



Joe Biden Kembali Marahi Netanyahu, Minta Gencatan Senjata 6—8 Minggu di Gaza
Biden mengatakan cara yang digunakan Netanyahu untuk menangani perang di Gaza adalah suatu "kesalahan".
"Saya pikir apa yang dia (Netanyahu) lakukan adalah suatu kesalahan. Saya tidak sepakat dengan pendekatannya," kata Biden dalam wawancara hari Rabu, (3/4/2024), dikutip dari Reuters.
Pernyataan Biden itu disampaikan dua hari setelah Pasukan Pertahahan Israel (IDF) menyerang konvoi World Central Kitchen di Gaza.
Sebelumnya, Biden juga menuding Israel melancarkan serangan di Gaza "tanpa pandang bulu".
Di samping itu, Biden mengklaim aksi militer Israel di Gaza "tak dapat ditoleransi".
Gedung Putih mengatakan pekan lalu Biden berbincang dengan Netanyahu melalui panggilan telepon
Dikutip dari The Times of Israel, Biden mengancam akan membuat syarat-syarat bantuan untuk Israel agar negara Zionis itu mengambil langkah nyata untuk melindungi staf kemanusiaan dan warga sipil.
Beberapa jam setelah perbicangan itu, kabinet keamanan Israel menyetujui sejumlah langkah untuk bertujuan untuk meningkatkan masuknya bantuan ke Gaza.
Imbasnya, dalam beberapa hari belakangan ada banyak peningkatkan jumlah masuknya truk bantuan ke Gaza.
Adapun dalam wawancara hari Selasa pekan ini Biden juga mendesak Israel untuk menyerukan gencatan senjata dengan Hamas.
"Yang saya minta kepada Israel ialah menyerukan gencatan senjata, yang memungkinkan akses total terhadap semua makanan dan obat-obatan masuk ke negara itu selama 6—8 minggu ke depan," ujar Biden.
"Saya sudah berbicara dengan semua orang dari Arab Saudi, Yordania, dan Mesir. Mereka bersiap untuk masuk."
Setelah wawancara itu ditayangkan, seorang pejabat senior Gedung Putih menyebut pernyataan Biden itu merujuk pada usulan gencatan senjata yang kini dinegosiasikan oleh pemerintah AS.
Dalam usulan itu akan pembebasan sekitar 40 warga Israel yang disandera. Pembebasan itu dilakukan selama periode 6 hingga 8 pekan.
Kata pejabat itu, pernyataan Biden bukanlah permintaan agar Israel mendeklarasikan gencatan senjata secara sepihak.
"Tidak ada perubahan dalam sikap kami. Presiden menegaskan sikap lama kami: Kami menyerukan gencatan senjata dengan segera yang akan berlangsung selama setidaknya 6 minggu sebagai bagian dari kesepakatan tentang sandera," ujar pejabat itu.
Adapun bulan lalu AS mengizinkan lolosnya resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang isinya desakan adanya gencatan senjata.
Resolusi itu bisa disahkan setelah AS memilih abstain atau tidak menggunakan hak vetonya untuk menghalangi resolusi tersebut.
Para pejabat AS menegaskan bahwa abstainnya AS itu bukanlah tanda bahwa AS telah mengubah kebijakannya perihal perang di Gaza.
Namun, serangan Israel terhadap konvoi World Central Kitchen beberapa waktu lalu diduga telah memunculkan banyak tekanan dari Partai Demokrat kepada Biden.
Biden diminta untuk mengambil langkah lebih banyak untuk menangani bencana kemanusiaan di Gaza.
Dia turut mengungkapkan kemarahannya kepada Netanyahu atas serangan itu. Menurut Biden, serangan Israel itu tak bisa diterima.
Biden kemudian menjelaskan kepada Netanyahu bahwa kebijakan AS bergantung pada apakah Israel bisa menerapkan langkap-langkah untuk mengindarkan warga sipil dan pekerja kemanusiaan dari bahaya.
Adapun pada hari Selasa, (9/4/2024), Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin berbicara dengan Menteri Pertahanan Israel Yoavl Gallant melalui panggilan telepon.
Austin menegaskan pentingnya meningkatkan aliran masuk bantuan ke Gaza.
Keduanya turut membahas tragedi serangan Israel ke konvoi World Central Kitchen.
Mereka mengungkapkan pentingnya perubahan prosedur agar peristiwa seperti itu tidak terjadi lagi.
Dalam perbincangan itu Gallant juga menyampaikan rincian tentang penarikan mundur pasukan Israel dan rencana Israel berikutnya di Gaza.
(Tribunnews/Febri)
Tag: #biden #kembali #marahi #netanyahu #minta #gencatan #senjata #minggu #gaza