Israel Sebut UEA Sahabat Sejati, Hubungan Makin Erat Saat Perang Iran
- Seorang pejabat senior Israel mengungkapkan, hubungan diplomatik antara negaranya dengan Uni Emirat Arab (UEA) justru semakin erat saat perang melawan Iran.
Kedekatan ini ditandai dengan lonjakan kerja sama di sektor militer serta terbukanya peluang baru di bidang perdagangan dan bisnis.
Pejabat Israel yang berbasis di kawasan Teluk tersebut membeberkan bahwa dua delegasi dari Tel Aviv dijadwalkan tiba di UEA pada pekan depan.
Salah satunya adalah tim dari Kementerian Transportasi Israel yang akan membahas proyek raksasa koridor perdagangan regional yang menghubungkan India, Timur Tengah, hingga Eropa.
Baca juga: Trump Murka Oman Terlalu Dekat dengan Iran, UEA dan Saudi Ikut Kesal
Kunjungan ini akan menjadi yang pertama sejak perang meletus pada 28 Februari, ketika Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran dan memicu reaksi balasan Iran terhadap negara-negara Teluk.
"Ini menghadirkan peluang untuk mempererat hubungan. Kami percaya pada pasar ini, kami percaya orang-orang harus datang. Ada banyak peluang untuk kerja sama," kata pejabat Israel itu, dikutip dari AFP, Selasa (2/6/2026).
"Peningkatan kerja sama akan terus berkembang, tidak hanya dalam kerja sama militer," sambungnya.
Baca juga: Bukan Cuma AS dan Israel, UEA Ikut Bombardir Iran dengan Puluhan Serangan
Sebut Israel sahabat sejati UEA
Pejabat itu bahkan menyebut Israel sebagai "sahabat sejati" UEA.
"Israel membuktikan dirinya sebagai sahabat sejati UEA ketika negara-negara lain tidak melakukannya," ujarnya.
"Israel datang untuk berdiri berdampingan, di negara seperti UEA, hal itu sangat berarti," sambungnya.
Abu Dhabi telah membayar untuk perang tersebut, dengan sektor pariwisata yang merosot dan ekspor energi yang terpangkas karena Iran memblokade Selat Hormuz.
Baca juga: Pipa Minyak UEA yang Jadi Alternatif Selat Hormuz Sudah Separuh Jalan
Namun, alih-alih menyerukan gencatan senjata, mereka justru bersikeras pada solusi komprehensif yang melampaui gencatan senjata dan mencakup program rudal Iran, serta dukungan terhadap kelompok proksi regional.
"Mereka sangat berani dengan posisi yang mereka ambil. (Negara-negara lain) hanya ingin kembali ke keadaan sebelum mereka diserang," kata pejabat itu.
"Saya tidak mengatakan untuk menyerang balik, tetapi janganlah kalian menutup mata terhadap kenyataan," tambahnya.
Baca juga: UEA Sebut Peluang AS dan Iran untuk Sepakat soal Selat Hormuz 50:50
Buah Kesepakatan Abraham
UEA mengakui Israel pada 2020 berdasarkan Kesepakatan Abraham yang ditengahi AS.
Padahal, hal ini bertentangan dengan konsensus Arab bahwa masalah Palestina harus diselesaikan sebelum hubungan dinormalisasi.
Pekan lalu, Presiden AS Donald Trump menuntut agar sejumlah negara bergabung dalam kesepakatan tersebut sebagai bagian dari perjanjian perdamaian dengan Iran.
Bagi pejabat Israel tersebut, hubungan yang lebih erat dengan Uni Emirat Arab akan menunjukkan dampak Kesepakatan Abraham, yang diharapkan akan diperluas dan menciptakan stabilitas kawasan.
Namun, pejabat tersebut tidak mengonfirmasi komentar AS bahwa Israel mengirimkan baterai pertahanan udara Iron Dome dan personel ke UEA.
Mereka juga menolak berkomentar mengenai laporan The Wall Street Journal yang menyebutkan bahwa UEA melakukan puluhan serangan terhadap Iran berkoordinasi dengan Israel dan AS.
Tag: #israel #sebut #sahabat #sejati #hubungan #makin #erat #saat #perang #iran