Demi Memperkuat Cengkraman, Iran Perluas Cakupan Wilayah Selat Hormuz
- Iran berniat untuk memperluas cengkeramannya di Selat Hormuz yang secara efektif ditutup bagi pelayaran global.
Dikutip dari Wall Street Journal, Selasa (12/5/2026), Teheran mengatakan telah memperluas secara signifikan definisi mengenai Selat Hormuz.
Mohammad Akbarzadeh, pejabat di angkatan laut Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), menyebut Iran sekarang menganggap Selat Hormuz mencakup wilayah yang jauh lebih luas daripada sebelum perang.
"Iran tidak akan mengizinkan segala bentuk pelanggaran terhadap perairan dan kepentingannya," kata Akbarzadeh, menurut stasiun televisi pemerintah Iran, Press TV.
Baca juga: Australia Ikut Amankan Selat Hormuz, Akan Kirim Pesawat Pengitai Canggih
Sebelum perang, jalur air vital tersebut hanya mencakup wilayah di sekitar pulau Hormuz dan Hengam, namun kini diperluas.
“Di masa lalu, Selat Hormuz didefinisikan sebagai wilayah terbatas di sekitar pulau-pulau seperti Hormuz dan Hengam, tetapi saat ini hal itu telah berubah,” jelasnya.
Dia menambahkan, Iran kini menganggap selat itu membentang ratusan mil, dari pantai Jask hingga pulau Greater Tunb.
“Selat Hormuz telah meluas dan berubah menjadi area operasional yang luas,” ujar Akbarzadeh.
Baca juga: Siaga Penuh, Inggris Kirim Jet Tempur dan Kapal Perang ke Selat Hormuz
Iran siapkan sistem untuk atur Selat Hormuz
Sebelumnya, para anggota parlemen Iran dikabarkan tengah menyusun rancangan undang-undang untuk melegalkan pengelolaan Selat Hormuz oleh Teheran.
Dengan klausul yang mencakup larangan bagi kapal-kapal dari "negara-negara musuh" untuk melintas, menurut laporan Reuters, Minggu.
Iran juga dikabarkan telah membentuk sebuah badan untuk memberikan izin transit melalui Selat Hormuz dan memungut biaya tol dari kapal-kapal yang melintas.
Baca juga: AS Kembali Ingatkan NATO, Minta Bergerak untuk Bebaskan Selat Hormuz
“Otoritas Selat Teluk Persia telah memberlakukan kerangka kerja baru yang mewajibkan kapal-kapal untuk memperoleh izin transit dan membayar tol sebelum berlayar,” tulis jurnal pelayaran Lloyd's List dilansir AFP, Jumat (8/5/2026).
Kapal-kapal juga harus memberikan informasi jelas terkait kepemilikan hingga rute perjalanannya.
"Kapal diharuskan untuk menyerahkan catatan rinci tentang kepemilikan, asuransi, detail awak kapal, dan rute transit yang direncanakan", mengutip formulir yang dikirim oleh otoritas tersebut.
Baca juga: Inggris Susul Misi Perancis di Selat Hormuz, Kerahkan Kapal Perang
Konflik di Selat Hormuz
Personel Angkatan Laut Amerika Serikat saat berjaga di kapal USS Monterey (CG 61) yang sedang transit di Selat Hormuz pada 3 Juni 2021.
Sebelumnya, Iran aktif menutup Selat Hormuz sebagai respons atas serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada akhir Februari 2026.
Gencatan senjata disepakati pada 8 April melalui mediasi Pakistan untuk membuka pintu negosiasi menuju perdamaian.
Namun, pembicaraan antara Washington dan Teheran di Pakistan pada 11 April 2026 gagal menemui kesepakatan, menyebabkan konfrontasi di Selat Hormuz semakin memanas.
Baca juga: Demi Amankan Stok Energi, Irak dan Pakistan Izin ke Iran untuk Lewati Selat Hormuz
Militer AS kemudian menerapkan blokade lalu lintas maritim untuk kapal-kapal yang menuju dan dari pelabuhan Iran pada 13 April.
Empat hari kemudian, Israel dan Lebanon menyepakati gencatan senjata selama 10 hari. Di hari yang sama Iran mengumumkan membuka Selat Hormuz menyusul kesepakatan itu.
Jalur air vital tersebut terbuka untuk semua kapal komersial selama periode gencatan senjata tersebut. Langkah ini mendapat pujian Presiden AS Donald Trump.
Baca juga: Lithuania Ingin Ambil Bagian di Perang Iran, Siap Kirim Tentara ke Selat Hormuz
Namun, Trump menekankan blokade angkatan lautnya terhadap pelabuhan Iran di sepanjang selat tersebut tetap berlanjut.
Merespons hal itu, pada 18 April 2026, Teheran kembali menutup Selat Hormuz akibat AS kukuh memblokade jalur laut tersebut.
Saat ini, kedua pihak tengah bertukar proposal untuk mengakhiri perang, setelah gencatan senjata diperpanjang oleh Trump tanpa batas waktu yang ditentukan.
Tag: #demi #memperkuat #cengkraman #iran #perluas #cakupan #wilayah #selat #hormuz