Gaya Komunikasi Unik Korea Utara: Mengungkap Bagaimana Norma Budaya Pengaruhi Dinamika Bisnis di Tempat Kerja
Ilustrasi seorang karyawan dengan latar belakang kelas bawah mungkin merasa tertekan untuk menyuarakan pendapat dalam rapat, karena takut mendapatkan penilaian negatif (Freepik)
12:08
30 September 2024

Gaya Komunikasi Unik Korea Utara: Mengungkap Bagaimana Norma Budaya Pengaruhi Dinamika Bisnis di Tempat Kerja

 

Gaya komunikasi di Korea Utara sangat unik dan dipengaruhi oleh norma budaya yang mendalam. Memahami cara berinteraksi ini penting bagi pelaku bisnis, karena dapat membantu menciptakan hubungan yang harmonis dan efektif dalam lingkungan kerja yang formal dan terstruktur.

Norma budaya adalah aturan dan nilai yang mengatur perilaku individu dalam suatu kelompok. Norma ini mencakup sikap, tradisi, dan kebiasaan yang dihargai oleh masyarakat, mempengaruhi cara orang berinteraksi dan berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari.

Mengetahui norma budaya di Korea Utara sangat penting untuk kesuksesan bisnis. Pemahaman ini membantu menghindari kesalahpahaman, membangun hubungan yang lebih baik, dan menyesuaikan strategi komunikasi agar sesuai dengan nilai-nilai lokal yang dihormati dalam lingkungan kerja.

Berikut norma budaya mempengaruhi bisnis dan pekerjaan di Korea Utara dilansir dari laman rivermate.com oleh JawaPos.com, Senin (30/9):

  1. Gaya Komunikasi Unik

Gaya komunikasi di tempat kerja Korea Utara sangat unik. Memahami gaya ini membutuhkan pengetahuan mendalam tentang struktur politik dan sosial yang ada. Keterusterangan, formalitas, dan isyarat non-verbal adalah beberapa aspek utama yang mempengaruhi interaksi di lingkungan kerja.

Contohnya dalam rapat, karyawan seringkali tidak menyampaikan kritik secara langsung terhadap atasan mereka. Sebaliknya, mereka menggunakan eufemisme untuk menyampaikan kekhawatiran tanpa mengganggu keharmonisan yang diharapkan.

  1. Ketidaklangsungan dalam Komunikasi

Komunikasi tidak langsung sangat dihargai di Korea Utara. Kritik terbuka kepada atasan bisa dianggap tidak sopan, sehingga banyak karyawan memilih untuk menyampaikan pendapat mereka dengan cara yang lebih halus. Hal ini mencerminkan penekanan pada keharmonisan sosial dan rasa hormat terhadap hierarki.

Misalnya ketika seorang karyawan merasa tidak setuju dengan keputusan atasan, mereka mungkin akan menggunakan frasa yang lebih diplomatis atau berbicara di luar rapat untuk menghindari ketegangan.

  1. Tingkat Formalitas yang Tinggi

Formalisasi komunikasi sangat menonjol di tempat kerja. Dalam interaksi sehari-hari, penggunaan gelar dan sebutan kehormatan adalah hal yang biasa. Karyawan diharapkan untuk berbicara dengan sopan dan menghindari perbincangan informal.

Contohnya saat menyapa atasan, karyawan biasanya akan menggunakan nama lengkap dan gelar mereka. Dalam komunikasi tertulis, laporan harus mengikuti format yang ketat untuk menunjukkan rasa hormat dan profesionalisme.

  1. Pentingnya Isyarat Non-Verbal

Isyarat non-verbal memainkan peran penting dalam komunikasi. Bahasa tubuh, seperti menjaga kontak mata secara singkat dan membungkuk, mencerminkan rasa hormat. Ekspresi wajah seringkali terkendali, menunjukkan bahwa emosi tidak selalu diungkapkan secara terbuka.

