Apa Itu Micro-Cheating? Kenali Tanda Selingkuh 'Tipis-Tipis' yang Sering Dianggap Wajar
Ilustrasi orang melakukan micro-cheating (Freepik)
16:52
25 Desember 2025

Apa Itu Micro-Cheating? Kenali Tanda Selingkuh 'Tipis-Tipis' yang Sering Dianggap Wajar

 - Pernah merasa risih melihat pasangan terlalu intens memberi like di medsos orang lain atau curhat berlebihan dengan rekan kerjanya? Hati-hati, bisa jadi itu adalah perselingkuhan mikro atau micro-cheating.

Meski tidak melibatkan kontak fisik, tindakan "kecil" ini sering kali menjadi bom waktu yang menghancurkan kepercayaan dalam hubungan. Banyak orang tidak sadar bahwa perilaku tertentu sebenarnya sudah melanggar batas komitmen.

Dikutip dari CBS News, Psikolog Klinis dan Terapis Pasangan Molly Burrets menjelaskan, bahwa perselingkuhan mikro adalah perilaku kecil yang sering kali sulit diidentifikasi atau dibuktikan, tetapi menunjukkan adanya pelanggaran batasan dalam suatu hubungan.

Apa Itu Micro-Cheating? Lebih dari Sekadar Ramah

Perselingkuhan mikro sering kali dibungkus dengan alasan "cuma bercanda" atau "tidak ada maksud apa-apa". Padahal, ada intensi tersembunyi untuk mendapatkan perhatian atau validasi dari orang selain pasangan.

Beberapa contoh nyata yang sering dianggap sepele antara lain:

- Sengaja menjaga komunikasi intens dengan seseorang yang membuat kita merasa "spesial".

- Memberikan komentar bernada menggoda di media sosial secara konsisten.

- Berbagi rahasia atau masalah pribadi kepada orang lain, padahal seharusnya dibicarakan dengan pasangan.

Molly Burrets memberi contoh, menggoda seseorang di tempat kerja secara berlebihan atau sengaja menciptakan momen intim, meski tanpa niat melanjutkan ke hubungan fisik. Jika kamu lebih nyaman curhat ke orang lain daripada ke pasangan sendiri, itu adalah sinyal merah.

Alasan di Balik Selingkuh Tipis-Tipis

Mengapa seseorang melakukannya? Ternyata alasannya tidak selalu karena niat jahat. Burrets menjelaskan bahwa seseorang yang merasa tidak puas atau kurang diperhatikan bisa mencari validasi di luar tanpa ia sadari.

Burrets menyarankan agar pasangan duduk bersama untuk menentukan batasan. Cobalah ajukan pertanyaan seperti:

"Apa arti setia bagi kita?"

"Perilaku apa yang membuat kita merasa tidak nyaman di media sosial?"


Dampak Buruk: Terkikisnya Rasa Percaya

Sementara itu, pakar hubungan Wendy Walsh melihatnya dari sisi psikologi evolusioner. Menurutnya, manusia cenderung ingin menyimpan "opsi cadangan" sebagai rasa aman jika hubungan utama bermasalah.

Walaupun terlihat ringan, micro-cheating bisa menyedot energi emosional. Burrets menjelaskan bahwa perhatian dari orang baru bisa memicu lonjakan dopamin (perasaan senang). Masalahnya, kapasitas emosional manusia terbatas. Semakin banyak energi untuk orang lain, semakin sedikit yang tersisa untuk pasangan resmi.

Wendy Walsh memperingatkan bahwa ketika seseorang merasa tidak aman secara emosional, kepercayaan akan terkikis perlahan. Hal ini bisa merusak fondasi hubungan meski tidak ada perselingkuhan fisik yang terjadi.

Cara Mengatasi dan Mencegah Sejak Dini

Kunci utama untuk menghentikan tren ini adalah komunikasi yang jujur. Jangan berasumsi bahwa pasangan memiliki standar "setia" yang sama denganmu.

Jika kamu mencurigai pasangan melakukan micro-cheating, jangan langsung menyerang. Walsh menyarankan penggunaan pernyataan "saya" untuk mengungkapkan perasaan, seperti menjelaskan rasa takut atau cemas yang muncul, bukan langsung menyalahkan pasangan.

Ingat, mengabaikan tanda-tanda kecil sering kali dianggap sebagai izin bagi pasangan untuk terus melakukannya. Hubungan yang sehat bukan soal tidak pernah tergoda, tapi tentang konsistensi menjaga batasan yang telah disepakati bersama.

Editor: Kuswandi

Tag:  #micro #cheating #kenali #tanda #selingkuh #tipis #tipis #yang #sering #dianggap #wajar

KOMENTAR