5 Tradisi Perayaan Natal yang Aneh di Dunia
- Tidak semua negara merayakan Natal dengan cara yang umum seperti mendirikan dan menghias pohon Natal, serta bertukar kado.
Namun, ada beberapa negara yang perayaan Natalnya cukup aneh lantaran tidak biasa. Berikut Kompas.com rangkum dari berbagai sumber pada Rabu (24/12/2025).
Tradisi perayaan Natal yang aneh
1. Makan ayam goreng KFC
Pada beberapa negara, hidangan khas makan malam sebelum dan saat Natal adalah kalkun. Namun, makan malam “tradisional” Hari Raya Natal di Jepang adalah ayam goreng, khususnya ayam goreng KFC, seperti dilansir Wanderlust Magazine.
Dahulu, oven yang dimiliki oleh masyarakat Jepang berukuran kecil. Di saat yang bersamaan, ada kampanye pemasaran yang cukup unik ketika restoran cepat saji ini pertama kali membuka cabang di Jepang pada tahun 1970.
Ilustrasi ayam goreng tepung.
Manager restoran KFC pertama di Jepang kala itu, Takeshi Okawara, terbangun tengah malam karena muncul sebuah ide penjualan khusus hari Natal.
Ide dalam mimpi ini muncul setelah ia mendengar beberapa orang asing di restorannya mengatakan bahwa mereka merindukan makan kalkun untuk Natal, dikutip dari BBC.
Okawara berharap, makan malam Natal berupa ayam goreng bisa menjadi pengganti yang memadai. Jadi, ia mulai memasarkan paket hidangan besar sebagai cara untuk merayakan Natal.
Pada tahun 1974, KFC mempromosikan paket bernama “Kurisumasu ni wa Kentakkii” atau “Kentucky for Christmas”. Paket ini langsung melejit, mengingat tidak ada tradisi Natal di Jepang.
Jadi, ketika restoran cepat saji itu datang ke Jepang dan memperkenalkan paket tersebut, masyarakat langsung mengaitkan makan ayam goreng KFC dengan perayaan Natal. Makan ayam goreng adalah apa yang harus dilakukan pada momen tersebut.
2. Menyembunyikan sapu
Ilustrasi sapu.
Di Norwegia, ada sebuah tradisi untuk menyembunyikan sapu saat malam Natal tiba. Banyak masyarakat negara tersebut yang percaya bahwa malam Natal bertepatan dengan kedatangan roh dan penyihir jahat.
Jadi, sebelum hari Natal tiba, mereka menyembunyikan sapu pada malam sebelumnya, lalu beranjak tidur.
Sapu disembunyikan agar tidak “dirusak” oleh para penyihir yang memakainya untuk terbang ke sana kemari.
3. Naik sepatu roda ke gereja
Tradisi perayaan Natal di Venezuela tidak hanya unik, tetapi juga menantang untuk beberapa orang.
Sebab, sepekan menjelang Natal, masyarakat Kota Caracas wajib berkunjung ke gereja menggunakan sepatu roda untuk kebaktian harian yang disebut Misa de Aguinaldo.
Tradisi ini sampai membuat banyak jalan di Ibu Kota ditutup sampai pukul 08.00 waktu setempat guna memberikan akses jalan yang aman bagi para jemaat.
4. Memberi makan kayu gelondong
Ilustrasi kayu gelondong.
Tradisi perayaan Natal yang aneh juga hadir di Katalonia, Spanyol. Namanya adalah caga tio, yang artinya secara harfiah adalah “kayu gelondong yang buang air besar”.
Penduduk wilayah tersebut membuat karakter dari kayu gelondong dengan menggambar wajah dan memberinya topi. Lalu selama dua pekan, mereka “memberi makan” kayu tersebut dengan buah-buahan, kacang-kacangan, dan permen.
Pada malam Natal, seluruh anggota keluarga akan memukul kayu tersebut dengan tongkat dan menyanyikan lagu tradisional sampai kayu “buang air besar” berupa hadiah Natal.
5. Membakar iblis
Di Guatemala, ada tradisi perayaan Natal bernama La Quema del Diablo, alias membakar iblis. Dan mereka secara harfiah memang benar-benar “membakar iblis”.
Negara tersebut sangat menjunjung tinggi kebersihan. Penduduk setempat percaya bahwa iblis dan roh jahat lainnya tinggal di sudut-sudut gelap dan kotor di rumah.
Jadi, mereka menghabiskan sepekan sebelum Natal untuk menyapu, mengumpulkan sampah, dan menumpuk semuanya dalam tumpukan besar di luar rumah.
Lalu, patung iblis diletakkan di atas tumpukan sampah tersebut, dan semuanya dibakar. Maknanya adalah membakar semua hal buruk dari tahun sebelumnya, dan memulai tahun baru dari abu tersebut.