Misalnya saat berbicara dengan atasan, seorang karyawan mungkin membungkuk sebagai bentuk penghormatan. Jika mereka menghindari kontak mata, hal itu bisa diartikan sebagai tanda tidak hormat atau ketakutan terhadap otoritas.

  1. Pengaruh Negara pada Praktik Bisnis

Praktik bisnis dipengaruhi secara signifikan oleh struktur negara. Sistem kelas sosial, yang dikenal sebagai "Songbun", mempengaruhi kemampuan individu untuk berpartisipasi dalam diskusi. Mereka dari kelas bawah seringkali lebih ragu untuk berbicara di depan umum.

Contohnya seorang karyawan dengan latar belakang kelas bawah mungkin merasa tertekan untuk menyuarakan pendapat dalam rapat karena takut mendapatkan penilaian negatif dari rekan-rekannya.

  1. Praktik Negosiasi yang Unik

Negosiasi di Korea Utara dipengaruhi oleh ideologi politik. Pendekatan ini seringkali melibatkan sikap kuat dan provokasi yang terukur. Negosiator berusaha mendapatkan keuntungan jangka panjang dan tidak terburu-buru dalam membuat konsesi.

Misalnya saat melakukan negosiasi dengan pihak luar, mereka mungkin menunda kesepakatan untuk menunjukkan kekuatan posisi mereka, sambil tetap mempertimbangkan pragmatisme ekonomi demi keuntungan nyata.

  1. Memahami Struktur Hierarki

Struktur hierarki yang kaku mendominasi praktik bisnis. Pengambilan keputusan terpusat sangat umum, di mana informasi mengalir dari atas ke bawah. Hal ini membatasi inisiatif di tingkat yang lebih rendah.

Contohnya seorang manajer yang harus menunggu persetujuan dari atasan sebelum mengambil keputusan penting, yang seringkali memperlambat kemajuan proyek.

  1. Gaya Kepemimpinan Paternalistik

Kepemimpinan di Korea Utara cenderung paternalistik. Pemimpin mengharapkan kesetiaan dari bawahannya, menjaga kontrol ketat melalui pengawasan. Gaya ini mungkin menghambat inisiatif individu.

Misalnya seorang karyawan mungkin merasa tidak nyaman mengajukan ide-ide baru karena takut menghadapi hukuman atau penilaian negatif dari atasan mereka.

  1. Pengaruh Hari Libur dan Perayaan

Hari libur di Korea Utara memiliki dampak besar pada operasi bisnis. Perayaan penting sering kali mengakibatkan penutupan bisnis, dan karyawan diharapkan untuk berpartisipasi dalam kegiatan patriotik.

Contohnya pada Hari Matahari, yang merayakan kelahiran Kim Il-sung, banyak perusahaan tutup dan karyawan terlibat dalam acara publik seperti parade dan pertunjukan budaya.

  1. Dampak pada Jadwal Kerja

Jadwal kerja sering kali terpengaruh oleh perayaan nasional. Selama hari-hari libur, jam kerja biasanya dikurangi atau bisnis tutup sepenuhnya. Oleh karena itu, penting untuk menjadwalkan pertemuan di luar periode tersebut.

Misalnya jika ada rencana untuk mengadakan rapat penting, sebaiknya dihindari pada waktu menjelang Hari Bintang Cemerlang, karena banyak karyawan yang terlibat dalam perayaan tersebut.

Memahami gaya komunikasi unik di Korea Utara adalah kunci untuk sukses dalam bisnis. Dengan menghargai norma budaya yang ada, pelaku bisnis dapat membangun hubungan yang kuat dan beradaptasi dengan dinamika kerja yang kompleks dalam lingkungan yang terstruktur ini.

 ***

Editor: Novia Tri Astuti

Tag:  #gaya #komunikasi #unik #korea #utara #mengungkap #bagaimana #norma #budaya #pengaruhi #dinamika #bisnis #tempat #kerja

KOMENTAR