Australia Ikut Amankan Selat Hormuz, Akan Kirim Pesawat Pengitai Canggih
Kapal-kapal melintasi Selat Hormuz pada 24 Juni 2025, saat difoto dari pesisir Khasab, Semenanjung Musandam, Oman.(AFP/GIUSEPPE CACACE)
16:24
13 Mei 2026

Australia Ikut Amankan Selat Hormuz, Akan Kirim Pesawat Pengitai Canggih

- Australia akan mengerahkan pesawat pengintai canggih untuk mendukung upaya internasional menjaga jalur pelayaran tetap terbuka di Selat Hormuz.

Menteri Pertahanan Australia Richard Marles mengumumkan pengerahan pesawat Boeing E-7 Wedgetail, demikian dilaporkan media lokal SBS News, Rabu (13/5/2026), dilansir Anadolu.

Keputusan tersebut disampaikan setelah sebelumnya ada pertemuan virtual pada Selasa (12/5/2026) yang melibatkan menteri pertahanan lebih dari 40 negara.

Pesawat E-7A Wedgetail dianggap sebagai salah satu platform pengawasan udara tercanggih di dunia.

Pesawat tersebut sebelumnya telah dikerahkan ke kawasan Timur Tengah pada Maret 2026 sebagai bagian dari upaya untuk melindungi Uni Emirat Arab dari serangan Iran.

Baca juga: Selat Hormuz Lumpuh, Jalur Darat Gurun Arab Jadi Napas Baru Ekonomi Dunia


Peran Australia akan bersifat defensif

Marles mengatakan peran Australia dalam operasi internasional di Selat Hormuz tersebut akan tetap bersifat defensif.

Ia menekankan bahwa pengerahan pasukan dimaksudkan untuk melengkapi upaya diplomatik dan mengurangi risiko eskalasi lebih lanjut.

Adapun misi multinasional ini dipimpin oleh Inggris dan Perancis. Tujuannya untuk melindungi navigasi melalui Selat Hormuz yang memiliki kepentingan strategis.

Sementara itu, Menteri Keuangan Australia Jim Chalmers, memperingatkan bahwa ketidakstabilan yang berkepanjangan di Timur Tengah telah memengaruhi harga energi global.

Kondisi tersebut dapat membebani perekonomian Australia melalui tekanan inflasi dan pertumbuhan.

Baca juga: Demi Amankan Stok Energi, Irak dan Pakistan Izin ke Iran untuk Lewati Selat Hormuz

Inggris kirim jet tempur dan kapal perang ke Selat Hormuz

Kapal perusak HMS Dragon milik Angkatan Laut Kerajaan Inggris.KEMENTERIAN PERTAHANAN INGGRIS via WIKIMEDIA COMMONS Kapal perusak HMS Dragon milik Angkatan Laut Kerajaan Inggris.

Pemerintah Inggris mengumumkan akan mengirim kapal perang, jet tempur, hingga peralatan pemburu ranjau otonom ke Selat Hormuz.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari misi pertahanan multinasional untuk mengamankan jalur pelayaran komersial di Selat Hormuz.

Dikutip dari Kompas.com, Rabu (13/5/2026), Menteri Pertahanan Inggris John Healey menyampaikan misi ini akan beroperasi setelah situasi dan kondisi di lapangan memungkinkan.

"Bersama sekutu kami, misi multinasional ini akan bersifat defensif, independen, dan kredibel," ujar Healey.

Baca juga: Macron Tegaskan Tak Pernah Berencana Kirim Pasukan untuk Buka Selat Hormuz

Beberapa aset utama yang akan dikerahkan dalam paket bantuan ini meliputi kapal perusak HMS Dragon dan jet tempur Eurofighter Typhoon.

Selain itu ada sistem otonom yang mencakup drone kapal berkecepatan tinggi dan peralatan deteksi ranjau laut untuk memastikan jalur pelayaran bersih dari ancaman bawah air.

Saat ini, tercatat lebih dari 1.000 personel Inggris telah ditempatkan di Timur Tengah sebagai bagian dari operasi pertahanan yang sedang berjalan.

Keputusan Inggris untuk memperkuat kehadirannya di Timur Tengah dipicu oleh ketegangan akibat perang Iran yang berdampak signifikan pada arus lalu lintas di Selat Hormuz.

Gangguan di jalur tersebut telah menghambat ekspor minyak dan memicu lonjakan harga energi global.

Tag:  #australia #ikut #amankan #selat #hormuz #akan #kirim #pesawat #pengitai #canggih

KOMENTAR