Bisa Bikin Gendut dan Diabetes? Ini 8 Bahaya Duduk Terlalu Lama
Duduk merupakan aktivitas yang tidak bisa dihindari dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi pekerja kantoran, pelajar, maupun mereka yang sering menggunakan komputer.
Namun, kebiasaan duduk terlalu lama ternyata dapat menimbulkan berbagai dampak buruk bagi kesehatan jika dilakukan terus-menerus setiap hari.
Sejumlah penelitian bahkan menemukan bahwa duduk lebih dari 6 hingga 8 jam per hari secara rutin berkaitan dengan peningkatan risiko berbagai masalah kesehatan, terutama jika tidak diimbangi aktivitas fisik yang cukup.
Karena itu, penting untuk memahami dampak yang mungkin muncul akibat terlalu lama duduk agar dapat mengambil langkah pencegahan sejak dini.
Lalu, apa saja bahaya duduk terlalu lama sepanjang hari terhadap tubuh, termasuk benarkah kebiasaan ini bisa bikin gendut? Melansir Healthline, berikut delapan dampak yang perlu diwaspadai.
ilustrasi terlalu lama duduk. [pexels/Vlada Karpovich]1. Kenaikan Berat Badan
Duduk terlalu lama dapat memperlambat metabolisme tubuh karena otot menjadi lebih jarang bergerak. Akibatnya, tubuh menghasilkan lebih sedikit enzim yang membantu mengolah lemak dan gula dari makanan.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan kurang bergerak berkaitan dengan peningkatan indeks massa tubuh (BMI), lingkar pinggang, dan persentase lemak tubuh.
Duduk terlalu lama juga dapat meningkatkan penumpukan lemak visceral di sekitar organ vital, yang berisiko memicu diabetes dan penyakit jantung.
2. Kaki dan Otot Bokong Melemah
Kurangnya aktivitas fisik membuat otot kaki dan bokong jarang digunakan untuk menopang tubuh. Kondisi ini dapat menyebabkan atrofi atau penyusutan otot sehingga kekuatannya berkurang seiring waktu.
Otot tubuh bagian bawah berperan penting dalam menjaga keseimbangan dan stabilitas tubuh. Jika otot-otot tersebut melemah, risiko cedera saat berjalan, berolahraga, atau melakukan aktivitas sehari-hari bisa meningkat.
3. Risiko dan Komplikasi Diabetes
Terlalu banyak duduk, terutama saat menonton televisi, dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2. Sebaliknya, aktivitas fisik intensitas sedang terbukti dapat membantu menurunkan risiko penyakit tersebut.
Bagi penderita diabetes, kebiasaan duduk terlalu lama juga dapat memperburuk kondisi kesehatan. Risiko komplikasi seperti stroke, gangguan penglihatan, dan masalah kesehatan lainnya pun dapat meningkat.
ilustrasi terlalu lama duduk. (Pexels.com/RDNE Stock project)4. Kecemasan dan Depresi
Kurangnya aktivitas fisik tidak hanya berdampak pada kesehatan tubuh, tetapi juga kesehatan mental. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang jarang bergerak lebih berisiko mengalami gejala kecemasan dan depresi.
Aktivitas fisik secara teratur diketahui dapat membantu memperbaiki suasana hati dan mengurangi stres. Karena itu, membatasi waktu duduk dan lebih banyak bergerak dapat mendukung kesehatan mental secara keseluruhan.
5. Penyakit Jantung
Duduk terlalu lama dapat mengganggu sirkulasi darah karena darah cenderung menumpuk di kaki. Akibatnya, aliran darah yang kembali ke jantung berkurang sehingga jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh.
Selain itu, efek lain dari gaya hidup sedentari seperti resistensi insulin, peradangan, dan gangguan metabolisme juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.
Beberapa penelitian bahkan menemukan bahwa semakin lama seseorang duduk menonton televisi, semakin tinggi risiko penyakit kardiovaskular dan stroke.
6. Risiko Kanker
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan duduk terlalu lama dapat meningkatkan risiko beberapa jenis kanker.
Risiko tersebut antara lain ditemukan pada kanker usus besar, endometrium, ovarium, serta beberapa jenis kanker lainnya.
Para ahli menduga hal ini berkaitan dengan perubahan hormon, resistensi insulin, dan peradangan kronis yang dipicu oleh kurangnya aktivitas fisik. Kondisi-kondisi tersebut dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan sel kanker.
7. Bahu dan Leher Kaku
Duduk dalam posisi yang sama selama berjam-jam dapat membuat otot bahu dan leher menjadi tegang. Risiko ini semakin besar jika Anda sering membungkuk saat bekerja di depan komputer atau menggunakan ponsel.
Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ponsel saat duduk memiliki kaitan kuat dengan munculnya nyeri leher.
Semakin lama posisi tubuh tidak berubah, semakin besar pula kemungkinan timbul rasa kaku dan tidak nyaman pada area tersebut.
8. Varises
Duduk terlalu lama dapat menyebabkan darah berkumpul di pembuluh darah kaki akibat sirkulasi yang kurang lancar. Kondisi ini dapat memicu munculnya varises atau pembuluh darah yang tampak menonjol di permukaan kulit.
Meski umumnya tidak berbahaya, varises dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan mengganggu penampilan.
Dalam kasus tertentu, kondisi ini juga dapat meningkatkan risiko komplikasi yang lebih serius, seperti pembekuan darah.
Tag: #bisa #bikin #gendut #diabetes #bahaya #duduk #terlalu #lama