Bukan Sekadar Seremonial, Ini Makna Natal untuk Hubungan Keluarga Menurut Kemenag
Kumpulan 30 ucapan Natal dalam bahasa Indonesia ini bisa menjadi cara sederhana untuk berbagi kasih, harapan, dan kehangatan di momen Natal.(freepik)
20:55
26 Desember 2025

Bukan Sekadar Seremonial, Ini Makna Natal untuk Hubungan Keluarga Menurut Kemenag

Natal kerap identik dengan perayaan meriah, dekorasi, serta momen berkumpul bersama keluarga besar.

Namun lebih dari itu, Natal juga menyimpan makna mendalam sebagai waktu untuk kembali merawat hubungan dalam keluarga yang kerap tergerus kesibukan.

Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) DKI Jakarta menekankan bahwa perayaan Natal seharusnya tidak berhenti pada aspek seremonial, melainkan menjadi momentum membangun kembali hubungan keluarga yang sehat dan bermakna.

Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Katolik Kanwil Kemenag DKI Jakarta, Antonius Sinaga, menyebut banyak keluarga saat ini menghadapi tantangan serupa, yakni minimnya waktu kebersamaan akibat tuntutan pekerjaan dan aktivitas di luar rumah.

“Menjalin hubungan yang sehat dan bermakna dalam keluarga bisa dilakukan dengan hal-hal sederhana, seperti makan bersama, jalan bersama, dan doa bersama,” kata Antonius dikutip dari Antara, Jumat (26/12/2026).

Menurut Antonius, kebiasaan sederhana tersebut sering kali terabaikan, padahal memiliki peran besar dalam menjaga kedekatan emosional antaranggota keluarga.

Momentum Natal pun dinilai tepat untuk kembali menumbuhkan kebiasaan tersebut.

Ilustrasi kado Natal.Unsplash Ilustrasi kado Natal.

Makna Natal dan pesan untuk keluarga

Pada perayaan Natal 2025, tema yang diangkat adalah “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”.

Tema ini menjadi pengingat bahwa kehadiran kasih Tuhan tidak hanya dimaknai secara spiritual, tetapi juga tercermin dalam relasi yang sehat di dalam keluarga.

Antonius menjelaskan, makna keselamatan dalam Natal tidak berhenti pada kisah kelahiran Yesus sebagai peristiwa sejarah.

Lebih dari itu, keselamatan hadir di tengah tantangan nyata yang dihadapi keluarga modern.

"Tema ini menjadi pengingat bahwa kasih Tuhan hadir di tengah kesulitan dan dapat menjadi fondasi untuk membangun kembali hubungan yang sehat dan bermakna," kata Antonius.

Karena itu, Natal menjadi ajakan bagi setiap keluarga untuk kembali menjadikan rumah sebagai tempat yang aman, hangat, dan penuh kasih, terutama di tengah dinamika kehidupan yang semakin kompleks.

Dari perayaan menuju perubahan sikap

Kemenag berharap perayaan Natal tahun ini tidak hanya dirayakan secara simbolik, tetapi juga berdampak nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satunya dengan membangun kembali komunikasi yang sehat di dalam keluarga.

Antonius juga menyoroti pentingnya keluarga Katolik, termasuk di wilayah Keuskupan Agung Jakarta, untuk bertumbuh bersama dan bergerak menuju kehidupan yang lebih selaras, termasuk dalam mewujudkan pertobatan ekologis.

Dengan demikian, Natal tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga titik awal perubahan sikap yang membawa dampak jangka panjang bagi kebahagiaan keluarga.

Rumah sebagai ruang aman

Pesan serupa disampaikan Menteri Agama Nasaruddin Umar.

Ia mengajak umat Kristiani memaknai Natal sebagai panggilan untuk kembali merawat keluarga, yang menjadi tempat pertama lahirnya kasih, iman, dan harapan.

Menurut Nasaruddin, di tengah arus polarisasi sosial, tekanan ekonomi, serta dampak bencana yang masih dirasakan banyak keluarga, rumah seharusnya kembali menjadi ruang aman bagi setiap anggotanya.

Tag:  #bukan #sekadar #seremonial #makna #natal #untuk #hubungan #keluarga #menurut #kemenag

KOMENTAR