Para Ibu Wajib Tahu, 6 Tips Mencegah Burnout di Momen Liburan
Ilustrasi ibu rumah tangga.(Dok. Freepik/rawpixel.com)
19:05
29 Desember 2025

Para Ibu Wajib Tahu, 6 Tips Mencegah Burnout di Momen Liburan

- Liburan seharusnya menjadi waktu untuk beristirahat dan menikmati kebersamaan keluarga. Akan tetapi, bagi banyak ibu, momen ini justru sering menjadi periode paling melelahkan dalam setahun. 

Tuntutan untuk menciptakan liburan yang sempurna, mengurus kebutuhan keluarga, hingga menanggung beban mental yang tak terlihat dapat membuat ibu rentan mengalami burnout.

Psikolog terdaftar sekaligus pendiri Malleable Mind, Aidan Kearney, menjelaskan bahwa label sosial seperti ibu yang hebat, kerap membentuk ekspektasi berlebihan terhadap diri sendiri. 

Saat liburan, tekanan ini bisa terasa semakin berat dan menjadi pintu masuk menuju burnout.

Agar liburan tidak berubah menjadi sumber kelelahan emosional, berikut enam tips yang bisa membantu ibu menghindari burnout selama masa liburan.

6 Tips agar ibu tidak burnout saat liburan

1. Ambil jeda nyata untuk mencegah burnout

Burnout sering kali muncul karena ibu terus mengisi waktu libur dengan daftar tugas baru. 

Konsultan burnout sekaligus pendiri Wild Spirit Leadership, Angela Philp menekankan pentingnya benar-benar mengambil jeda.

“Biasanya ada sedikit jeda dari pekerjaan, jadi jangan mengisinya dengan lebih banyak hal untuk dikerjakan,” ujarnya, seperti dilansir Stylist Magazine, Senin (29/12/2025).

Menurut Philp, istirahat yang direncanakan, meski hanya sederhana, dapat membantu mengatur ulang energi mental dan emosional ibu, sekaligus mencegah burnout semakin parah.

2. Bergerak dan dekat dengan alam 

Aktivitas fisik ringan dan berada di alam terbuka terbukti menenangkan sistem saraf. Philp menyarankan ibu untuk meluangkan waktu keluar rumah setiap hari.

“Pergi ke hutan, danau, pantai, atau sekadar berjalan di sekitar rumah. Alam memberi perspektif dan efek menenangkan bagi sistem saraf kita,” jelasnya. 

Ia menambahkan, meluangkan waktu sendiri di alam, meski hanya 30 menit, dapat membantu ibu menjauh dari tekanan dan menurunkan risiko burnout.

3. Kembali pada rasa bahagia 

Burnout kerap membuat ibu kehilangan koneksi dengan hal-hal yang dulu memberi kebahagiaan. 

Philp menyarankan ibu untuk mengingat kembali apa yang benar-benar membawa kegembiraan, baik di masa kecil maupun saat ini.

“Buat daftar hal yang memberi kamu rasa bahagia, lalu masukkan setidaknya satu ke dalam rutinitas liburan,” katanya. 

Dengan menghadirkan kembali momen yang bermakna, ibu dapat mengurangi beban mental dan mencegah burnout akibat kewajiban yang berlebihan.

4. Tetapkan batasan jelas 

Burnout juga dipicu oleh sulitnya memisahkan waktu istirahat dari tuntutan pekerjaan dan media sosial. 

Philp mengingatkan, keinginan terus menggulir ponsel sering kali menjadi tanda kelelahan emosional.

“Letakkan ponsel dan kembali ke kehidupan nyata. Di sanalah energi bisa ditemukan kembali,” terang dia. 

Ia juga menegaskan pentingnya benar-benar meninggalkan pekerjaan sejenak, karena jarak justru membantu ibu kembali dengan perspektif yang lebih segar dan menurunkan risiko burnout.

5. Isi energi diri sendiri 

Kearney mengingatkan, merawat diri bukanlah tindakan egois. Sebaliknya, cara ini justru bisa menjaga kewarasan ibu di tengah momen liburan yang sibuk.

Ia menyarankan ibu untuk secara sadar memilih aktivitas yang mendukung energi dan kesejahteraan. 

Dengan memandang perawatan diri sebagai kebutuhan, bukan kemewahan, ibu dapat mengurangi rasa bersalah dan melindungi diri dari burnout yang berkepanjangan.

6. Kenali tanda burnout sejak dini

Menyadari gejala burnout merupakan langkah penting untuk mencegah dampak yang lebih serius. 

Beberapa tanda burnout antara lain kelelahan berkepanjangan, emosi yang mudah meledak, hilangnya minat terhadap hal yang biasanya menyenangkan, serta perasaan terputus dari diri sendiri.

“Jika kamu merasa sudah berada di tahap burnout, turunkan ekspektasi dan mintalah bantuan,” jelas Philp. 

Ia menambahkan, masa jeda antara liburan dan awal tahun adalah waktu ideal untuk beristirahat, merefleksi diri, dan memulihkan energi.

Lebih jauh, Philp menyatakan, dengan memberi ruang untuk diri sendiri, ibu dapat melewati liburan tanpa burnout dan menyambut tahun baru dengan energi yang lebih sehat dan seimbang.

Tag:  #para #wajib #tahu #tips #mencegah #burnout #momen #liburan

KOMENTAR