Perempuan yang Kuat di Luar tapi Rapuh di Dalam Biasanya Menunjukkan 6 Tanda Ini
Ilustrasi: 6 tanda yang menunjukkan bagaimana seorang wanita tampak kuat di luar tetapi sebenarnya rapuh di dalam. (Pexels)
11:34
13 September 2024

Perempuan yang Kuat di Luar tapi Rapuh di Dalam Biasanya Menunjukkan 6 Tanda Ini

 

  – Kaum hawa sering kali dinilai sebagai sosok yang lemah dan butuh sosok pria sebagai tempat bergantung. Nyatanya, seiring berjalannya waktu dan zaman, sekarang telah banyak perempuan yang bisa hidup mandiri dan lebih kuat dalam menjalani hidup tanpa bergantung pada kaum adam.   Yang menjadikan perempuan sebagai sosok kuat dapat terjadi berkat beberapa faktor, salah satunya karena masa lalu yang buruk. Karena tidak ingin merasakan rasa sakit yang sama untuk kedua kalinya, menjadi alasan untuk para perempuan mengubah kepribadiannya.   Namun, walau mereka telah menjadi tampak tangguh dan tidak mudah dihancurkan dari luar, sebenarnya mereka masih berjuang untuk melawan gejolak emosi dan rasa sakit yang mendalam hati dan pikiran mereka. Dan meskipun mereka sudah tampak kuat, ada tanda-tanda halus yang mengungkap perasaan mereka yang sebenarnya.   Melansir laman Geediting, Jumat (13/9), berikut adalah 6 tanda yang menunjukkan bagaimana seorang perempuan tampak kuat di luar tetapi sebenarnya rapuh di dalam.   1. Mandiri   Kemandirian yang kuat ini adalah perisai dan cara mereka mempertahankan kendali saat batinnya kacau. Itu adalah usaha untuk membuktikan kepada dirinya sendiri dan orang lain bahwa meskipun mengalami gejolak emosi, mereka masih kuat dan mampu.   2. Selalu sibuk   Menariknya, perempuan yang menghadapi masalah emosional internal sering kali memiliki jadwal yang padat. Dari saat mereka bangun hingga tidur, hari mereka dipenuhi dengan tugas dan kegiatan.   Kesibukan yang terus-menerus ini mengalihkan perhatian dari kekacauan batin mereka. Ini adalah mekanisme penanganan yang memungkinkan mereka menghindari rasa sakit batin mereka.   Psikologi menunjukkan bahwa terlalu sibuk dapat menjadi bentuk cognitive avoidance (penghindaran kognitif). Dengan mengisi waktu mereka dengan tugas, para perempuan ini dapat menghindari hal-hal yang menyakitkan mereka dengan distraksi.   3. Sulit untuk terbuka   Banyak perempuan yang hatinya hancur merasa sangat sulit untuk terbuka tentang perasaan mereka. Mereka sering takut dihakimi, disalahpahami, atau terlihat lemah.   Jadi, mereka memilih untuk memendam emosi di dalam hati, berpura-pura kuat, dan tenang. Mereka akan menghindari percakapan yang mendalam atau bahkan mengganti topik pembicaraan ketika topik menuju ke ranah pribadi.   4. Peka terhadap perasaan orang lain   Perempuan yang mengalami gejolak emosi sering kali sangat peka terhadap perasaan orang-orang di sekitar mereka. Mereka memahami rasa sakitnya, sehingga mereka dapat berempati secara mendalam saat melihat orang lain menderita.   Perjuangan mereka sendiri menghadapi rasa sakit emosional membuat mereka berbelas kasih dan peka. Mereka akan berusaha keras untuk menghibur orang lain, bahkan sering kali mengutamakan kebutuhan orang lain daripada diri mereka sendiri.   5. Perfeksionis   Perfeksionisme adalah sifat lain yang sering terlihat pada perempuan yang hatinya hancur. Semua yang mereka lakukan harus sempurna dan tidak ada ruang untuk kesalahan atau hal yang biasa-biasa saja.   Upaya mencapai kesempurnaan ini adalah cara mereka untuk mendapatkan kembali kendali ketika segala sesuatu terasa kacau dan tidak terduga.   6. Menghindari hubungan dekat   Perempuan yang hatinya hancur sering kali menjaga jarak dengan orang lain. Mereka mungkin memiliki lingkaran sosial yang luas, tetapi hubungan dekat sangat sedikit.   Ketakutan akan disakiti atau dikecewakan dapat membuat mereka membangun tembok di sekeliling diri mereka. Mereka percaya bahwa dengan menjaga jarak emosional, mereka dapat melindungi diri dari rasa sakit yang lebih parah.  

***

Editor: Novia Tri Astuti

Tag:  #perempuan #yang #kuat #luar #tapi #rapuh #dalam #biasanya #menunjukkan #tanda

KOMENTAR