Trump Berkelakar soal Mojtaba Khamenei, tapi Akui Tetap Ingin Bertemu
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berkelakar soal hubungannya dengan Ayatollah Mojtaba Khamenei, pemimpin tertinggi baru Iran.
Pernyataan itu disampaikan Trump di Ruang Oval Gedung Putih pada Kamis (4/6/2026), setelah mengumumkan pendanaan federal untuk mendukung industri batu bara AS yang sedang mengalami kesulitan.
Ketika ditanya wartawan Peter Doocy dari Fox News apakah Mojtaba mungkin memiliki “dendam" terhadapnya terkait serangan 28 Februari, Trump tidak mengelaknya.
Baca juga: Lama Tak Muncul, Kondisi Terkini Mojtaba Khamenei Dibongkar Menlu AS
“Yah, saya akan mengatakan, saya bukan orang favoritnya. Tapi, meski begitu, dia mungkin seorang profesional. Di beberapa kalangan, dia sebenarnya memiliki reputasi yang sangat baik," kata Trump, seperti dikutip dari People.
Diketahui, Amerika Serikat dan Israel sempat melancarkan operasi militer gabungan yang dikenal sebagai Operation Epic Fury dan menjadi pemicu perang.
Dalam serangan tersebut, ayah Mojtaba, Ali Khamenei meninggal dunia, beserta sejumlah anggota keluarga lainnya.
Meski Trump mengakui dirinya kemungkinan bukan sosok yang disukai Khamenei, tetapi ia tetap membuka kemungkinan untuk bertemu demi mencapai kesepakatan.
Trump menambahkan, ia akan merasa terhormat jika suatu saat keduanya berbicara secara langsung.
“Saya ingin melihat apakah kita bisa membuat kesepakatan. Tapi jika kita membuat kesepakatan, mungkin saja saya akan bertemu dengannya. Saya tidak masalah dengan itu,” ujar Trump.
Trump klaim perundingan dengan Iran berjalan baik
Trump dan pejabat senior pemerintahannya beberapa kali menyatakan bahwa sejak awal konflik bahwa kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan Iran sudah hampir tercapai.
Namun, pertukaran serangan militer terbaru antara kedua pihak disebut telah memberikan tekanan terhadap pembicaraan damai dan gencatan senjata.
Sehari sebelum pernyataan tersebut, Rabu (3/6/2026), Trump mengatakan kepada wartawan bahwa kesepakatan dengan Iran mungkin saja tercapai pada akhir pekan.
Baca juga: Mojtaba Khamenei Mau Negara Muslim Bersatu, Saingi Trump Perluas Abraham Accords?
Namun dalam wawancara dengan CNBC pada Senin (1/6/2026), Trump menyatakan bahwa proses negosiasi mulai terasa melelahkan.
“Saya benar-benar tidak peduli. Saya tidak peduli sama sekali. Jika sudah berakhir, ya sudah berakhir. Jika tidak, saya pikir mereka membutuhkan terlalu banyak waktu,” kata Trump.
Iran sebut belum ada kemajuan
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan belum ada perkembangan berarti dalam pembicaraan damai antara Washington dan Teheran.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan belum ada perkembangan berarti dalam pembicaraan damai antara Washington dan Teheran.
Dalam wawancara pada Rabu, Araghchi mengatakan, “tidak ada kemajuan nyata” yang telah dicapai antara Amerika Serikat dan Iran.
Ia menyebut perundingan formal sudah tidak berlangsung, tetapi pesan antara kedua pihak masih terus dipertukarkan.
Baca juga: Usai Ribut dengan Netanyahu, Trump Ingin Bertemu Mojtaba Khamenei
Tag: #trump #berkelakar #soal #mojtaba #khamenei #tapi #akui #tetap #ingin #bertemu