Target Integrasi dengan MUFG Efektif 2027, Danamon Masih Matangkan Skema
- PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) masih mematangkan skema integrasi dengan induk usahanya yakni MUFG Bank Cabang Jakarta.
Saat ini prosesnya masih dalam tahap persiapan dan pembahasan bersama regulator sebelum dapat direalisasikan.
Direktur Bank Danamon Indonesia Rita Mirasari mengatakan saat ini skema integrasi yang akan dijalankan belum ditetapkan.
Pihaknya masih melakukan berbagai persiapan dan akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Belum, kita belum ini kok. Ya kan nanti kita lagi siap-siapin. Tapi kita ikutin lah, nanti kita juga banyak diskusi dengan OJK bentuknya (skema) seperti apa", ujar Rita saat ditemui di Perbanas Institute Jakarta, Selasa (2/6/2026).
Baca juga: Danamon dan OJK Kompak Bantah Isu Delisting untuk Penuhi Free Float
Rita juga membantah anggapan bahwa rencana integrasi tersebut berkaitan dengan posisi free float saham Bank Danamon yang masih di bawah ketentuan minimum 15 persen.
Menurutnya, kajian integrasi tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai potensi pengembangan bisnis dan sinergi yang dapat dihasilkan antara Danamon dan MUFG.
"Ini kan memang melihat dari potensi bisnis segala macam. Tapi gak ada, gak ada sama sekali, gak ada kaitannya (dengan free float)," ucapnya.
Sebagai informasi, pada 11 Mei 2026, Danamon mengumumkan telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan MUFG Bank Ltd. untuk menjajaki potensi integrasi antara Danamon dan MUFG Bank Jakarta Branch atau MUFG Indonesia.
Melalui rencana tersebut, kedua entitas ingin menggabungkan kekuatan, keahlian, serta jaringan bisnis global dan nasional guna membentuk salah satu institusi keuangan global terkemuka di Indonesia.
Dalam keterbukaan informasi kepada publik, Danamon menyebutkan bahwa saat ini kedua pihak telah sepakat memulai pekerjaan persiapan sebelum menandatangani perjanjian yang mengikat pada tahap berikutnya.
Struktur integrasi yang diusulkan nantinya akan dituangkan dalam Rancangan Integrasi yang akan diajukan kepada regulator dan pemegang saham sesuai ketentuan yang berlaku.
Perseroan memperkirakan proses integrasi tersebut dapat efektif pada 2027, dengan tetap bergantung pada persetujuan OJK dan pemegang saham.
Selama proses integrasi berlangsung tidak ada perubahan terhadap kegiatan operasional kedua entitas.
Nasabah tetap dapat menggunakan seluruh produk dan layanan seperti biasa, sementara hubungan kontraktual dengan mitra usaha, vendor, kontraktor, maupun perusahaan alih daya tetap berjalan sebagaimana mestinya.
Sebagai informasi, Danamon yang menjadi entitas anak MUFG sejak 2019 memiliki total aset konsolidasian sebesar Rp 275,7 triliun per akhir 2025.
Sementara MUFG Indonesia mencatat total aset Rp 207 triliun dan selama ini berfokus melayani nasabah korporasi besar, termasuk perusahaan Indonesia, Jepang, dan multinasional yang beroperasi di Indonesia.
Integrasi tersebut sejalan dengan agenda OJK dalam mendorong konsolidasi industri perbankan nasional.
Apabila terealisasi, bank hasil integrasi akan tetap menjadi entitas anak konsolidasian MUFG Bank dan diharapkan mampu memperluas jangkauan layanan kepada segmen nasabah yang lebih beragam di Indonesia.
Baca juga: Danamon dan MUFG Indonesia Jajaki Integrasi, Target Efektif pada 2027
Tag: #target #integrasi #dengan #mufg #efektif #2027 #danamon #masih #matangkan #skema