Mengapa Kita Bernostalgia Saat Menyantap Hidangan Natal? Psikolog Ungkap Sebabnya
- Salah satu yang paling diperhatikan dalam menyiapkan rangkaian perayaan Natal adalah makanan, mulai dari merencanakan apa yang akan dihidangkan sampai proses memasaknya.
Sebab, makanan tidak hanya disantap oleh keluarga inti, tetapi juga sanak saudara dan para kerabat yang bakal berkunjung untuk turut memeriahkan Hari Raya Natal.
Saat menyiapkan makanan, mungkin ada beberapa pertanyaan yang muncul di benakmu:
- Apakah ada makanan tertentu yang wajib ada?
- Hidangan utama atau hidangan pendamping apa yang harus disajikan?
- Apakah ada camilan, kue kering, dan permen yang ditunggu-tunggu oleh semua orang?
Membentuk tradisi makanan dalam keluarga
Ilustrasi hidangan Natal.
Seorang profesor dalam program studi psikologi di Western Washington University, Ira Hyman, PhD, menceritakan tentang bagaimana ia dan keluarganya membentuk sebuah tradisi makanan.
“Tradisi ini menggabungkan makanan yang disukai oleh saya dan istri ketika kami masih muda. Kami juga menciptakan beberapa tradisi liburan sendiri dengan menemukan makanan-makanan baru untuk disantap dan dinikmati sepanjang musim liburan,” tulis dia dalam Psychology Today, Kamis (25/12/2025).
Saat makan bersama, anggota keluarga yang terlibat akan bersama-sama mengenang momen tersebut, dan mengingat saat-saat mereka pernah menikmati makanan ini sebelumnya.
Para anggota keluarga juga akan mengingat hidangan yang sempurna sambil sesekali menertawakan kegagalan dalam proses memasaknya.
Makanan bisa membangkitkan nostalgia
Sering kali, aroma dan rasa membangkitkan kenangan tertentu, serta mengingatkanmu akan periode waktu tertentu.
Ilustrasi hidangan Natal.
“Banyak aspek berbeda dari pengalaman saat ini, dapat memunculkan kenangan. Musik efektif dalam memunculkan kenangan, begitu pula dengan mengunjungi rumah lama,” tutur Hyman.
Namun, aroma dan rasa sangatlah kuat, seperti yang tertera dalam novel “In Search of Lost Time” karya penulis asal Perancis bernama Marcel Proust.
“Ia menulis tentang bagaimana rasa kue Petite Madeleine yang dicelupkan ke dalam teh mengingatkannya pada waktu yang ia habiskan bersama bibinya ketika masih kecil,” ungkap Hyman.
Penelitian psikologis terkini juga mendokumentasikan bahwa aroma merupakan isyarat yang sangat efektif untuk ingatan. Namun, mengapa aroma dan rasa begitu efektif?
Antara aroma, rasa, dan ingatan
Hyman menerangkan, ini berkaitan dengan bagaimana seseorang membangun ingatan.
Suatu peristiwa memiliki banyak komponen, mulai dari aroma dan rasa, suara dan indra, serta lokasi dan pengalaman visual.
Ilustrasi
“Ketika kita mengalami suatu peristiwa, kita menggabungkan komponen-komponen yang berbeda untuk menciptakan sebuah ingatan,” jelas dia.
Ketika satu aspek sensori dialami kembali, hal tersebut dapat mengingatkan kita pada keseluruhan pengalaman.
“Ingatan lebih mungkin muncul jika aroma, rasa, dan detail lainnya, secara unik terkait dengan ingatan atau periode waktu tertentu. Musim liburan sangat cocok untuk menciptakan isyarat pengingat yang luar biasa,” ujar Hyman.
Uniknya aspek hidangan liburan, seperti Natal, membuat makanan yang disajikan menjadi pemicu yang kuat untuk kenangan dan nostalgia.
Banyak dari makanan ini hanya dinikmati saat liburan. Jika seseorang memakannya sepanjang tahun, makanan tersebut tidak akan membangkitkan kenangan.
“Namun, aroma dan rasa ini hanya terjadi sekarang, pada waktu tertentu dalam setahun. Semua itu membangkitkan kenangan Natal di masa lalu,” kata Hyman.
“Semua itu mengisyaratkan keajaiban masa kanak-kanak, kegembiraan bersama keluarga, dan terkadang nostalgia untuk masa yang telah hilang selamanya,” lanjut dia.
Tag: #mengapa #kita #bernostalgia #saat #menyantap #hidangan #natal #psikolog #ungkap #sebabnya