program diet sehat yang umum direkomendasikan meliputi:
- Diet seimbang (balanced diet)
Fokus pada pemenuhan seluruh zat gizi: karbohidrat, protein, lemak sehat, dan serat. Diet ini tidak menekankan pantangan ekstrem, melainkan pengaturan porsi dan pilihan bahan makanan yang sehat.
- Diet penurunan berat badan
Untuk individu dengan berat badan berlebih atau obesitas, prinsip utamanya adalah defisit kalori. Namun, pengurangan kalori tetap harus memperhatikan keseimbangan gizi agar massa otot terjaga.
- Diet peningkatan berat badan
Cocok bagi individu dengan berat badan kurang atau malnutrisi. Tujuannya bukan sekadar menaikkan angka timbangan, tetapi memastikan kenaikan berat badan berasal dari komposisi tubuh yang sehat, termasuk massa otot.
- Diet khusus kondisi medis
Beberapa kondisi kesehatan, seperti diabetes, hipertensi, atau penyakit ginjal, membutuhkan pengaturan diet yang spesifik. Program diet disesuaikan dengan fungsi organ dan kondisi metabolik pasien.
- Diet rendah lemak
Direkomendasikan bagi individu dengan berat badan lebih atau kondisi tertentu yang memerlukan pembatasan asupan lemak, namun tetap memperhatikan lemak sehat.
Dokter Jessica menambahkan, keberhasilan diet tidak hanya diukur dari penurunan berat badan.
Faktor lain seperti perbaikan komposisi tubuh, peningkatan energi, kualitas tidur, aktivitas fisik, dan manajemen stres juga menjadi indikator penting.
Jika ada yang perlu dipertimbangkan lebih lanjut, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi sebelum memulai program diet tertentu.
Tag: #kenapa #target #diet #perlu #disesuaikan #dengan #kondisi #individu #kata #dokter