Pasukan AS, Filipina, Jepang Ramai-ramai Menuju Laut China Selatan, Ada Apa?
Dua jet tempur FA-50 Angkatan Udara Filipina terbang selama patroli dan sesi latihan gabungan dengan Amerika Serikat di atas Laut China Selatan pada 4 Februari 2025. Puing-puing jet tempur FA-50 Filipina yang hilang ditemukan pada 5 Maret 2025. (Angkatan Udara Filipina via AP)
10:24
20 April 2026

Pasukan AS, Filipina, Jepang Ramai-ramai Menuju Laut China Selatan, Ada Apa?

- Ribuan tentara dari Amerika Serikat dan Filipina secara resmi memulai latihan militer tahunan "Balikatan" pada Senin (20/4/2026).

Untuk pertama kalinya, pasukan Jepang turut bergabung dalam skala besar dalam latihan gabungan tersebut.

Agenda latihan perang tahun ini akan berfokus pada simulasi tembak langsung di wilayah utara Filipina yang menghadap langsung ke Selat Taiwan, serta di kawasan provinsi yang berbatasan dengan perairan sengketa Laut China Selatan.

Juru bicara militer Filipina untuk latihan ini, Kolonel Dennis Hernandez, mengungkapkan bahwa militer Jepang mengerahkan sedikitnya 1.400 personel. 

Mereka dijadwalkan menggunakan rudal jelajah Tipe 88 untuk menenggelamkan kapal sasaran di lepas pantai utara Paoay.

Baca juga: Negosiasi AS-Iran Masih Buntu Jelang Gencatan Senjata Berakhir, Perang Lagi?

Secara keseluruhan, latihan Balikatan edisi kali ini melibatkan lebih dari 17.000 personel yang terdiri dari tentara angkatan darat, penerbang, dan pelaut.

Jumlah ni merupakan jumlah yang hampir sama dengan edisi tahun lalu, termasuk kontingen dari Australia, Selandia Baru, Perancis, dan Kanada.

"Balikatan mewakili kesempatan untuk menunjukkan aliansi kokoh kami dengan Filipina dan mendemonstrasikan komitmen kami terhadap Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka," ujar juru bicara latihan AS, Kolonel Robert Bunn, menjelang upacara pembukaan, dikutip dari AFP, Senin (20/4/2026).

Bunn menekankan, latihan gabungan ini merupakan salah satu pengerahan pasukan terbesar dalam beberapa tahun terakhir. 

Ia juga menegaskan bahwa fokus latihan di kawasan ini tidak terganggu oleh dinamika konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah.

Baca juga: Jepang Lepas Cadangan Minyak Tambahan, Cukup sampai 20 Hari

Latihan gabungan di tengah ketegangan global

Latihan gabungan Balikatan berlangsung ketika gencatan senjata Iran dan Amerika Serikat akan berakhir beberapa hari lagi.

Latihan ini juga dilakukan seiring dengan meningkatnya tekanan militer Beijing di sekitar Taiwan.

Presiden Filipina Ferdinand Marcos pada November lalu mengatakan, perang atas Taiwan akan menyeret negaranya ke dalam konflik.

Baca juga: Jepang Kerahkan Rudal Jarak Jauh Dekat China, Ada Apa?

Pada Februari, pesawat-pesawat AS, Jepang, dan Filipina berpatroli di atas Selat Bashi yang di perbatasan Taiwan.

Marcos menganggap pakta pertahanan bersama Manila dengan Washington tahun 1951 sebagai landasan keamanan nasional dan telah membangun hubungan keamanan dengan negara-negara Barat untuk mencegah China.

Selama dua tahun terakhir, Manila telah menandatangani perjanjian pasukan tamu atau perjanjian serupa dengan Jepang, Selandia Baru, Kanada, dan Perancis.

Kesepakatan ini bertujuan untuk memfasilitasi partisipasi mereka dalam latihan militer gabungan di Filipina.

Baca juga: Jepang Akhirnya Terima Minyak Timur Tengah, Lewati Jalur Alternatif

Deretan alutsista dalam latihan Balakitan

Bunn menuturkan, pasukan AS akan memiliki opsi untuk menembakkan rudal anti-kapal Tomahawk dan NMESIS, tanpa mengkonfirmasi apakah mereka akan melakukannya.

Sistem pertahanan udara dan rudal terintegrasi juga akan diuji, termasuk teknologi untuk melawan drone, kata juru bicara Filipina, Hernandez.

Latihan angkatan laut selama seminggu juga akan berlangsung di perairan yang belum ditentukan di lepas pantai pulau utama Filipina, Luzon.

Jepang mengerahkan kapal pendarat tank, kapal perusak, dan kapal perusak helikopter, sementara AS akan menggunakan kapal pemotong dan kapal pendarat dok.

Mereka akan bergabung dengan dua kapal fregat Filipina dan satu lagi dari Kanada.

Tag:  #pasukan #filipina #jepang #ramai #ramai #menuju #laut #china #selatan

KOMENTAR