Dokter Relawan ILUNI FKUI Dampingi RSUD Aceh Tamiang hingga Siap Beroperasi Mandiri
Kondisi terkini RSUD Aceh Tamiang di Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (27/12/2025).(kompas.com / Nabilla Ramadhian)
22:40
28 Desember 2025

Dokter Relawan ILUNI FKUI Dampingi RSUD Aceh Tamiang hingga Siap Beroperasi Mandiri

- Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (ILUNI FKUI) berkomitmen untuk terus membantu RSUD Aceh Tamiang sampai bisa beroperasi secara mandiri seperti sebelum dilanda banjir bandang pada akhir November 2025.

"Kami sudah berkomitmen bahwa sampai akhir Januari 2026, ILUNI FKUI akan tetap mendukung supaya revitalisasi rumah sakit bisa berjalan secara lancar."

Hal tersebut dikatakan oleh Ketua Umum ILUNI FKUI Dr. dr. Wawan Mulyawan, SpBS, Subspes. N-TB, SpKP, AAK kepada Kompas.com di RSUD Aceh Tamiang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Minggu (28/12/2025).

Direktur Utama RSUD Aceh Tamiang, dr. Andika Putra, SpPD menuturkan, pihaknya memperkirakan rumah sakit tersebut bisa beroperasi kembali dengan normal pada awal Februari 2026.

"Mungkin nanti kami akan coba, pertengahan Januari 2026, secara pelan-pelan memperbanyak lagi tenaga organik. Kalau memungkinkan, per awal Februari 2026 sudah bisa sepenuhnya beroperasi mandiri," ucap dr. Andika, Minggu.

Bantuan Tersedia secara Mandiri

Ketua Umum Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (ILUNI FKUI) Dr. dr. Wawan Mulyawan, SpBS, Subspes. N-TB, SpKP, AAK, saat ditemui di RSUD Aceh Tamiang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Minggu (28/12/2025).kompas.com / Nabilla Ramadhian Ketua Umum Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (ILUNI FKUI) Dr. dr. Wawan Mulyawan, SpBS, Subspes. N-TB, SpKP, AAK, saat ditemui di RSUD Aceh Tamiang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Minggu (28/12/2025).

Perihal komitmen untuk membantu pemulihan RSUD Aceh Tamiang, dr. Wawan mengungkapkan, bahwa seluruh bantuan yang sudah disalurkan tersedia secara mandiri.

Mereka menerima donasi dari masyarakat dan pihak lainnya yang ingin membantu revitalisasi rumah sakit yang menjadi rujukan bagi sebagian besar masyarakat Kabupaten Aceh Tamiang itu.

"Kami memang sepenuhnya donasi itu dikumpulkan dari semua pihak, bukan dari pemerintah. Walau tidak banyak, tapi alhamdulillah untuk pengiriman tim maupun beberapa alat kesehatan, belum terkendala dengan biaya," kata dr. Wawan.

Perihal para dokter yang bersedia menjadi relawan di rumah sakit tersebut, ada banyak yang sudah menyatakan kesediaanya.

Namun, tidak semua diberangkatkan, karena pihak ILUNI FKUI menyesuaikan dengan apa yang dibutuhkan oleh rumah sakit.

"Paling tidak, dalam empat minggu ke depan, ada relawan yang siap berangkat, dari PPDS maupun spesialis. Memang kami perlu koordinasi dengan internal di sini terkait kebutuhannya. Kalau tidak dibutuhkan, tidak kami kirim," jelas dr. Wawan.

Untuk dokter spesialis yang dikirim, tetapi pelayanannya belum berjalan, mereka diperbantukan untuk pelayanan non-pasien.

Pelayanan kesehatan mulai pulih

Saat ini, RSUD Aceh Tamiang memang sudah mulai pulih, meskipun belum begitu optimal.

Bahkan, dr. Andika tidak menyangka rumah sakit tersebut bisa kembali beroperasi secepat ini, dan pelayanan yang dibuka kembali.

Meskipun, saat ini masih ada beberapa kendala, di antaranya adalah lumpur yang masih menutupi banyak area di rumah sakit, dan sistem pembuangan limbah yang belum memadai.

"Tapi alhamdulillah luar biasa perkembangan di rumah sakit. Kami tidak menyangka bisa membuka kembali pelayanan kesehatan secepat ini, kami bayangannya tiga bulan baru bisa buka UGD (Unit Gawat Darurat)," tutur dr. Andika.

Selain itu, rumah sakit juga sudah mengoperasikan ruang operasi, laboratorium, pelayanan rawat inap, dan sebagian besar poli.

"Mudah-mudahan bantuan dari semua bisa bermanfaat bagi masyarakat. Bagi kami, ini sangat membantu karena seluruh tenaga organik masih belum bisa maksima,l karena memamg masih tahap pemulihan masing-masing," ungkap dr. Andika.

Pasalnya, sebagian besar tenaga kesehatan di rumah sakit ini turut menjadi korban bencana. Mereka masih harus berkutat dengan tempat tinggal yang belum bisa ditinggali lantaran masih berlumpur.

"Bantuan dari sejawat merupakan bantuan yang luar biasa," sambung dr. Andika.

Pada pertengahan Januari tahun depan, pihak rumah sakit bakal mengupayakan untuk mengembalikan semua tenaga organik, supaya rumah sakit bisa lekas mandiri sesuai rencana, yaitu awal Februari.

Sebagai informasi, ILUNI FKUI sudah bergerak sejak 6 Desember untuk melakukan rapid assesment terkait mengaktifkan kembali pelayanan kesehatan di RSUD Aceh Tamiang.

Sejak saat itu, sudah ada beberapa tim dokter relawan yang datang untuk membantu mempercepat pemulihan pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut.

Tim terbaru sudah diberangkatkan pada Sabtu (27/12/2028), terdiri dari sembilan dokter spesialis dan PPDS, serta dua mahasiswa koas FKUI.

Adapun, para dokter bakal bertugas selama 10-14 hari untuk menggantikan para dokter relawan yang sebelumnya sudah bertugas di RSUD Aceh Tamiang.

"Kami diskusikan rencana-rencana ke depan seperti apa, termasuk rumah sakit diperkirakan akan beroperasi lagi secara mandiri kapan. Perkiraan Pak Direktur kan awal Februari 2026," ujar dr. Wawan.

"Kami sudah berkomitmen akan tetap mendukung. Jangan sampai tiba-tiba kami putus, padahal rumah sakit belum siap. Lalu apa? Lumpuh lagi," sambung dia.

Tag:  #dokter #relawan #iluni #fkui #dampingi #rsud #aceh #tamiang #hingga #siap #beroperasi #mandiri

KOMENTAR