Tren Kesehatan Paling Disorot Sepanjang 2025, Ada Japanese Walking dan Scromiting
Ilustrasi kesehatan jantung. Tahun 2025 dipenuhi tren kesehatan yang viral, tetapi tidak semuanya aman diikuti.(Shutterstock/REDPIXEL.PL)
17:20
26 Desember 2025

Tren Kesehatan Paling Disorot Sepanjang 2025, Ada Japanese Walking dan Scromiting

Tahun 2025 menghadirkan banyak tren kesehatan yang viral, dibicarakan luas di media sosial, dan memengaruhi cara orang menjaga tubuh serta mentalnya, tetapi tidak semuanya layak diikuti.

Berdasarkan laporan Everyday Health, ada tren yang benar-benar membantu kualitas hidup, namun ada pula yang justru menimbulkan risiko kesehatan serius jika ditiru tanpa pemahaman yang tepat.

Berikut rangkuman tren kesehatan paling menonjol sepanjang 2025, lengkap dengan penjelasan sederhana agar mudah dipahami.

5 tren kesehatan positif di 2025

  • Japanese walking, jalan kaki dengan pola terstruktur

Jalan kaki kembali populer lewat metode Japanese walking, yakni berjalan cepat selama tiga menit lalu diperlambat tiga menit secara bergantian selama sekitar 30 menit.

Metode ini bukan sekadar tren media sosial, melainkan berasal dari riset ilmiah Jepang sejak 2007 yang menunjukkan manfaat pada tekanan darah, kekuatan otot kaki, dan daya tahan jantung.

Keunggulannya sederhana, tidak butuh alat, bisa dilakukan siapa saja, dan cocok untuk gaya hidup perkotaan yang sibuk.

  • Harga obat penurun berat badan mulai lebih terjangkau

Obat berbasis hormon GLP-1 yang digunakan untuk obesitas dan diabetes mulai mengalami penurunan harga di beberapa negara.

Walau masih mahal dan tetap harus diawasi dokter, penurunan harga ini membuka akses yang lebih luas bagi pasien yang sebelumnya tidak mampu menjangkaunya.

  • Perimenopause tidak lagi dianggap tabu

Tahun 2025 menjadi titik balik keterbukaan perempuan membicarakan fase perimenopause, yaitu masa transisi sebelum menopause.

Keluhan seperti sulit tidur, perubahan suasana hati, hot flashes, dan kelelahan kini dibicarakan terbuka, sehingga banyak perempuan merasa lebih valid dan berani mencari bantuan medis.

  • Semakin banyak orang mengurangi konsumsi alkohol

Data menunjukkan semakin banyak orang, terutama generasi muda, memilih mengurangi atau berhenti minum alkohol.

Kesadaran akan dampak alkohol terhadap kesehatan mental, kualitas tidur, dan metabolisme menjadi alasan utama, ditambah tren minuman non-alkohol yang makin beragam.

  • Kesadaran meninggalkan hubungan yang merusak mental

Bukan hanya soal fisik, kesehatan mental juga menjadi sorotan lewat tren orang-orang berani keluar dari hubungan toksik.

Diskusi tentang gaslighting, manipulasi emosional, dan kehilangan jati diri makin terbuka, membantu banyak orang menyadari pentingnya batasan demi kesehatan psikologis.

Tren kesehatan buruk yang mengkhawatirkan

Ilustrasi remaja. Tahun 2025 dipenuhi tren kesehatan yang viral, tetapi tidak semuanya aman diikuti.Freepik Ilustrasi remaja. Tahun 2025 dipenuhi tren kesehatan yang viral, tetapi tidak semuanya aman diikuti.

  • Scromiting akibat penggunaan ganja berlebihan

Istilah scromiting muncul untuk menggambarkan kondisi muntah hebat disertai nyeri perut parah akibat penggunaan ganja jangka panjang.

Dokter menegaskan kondisi ini serius dan hanya bisa pulih jika konsumsi ganja dihentikan sepenuhnya.

  • Obsesi protein berlebihan

Protein memang penting, tetapi tren konsumsi protein ekstrem hingga ratusan gram per hari justru berisiko.

Ahli gizi mengingatkan bahwa kelebihan protein dapat mengorbankan asupan serat, sayur, dan buah, bahkan berisiko paparan zat berbahaya dari suplemen tertentu.

  • Kebingungan akibat polemik vaksin

Perubahan kebijakan vaksin yang mendadak di beberapa negara memicu kebingungan dan menurunkan kepercayaan masyarakat.

Akibatnya, angka vaksinasi menurun dan membuka peluang kembalinya penyakit yang seharusnya bisa dicegah.

  • Campak kembali mewabah

Campak, yang sempat dinyatakan hilang, kembali muncul akibat turunnya cakupan imunisasi.

Penyakit ini sangat menular dan bisa berakibat fatal, terutama pada anak-anak dan kelompok rentan.

  • Lonjakan alergi daging merah

Sindrom alpha-gal, alergi daging merah akibat gigitan kutu tertentu, meningkat drastis pada 2025.

Gejalanya sering muncul beberapa jam setelah makan, membuat diagnosis terlambat dan berpotensi berbahaya.

Tren kesehatan bisa menjadi inspirasi, tetapi bukan pengganti saran medis.

Pakar menekankan pentingnya memilah informasi, memahami konteks, dan tidak mengikuti tren hanya karena viral.

Tag:  #tren #kesehatan #paling #disorot #sepanjang #2025 #japanese #walking #scromiting

KOMENTAR