Laut China Selatan Panas, Kapal Taiwan dan China Saling Adang hingga Adu Mulut
Foto yang diambil pada 29 Desember 2025 dan dirilis pada 30 Desember 2025 oleh Penjaga Pantai Taiwan ini menunjukkan sebuah kapal Penjaga Pantai Taiwan (kiri) mengirimkan peringatan kepada Kapal Penjaga Pantai China di perairan lepas Tanjung Fugui, Taiwan. Latihan militer Tiongkok di sekitar Taiwan memasuki hari kedua pada 30 Desember 2025.(HANDOUT via AFP)
14:12
5 Juni 2026

Laut China Selatan Panas, Kapal Taiwan dan China Saling Adang hingga Adu Mulut

- Ketegangan kembali terjadi di Laut China Selatan sebelah utara. Kapal Penjaga Pantai Taiwan dan China dilaporkan terlibat dalam aksi saling adang yang menegangkan di dekat Kepulauan Pratas, Jumat (5/6/2026).

Insiden di wilayah strategis tersebut menjadi aksi saling adang kedua yang terjadi dalam kurun waktu dua pekan terakhir.

Melalui pernyataan resminya, Penjaga Pantai Taiwan mengungkapkan bahwa peristiwa ini bermula pada Jumat pagi. 

Baca juga: Pesawat Militer Taiwan Jatuh Saat Simulasi Darurat, 2 Pilot Tewas

Petugas Taiwan mendeteksi keberadaan kapal Penjaga Pantai China yang melaju kencang dan berbelok tajam, sebagaimana dilansir Reuters.

Kapal tersebut kemudian memaksa masuk"ke dalam perairan terlarang di sekitar Pratas, seraya mengabaikan sejumlah peringatan yang telah dilayangkan oleh pihak Taiwan.

Situasi di lapangan dilaporkan masih memanas. Kedua kapal masih dalam posisi saling berhadapan.

"Kedua kapal masih dalam posisi saling adang dan terlibat dalam adu mulut yang sengit," tulis Penjaga Pantai Taiwan dalam pernyataannya.

Baca juga: Jepang-Taiwan Buka Rute Feri dengan Kapal Siap Perang

Saling klaim yurisdiksi

Pihak Taiwan menilai bahwa manuver yang dilakukan oleh kapal Korps Penjaga Laut Beijing tersebut memiliki motif politik tertentu, yakni untuk mengklaim wilayah.

"Kapal China tersebut mencoba menciptakan kesan palsu bahwa China memiliki yurisdiksi atas perairan di sekitar Pratas," sebut Penjaga Pantai Taiwan.

Lebih lanjut, Taipei mengecam keras tindakan provokatif tersebut karena dianggap dapat mengganggu stabilitas kawasan yang selama ini sudah rentan.

"Hal ini tidak hanya merusak status quo perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan, tetapi juga menjadikan China sebagai pembuat masalah dalam urusan lintas selat dan regional. Kedaulatan maritim Taiwan tidak boleh ditantang," tegas pernyataan tersebut.

Baca juga: Konflik AS-China atas Taiwan Disebut Bisa Picu Eskalasi Perang Nuklir

Sementara itu, Kantor Urusan Taiwan di China belum memberikan respons segera saat dimintai keterangan terkait insiden ini.

Kepulauan Pratas, yang merupakan sebuah atoll sekaligus taman nasional Taiwan, secara geografis terletak di antara Taiwan bagian selatan dan Hong Kong. 

Wilayah ini berada di bawah kendali Taipei, namun posisinya cukup terisolasi karena berjarak lebih dari 400 kilometer dari pulau utama Taiwan.

Karena jaraknya yang jauh tersebut, sejumlah pakar keamanan menilai Kepulauan Pratas sangat rentan terhadap potensi serangan dari China. Terlebih lagi, wilayah ini hanya dikawal secara ringan. 

Baca juga: Taiwan Siaga Tinggi, Jet Tempur F-16 Dikirim Bayangi Militer China

Tanggung jawab pertahanannya pun berada di tangan Penjaga Pantai, bukan di bawah kendali militer penuh.

Insiden serupa sebelumnya sempat terjadi hampir dua pekan lalu di lokasi yang sama, sebelum akhirnya kapal China memutuskan untuk pergi. 

Selain gesekan antar-kapal, Taiwan juga sempat melaporkan adanya sebuah drone pengintai milik China yang terbang melintasi Kepulauan Pratas pada Januari.

Hubungan kedua belah pihak sendiri terus menegang karena China tetap mengklaim Taiwan yang demokratis sebagai bagian dari wilayahnya, sebuah posisi yang ditolak mentah-mentah oleh pemerintah di Taipei. 

Guna menekan Taiwan, Beijing terus meningkatkan kehadiran militernya di sekitar pulau tersebut selama lima tahun terakhir.

Baca juga: Memanas, Kapal China dan Taiwan Saling Hadang di Laut China Selatan

Tag:  #laut #china #selatan #panas #kapal #taiwan #china #saling #adang #hingga #mulut

KOMENTAR