7 Karakteristik Individu Dewasa yang Tumbuh Minim Kehangatan dan Kasih Sayang Emosional
ilustrasi seorang tampak lelah di meja kerja kantor. (Freepik)
10:46
15 November 2025

7 Karakteristik Individu Dewasa yang Tumbuh Minim Kehangatan dan Kasih Sayang Emosional

Masa kecil yang minim kehangatan dan kasih sayang emosional dari orang tua membentuk pola perilaku unik saat dewasa. Pengalaman hidup seperti ini secara mendalam dapat memengaruhi perkembangan emosional dan hubungan interpersonal.

Faktanya, melansir dari Geediting.com, pengalaman ini sering kali menghasilkan sifat-sifat yang terlihat sebagai mekanisme pertahanan diri.

Orang-orang yang tumbuh dalam lingkungan tanpa rasa aman secara emosional mengembangkan strategi bertahan.

Strategi tersebut kemudian terbawa hingga dewasa, memengaruhi cara mereka berhubungan dengan orang lain. Mari kita kenali tujuh sifat yang umum terlihat pada individu dewasa dengan latar belakang ini.

1. Sulit untuk Mempercayai Orang Lain

Kurangnya kehangatan saat kecil membuat mereka membangun dinding perlindungan yang tinggi di sekeliling hati. Individu ini belajar bahwa orang dapat mengecewakan atau pergi kapan saja, sehingga mereka sulit percaya. Mereka cenderung menjaga jarak, meskipun sebenarnya sangat mendambakan kedekatan yang nyata.

2. Kesulitan Mengekspresikan Emosi

Ketika kehangatan dan ekspresi emosi tidak pernah dicontohkan, mereka tidak tahu cara melakukannya dengan baik. Mereka mungkin merasakan emosi yang sangat dalam, tetapi kesulitan mengungkapkannya dalam kata-kata yang jelas. Kerentanan emosional terasa sangat berbahaya, sehingga mereka memilih untuk menutupinya.

3. Terlalu Mengandalkan Kemandirian

Kemandirian adalah sebuah kekuatan, tetapi bagi orang yang kurang kasih sayang, itu menjadi perisai utama mereka. Mereka belajar sejak dini bahwa mengandalkan orang lain hanya akan menimbulkan rasa kecewa dan sakit hati. Mereka menjadi sangat mandiri dan enggan meminta bantuan, menganggapnya sebagai kelemahan.

4. Mengaitkan Harga Diri dengan Pencapaian

Satu di antara sifat yang menonjol adalah kebiasaan mengikatkan harga diri pada keberhasilan dan pencapaian tertentu. Mereka percaya bahwa jika mereka cukup sukses, barulah mereka layak mendapatkan cinta dan perhatian. Mereka akan terus mendorong diri untuk berprestasi, mencari validasi eksternal yang hilang.

5. Cenderung Takut akan Penolakan

Rasa takut akan penolakan ini berakar sangat dalam, seringkali karena mereka merasa tidak layak untuk dicintai. Setiap penolakan yang terjadi terasa seperti pukulan keras yang mengonfirmasi rasa tidak berharga diri mereka. Ketakutan ini dapat menyebabkan perilaku menyenangkan orang lain atau kesulitan menetapkan batasan.

6. Bermasalah dalam Memberi atau Menerima Kasih Sayang

Bagi mereka yang tumbuh tanpa sentuhan atau ungkapan kasih sayang, cinta terasa asing dan tidak nyaman. Pelukan mungkin terasa canggung dan pujian pun bisa terasa mencurigakan. Mereka kesulitan menerima bahwa cinta dapat ada tanpa perlu dibalas atau melalui transaksi tertentu.

7. Berjuang untuk Percaya Mereka Layak Dicintai

Mungkin ini adalah kebenaran yang paling sulit, yaitu perjuangan untuk meyakini bahwa mereka layak untuk dicintai. Mereka secara tidak sadar meyakini bahwa kurangnya kehangatan di masa kecil berarti mereka memang tidak pantas mendapatkannya. Pola pikir ini dapat memicu kekhawatiran konstan akan kehilangan kasih sayang orang lain.

Sifat-sifat ini bukanlah takdir permanen, melainkan mekanisme pertahanan yang pernah berfungsi di masa lalu. Mengakui pola-pola ini adalah langkah pertama dan paling penting menuju penyembuhan emosional. Ada harapan untuk belajar tentang kasih sayang dan kehangatan yang sesungguhnya.

Melalui upaya sadar dan dukungan yang tepat, seseorang bisa membangun koneksi yang sehat dan belajar memercayai orang lain. Kita bisa mengajarkan kembali pada diri kita sendiri bahwa kita pantas dicintai tanpa syarat.

Editor: Novia Tri Astuti

Tag:  #karakteristik #individu #dewasa #yang #tumbuh #minim #kehangatan #kasih #sayang #emosional

KOMENTAR