Kulit Tampak Lebih Tua dan Keriput? Bisa Jadi Makanan Ini Penyebabnya
Kulit sering dianggap hanya membutuhkan perawatan dari luar, padahal apa yang dikonsumsi setiap hari turut menentukan seberapa sehat dan awet muda tampilannya.
Dilansir dari The Independent, konsumsi makanan tinggi garam tidak hanya berdampak pada tekanan darah dan jantung, tetapi juga berpotensi mempercepat penuaan kulit.
Mengapa garam berlebihan berdampak pada kulit?
Dokter kulit dari Westlake Dermatology, dr. Timothy Tran, menjelaskan bahwa garam sebenarnya dibutuhkan tubuh untuk menjaga keseimbangan cairan, fungsi saraf, dan kontraksi otot.
Namun, ketika dikonsumsi berlebihan, natrium justru memicu ketidakseimbangan yang sering kali pertama kali terlihat pada kulit.
“Ketika asupan natrium terlalu tinggi, kulit menjadi salah satu organ pertama yang menunjukkan gangguan,” ujar Tran, dikutip dari The Independent.
Kulit kering dan wajah bengkak jadi tanda awal
Ilustrasi kulit kering. Konsumsi makanan tinggi garam ternyata tidak hanya berdampak pada kesehatan jantung, tetapi juga bisa mempercepat penuaan kulit melalui gangguan hidrasi dan produksi kolagen.
Asupan garam yang tinggi membuat tubuh menahan air berlebih sebagai mekanisme perlindungan, sehingga wajah bisa tampak sembap atau bengkak.
Di sisi lain, air justru bisa tertarik keluar dari sel-sel kulit, menyebabkan kulit mengalami dehidrasi.
Kondisi ini membuat kulit terlihat kering, kusam, dan garis halus menjadi lebih jelas.
Gangguan kolagen dan munculnya keriput lebih cepat
Dokter kulit Michael Lin menjelaskan bahwa tekanan darah tinggi akibat kelebihan garam dapat melemahkan struktur kulit dan mengganggu produksi kolagen.
Kolagen adalah protein penting yang menjaga kulit tetap kencang, elastis, dan terhidrasi.
“Ketika hidrasi kulit terganggu dan stres oksidatif meningkat, kolagen menjadi lebih mudah rusak,” kata Tran.
Dalam jangka panjang, hal ini dapat memicu kulit kendur, tekstur kasar, dan keriput muncul lebih cepat.
Risiko eksim dan peradangan kulit
Natrium berlebih juga dikaitkan dengan peningkatan risiko eksim, kondisi kulit yang ditandai dengan kering, kemerahan, dan rasa gatal.
Penelitian di San Francisco menemukan bahwa tambahan satu gram natrium per hari dapat meningkatkan risiko kambuhnya eksim lebih dari 20 persen.
Peradangan kronis akibat eksim turut berkontribusi pada percepatan penuaan kulit.
Cara mengurangi dampak garam pada kulit
Para ahli menyarankan untuk membatasi konsumsi makanan ultra-olahan seperti keripik, makanan cepat saji, sup kalengan, daging olahan, acar, dan roti kemasan.
Memasak di rumah dinilai lebih aman karena penggunaan garam biasanya lebih terkontrol dibanding makanan siap saji.
Membilas makanan kalengan sebelum diolah juga disarankan karena dapat mengurangi kandungan natrium hingga sekitar 40 persen.
Selain itu, mengonsumsi makanan tinggi kalium seperti pisang, alpukat, dan sayuran hijau dapat membantu mengurangi retensi cairan akibat garam.
Menjaga kulit tetap terhidrasi
Selain mengatur pola makan, mencukupi kebutuhan cairan dan menggunakan pelembap secara rutin juga penting untuk menjaga kesehatan kulit.
Dokter kulit dari National Institutes of Health, dr. Heidi Kong, menegaskan bahwa kulit adalah organ pelindung utama tubuh.
“Kulit berfungsi sebagai penghalang yang melindungi tubuh dari bakteri dan berbagai ancaman lingkungan,” ujarnya.
Tag: #kulit #tampak #lebih #keriput #bisa #jadi #makanan #penyebabnya