8 Tips Liburan Akhir Tahun Bersama Anak agar Tetap Menyenangkan
- Liburan akhir tahun sering menjadi momen yang dinanti keluarga untuk berkumpul dan beristirahat dari rutinitas.
Meski begitu, bepergian bersama anak, terutama yang masih kecil atau memiliki kebutuhan khusus, bisa menjadi tantangan tersendiri.
Perubahan jadwal, perjalanan panjang, hingga rutinitas yang terganggu kerap memicu stres, baik bagi anak maupun orangtua.
Agar liburan akhir tahun bersama anak tetap menyenangkan, berikut sejumlah tips yang bisa diterapkan, berdasarkan saran para psikolog dan ahli perkembangan anak.
8 Tips liburan akhir tahun bersama anak agar tetap menyenangkan
1. Pertimbangkan moda transportasi yang paling ramah anak
Memilih cara bepergian sangat berpengaruh pada kenyamanan anak. Neuropsikolog di New York City, Nechama Sorscher, PhD menyebut perjalanan darat sering kali lebih mudah bagi anak-anak, terutama yang memiliki autisme atau sensitivitas sensorik.
“Bagi anak-anak dengan autisme, perjalanan mobil selama 10 jam sering kali lebih baik daripada penerbangan 90 menit, terutama jika perjalanan dibagi menjadi dua hari,” kata Sorscher, seperti disadur dari Child Mind Institute, Senin (29/12/2025).
Ia menjelaskan, khususnya pada anak-anak yang berkebutuhan khusus, seperti autisme, cenderung lebih toleran terhadap aktivitas berulang di mobil, sementara perjalanan pesawat penuh dengan antrean, transisi, dan suara yang tidak familiar.
Ilustrasi anak di dalam mobil.
2. Manfaatkan perjalanan sebagai momen mempererat hubungan
Perjalanan panjang tidak harus membosankan. Michelle Thirkield, PsyD, psikolog di Pusat Gangguan Kecemasan Child Mind Institute, menyarankan orangtua memanfaatkan waktu ini untuk membangun kedekatan keluarga.
“Sepakati permainan yang akan dimainkan sebelum berangkat agar anak tahu apa yang diharapkan,” ujar Thirkield.
Misalnya, orangtua dapat membuat permainan berburu benda bertema liburan, seperti boneka, dekorasi natal, atau mobil-mobilan. Aktivitas sederhana ini dapat membuat anak merasa terlibat dan perjalanan terasa lebih singkat.
3. Siapkan hiburan dan camilan favorit anak
Hiburan menjadi kunci agar anak tidak cepat bosan selama perjalanan. Direktur blog The Mom Kind, Alicia Trautwein menyarankan orangtua menyiapkan perlengkapan hiburan khusus untuk setiap anak.
“Kami menyiapkan krayon, buku mewarnai, boneka kecil, atau mainan mini dalam wadah yang mudah dijangkau anak,” kata Trautwein.
Thirkield juga menambahkan, tidak masalah jika aturan waktu layar sedikit dilonggarkan selama perjalanan liburan. Mengunduh film atau acara favorit, atau bahkan tontonan baru, dapat membantu anak tetap tenang.
4. Beri waktu lebih untuk istirahat dan bergerak
Jika bepergian dengan mobil, jangan terburu-buru. Memberi waktu istirahat ekstra dapat membantu anak melepaskan kebosanan.
Orangtua bisa mengajak anak berlari sebentar di area berumput yang aman di tempat istirahat sebelum melanjutkan perjalanan. Cara ini membantu anak merasa lebih rileks dan mengurangi rewel selama perjalanan panjang.
5. Tambahkan struktur di tengah rutinitas yang berubah
Liburan akhir tahun sering kali mengganggu rutinitas anak, terutama bagi mereka yang menyukai keteraturan. Thirkield menyarankan orangtua tetap menambahkan aktivitas sederhana selama liburan.
“Cari cara untuk memberi kerangka aktivitas, misalnya dengan mendaftar program harian atau kegiatan singkat yang sesuai minat anak,” ujarnya.
Kegiatan seperti kunjungan ke museum anak, perpustakaan, pusat sains, atau taman bermain di jam yang sama setiap hari dapat membantu anak merasa lebih aman.
6. Sampaikan perubahan jadwal sejak awal
Memberi tahu anak soal liburan sebaiknya tidak dilakukan mendadak. Thirkield mengimbau orangtua mulai menjelaskan jadwal libur seminggu sebelum memasuki minggu liburan.
“Jangan menunggu hari terakhir sekolah atau membiarkan anak mengetahuinya dari guru,” ujarnya.
Penjelasan yang sesuai dengan usia anak dapat membantu mereka mempersiapkan diri secara emosional dan mengurangi kecemasan.
7. Buat jadwal tertulis
Bagi anak-anak jadwal visual sangat membantu. Sorscher menyarankan orangtua membuat jadwal tertulis atau visual selama masa liburan.
“Bagikan jadwal tersebut beberapa kali agar anak benar-benar memahami rencana yang akan dijalani,” kata Sorscher.
Trautwein menambahkan, keluarga bisa menempelkan jadwal liburan di kulkas agar anak bisa melihatnya kapan saja. Cara ini membantu anak mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya dan mengurangi kejutan yang tidak diinginkan.
8. Usahakan jam tidur tetap konsisten
Meski liburan identik dengan kelonggaran aturan, jam tidur sebaiknya tetap dijaga. Thirkield mengingatkan, kebiasaan tidur yang terlalu berubah akan menyulitkan anak saat kembali ke rutinitas sekolah.
“Liburan akan berakhir, dan akan lebih sulit kembali ke pola lama jika anak terbiasa tidur beberapa jam lebih larut,” terang dia.
Sesekali begadang, seperti saat malam Tahun Baru, masih bisa ditoleransi, tetapi sebaiknya tidak menjadi kebiasaan harian.
Liburan akhir tahun bersama anak dapat tetap menyenangkan jika orangtua menyiapkan perjalanan dengan matang, menjaga rutinitas sederhana, dan memahami kebutuhan anak.
Dengan perencanaan yang tepat, liburan tidak hanya menjadi waktu istirahat, tetapi juga momen mempererat hubungan keluarga.
Tag: #tips #liburan #akhir #tahun #bersama #anak #agar #tetap #menyenangkan