ILUNI FKUI Turun Langsung Membantu Pemulihan Layanan Kesehatan di RSUD Aceh Tamiang
- Bantuan dari Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (ILUNI FKUI) dalam memulihkan pelayanan kesehatan di RSUD Aceh Tamiang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, masih berlangsung.
Ketua Umum ILUNI FKUI Dr. dr. Wawan Mulyawan, SpBS, Subspes. N-TB, SpKP, AAK mengungkapkan, pihaknya kembali mengirim dokter relawan untuk menjaga agar pelayanan kesehatan di rumah sakit tidak lumpuh.
"Hari ini kami mengirim tim kedua dari kloter keenam. Ada sembilan dokter spesialis dan PPDS, serta dua mahasiswa koas FKUI," ungkap dr. Wawan kepada Kompas.com di lokasi, Sabtu (27/12/2025).
Adapun, para dokter bakal bertugas selama 10-14 hari untuk menggantikan para dokter relawan yang sebelumnya sudah bertugas di RSUD Aceh Tamiang.
Tiga perwakilan ILUNI FKUI, termasuk dr. Wawan, turut hadir untuk sekaligus memantau kondisi terkini pelayanan kesehatan di rumah sakit.
"Kami akan melihat kira-kira kapan rumah sakit bisa 'disapih' pelan-pelan untuk diserahkan ke organik, karena tidak mungkin rumah sakit dipegang oleh kami," ujar dr. Wawan.
"Kami ingin menilai dan berdiskusi dengan berbagai stakeholder di Aceh Tamiang, kira-kira sampai kapan tim ini akan ada di sini, kami minta masukan sampai berapa minggu ke depan, dan lain-lain," lanjut dia.
Kondisi rumah sakit yang memprihatinkan
Sebagai informasi, Kompas.com dan ILUNI FKUI tiba di rumah sakit sekitar pukul 22.30 WIB. Sepanjang perjalanan, kami melihat banyak tenda pengungsian dan jalanan yang masih berlumpur.
Lumpur pun masih ditemui di RSUD Aceh Tamiang yang kondisinya sangat memprihatinkan. Lumpur lebih banyak masih tersisa di area luar ruangan.
Lantai seluruh lorong luar ruangan pun masih penuh lumpur, sehingga membuat para tenaga kesehatan dan pasien cukup sulit untuk berlalu-lalang.
Tidak hanya itu, sebagian besar area lorong luar ruangan gelap karena lampu tidak menyala. Begitu pula dengan beberapa ruangan di sekitar lorong, yang membuat suasana rumah sakit cukup menyeramkan.
Hal lainnya yang memprihatinkan adalah ruangan-ruangan yang seharusnya bisa digunakan untuk merawat dan memeriksa pasien, justru gelap, berantakan, kotor, dan tidak steril.
Lebih lanjut, banyak kasur dan peralatan rumah sakit yang kotor dan tidak bisa digunakan lagi imbas bencana alam yang melanda kabupaten tersebut.
Bergerak sejak awal Desember
Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (ILUNI FKUI) kembali mengirimkan dokter relawan untuk membantu memulihkan pelayanan kesehatan di RSUD Aceh Tamiang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (27/12/2025).
Terkait kegiatan ILUNI FKUI, dr. Wawan menuturkan bahwa pihaknya sudah turun ke lapangan melalui tim pertama pada kloter pertama sejak 3 Desember.
Mereka melakukan kunjungan bersama dengan para dokter dari RS Cipto Mangunkusumo, untuk membantu mengaktifkan kembali pelayanan kesehatan di RSUD Langsa di Kecamatan Langsa Kota, Kota Langsa.
Tim kedua pada kloter pertama, terdiri dari tiga dokter, berangkat pada 6 Desember untuk melakukan rapid assesment terkait mengaktifkan kembali pelayanan kesehatan di RSUD Aceh Tamiang.
Dua hari kemudian, datang lagi tim dari RS Universitas Indonesia untuk menyiapkan operasionalisasi kembali RSUD Aceh Tamiang.
Dari sini, mereka menjadi "tulang punggung" manajemen dan pelayanan RSUD Aceh Tamiang, dengan dr. Ekasakti menjadi penanggung jawab RSUD Aceh Tamiang interim untuk membantu Direktur RSUD Aceh Tamiang yang sedang terdampak bencana.
Sejak saat itu pula setiap beberapa hari, para dokter relawan dari kloter-kloter selanjutnya bakal datang untuk menggantikan para dokter dari kloter sebelumnya.
"Kemudian, kami juga sedang kerja sama dengan rektorat Universitas Indonesia untuk memulai pelayanan ke Kabupaten Bener Meriah. Hari ini, ada tim yang bergerak ke sana untuk rapid assesment," pungkas dr. Wawan.
Tag: #iluni #fkui #turun #langsung #membantu #pemulihan #layanan #kesehatan #rsud #aceh #tamiang