Qodari Tepis Persepsi Pelatihan Komcad ASN Upaya Terapkan Militerisme
- Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI Muhammad Qodari menyatakan Latihan Dasar Militer (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad) Aparatur Sipil Negara (ASN) bukan upaya pemerintah untuk menerapkan sistem yang militeristik.
“Sama sekali tidak (Komcad ASN untuk militeristik),” kata Qodari di Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (5/6/2026).
Baca juga: Pelatihan Militer untuk Sipil: Pembinaan Karakter atau Militerisme?
Qodari mengatakan pembentukan Komcad ASN merupakan bagian dari amanat konstitusi terkait bela negara.
Menurut dia, sebagai negara kepulauan yang besar, Indonesia perlu memiliki ketangguhan dan kesiapsiagaan menghadapi berbagai kemungkinan.
“Kita bangsa yang besar ya, kita adalah negara kepulauan, kita harus memiliki ketangguhan yang lebih dibandingkan dengan negara-negara yang lain,” ujar dia.
Baca juga: Presiden: Ada yang Teriak Prabowo Mau Hidupkan Militerisme, Apa Benar?
Ia menilai pemerintah perlu menyiapkan berbagai skenario dalam perencanaan pertahanan negara.
Selain memiliki TNI sebagai komponen utama pertahanan, Indonesia juga membutuhkan komponen cadangan untuk menghadapi situasi yang tidak terduga.
“Kita punya TNI, tapi juga kita harus punya komponen cadangan. Apalagi dalam situasi dan dinamika global seperti sekarang ini yang betul-betul sangat dinamis dan kadang-kadang di luar prediksi,” ungkap dia.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Bawa 17+8 ke Istana Kepresidenan: Tolak Militerisme!
Selain untuk mendukung kesiapsiagaan negara, Qodari berharap program tersebut dapat membentuk kesamaan cara pandang dan nilai di kalangan ASN sehingga berdampak pada peningkatan kinerja birokrasi.
“Harapannya dengan terciptanya generasi yang punya pemikiran yang sama, nilai-nilai yang sama, maka kinerja birokrasi kita akan lebih baik di masa yang akan datang,” pungkas dia.
Pelatihan Komcad ASN
Diberitakan sebelumnya, sebanyak 1.758 Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai kementerian dan lembaga resmi ditetapkan sebagai Komponen Cadangan (Komcad) setelah mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil).
Kepala Badan Cadangan Nasional (Kabacadnas) Kementerian Pertahanan Letjen TNI Gabriel Lema mengambil sumpah mereka di Artha Hanggar Indonesia, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (3/6/2026).
“Hari ini dan baru saja, saya atas perintah dan petunjuk dari Bapak Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Kepala Badan Cadangan Nasional baru saja melaksanakan pengambilan sumpah dan penetapan Komponen Cadangan dari sejumlah 1.758 personel Aparatur Sipil Negara yang ada di seluruh kementerian dan lembaga pusat,” ujar Gabriel, Rabu.
Baca juga: Pemerintah Harap Kinerja 1.758 ASN Meningkat Usai Ikut Latsarmil Komcad
Gabriel mengungkapkan, penetapan tersebut merupakan bagian dari program pembentukan Komcad ASN gelombang pertama pada tahun anggaran 2026.
Secara keseluruhan, pemerintah menargetkan merekrut sekitar 4.000 ASN sebagai Komcad pada tahun ini.
Gabriel melanjutkan, saat ini Indonesia telah memiliki sekitar 50.000 anggota Komcad dari berbagai unsur masyarakat.
Baca juga: Menpan RB Tutup Latsarmil Komcad ASN, Ingatkan Jati Diri Tetap Pelayan Publik
Khusus untuk ASN, program pembentukan Komcad akan diperluas hingga ke seluruh daerah di Indonesia.
Hingga akhir tahun, pemerintah menargetkan tujuh hingga delapan provinsi lain ikut menyelenggarakan program serupa.
Adapun gelombang kedua Komcad ASN dijadwalkan mulai dibuka pada 27 Agustus 2026.
Pelatihan akan berlangsung selama sekitar satu setengah bulan dan ditargetkan selesai pada awal hingga pertengahan Oktober 2026.
Tag: #qodari #tepis #persepsi #pelatihan #komcad #upaya #terapkan #militerisme