Bisakah 2 Kapal Tanker Pertamina Melintas Usai Selat Hormuz Dibuka?
Kapal-kapal melintasi Selat Hormuz pada 24 Juni 2025, saat difoto dari pesisir Khasab, Semenanjung Musandam, Oman.(AFP/GIUSEPPE CACACE)
17:12
19 April 2026

Bisakah 2 Kapal Tanker Pertamina Melintas Usai Selat Hormuz Dibuka?

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengumumkan pada Jumat (17/4/2026), bahwa lalu lintas komersial dan perkapalan di Selat Hormuz dibuka secara penuh selama gencatan senjata berlangsung.

“Mengingat gencatan senjata di Lebanon, lalu lintas bagi semua kapal komersial di Selat Hormuz dinyatakan dibuka sepenuhnya selama waktu gencatan senjata yang tersisa,” kata Araghchi melalui media sosial X.

Menlu Iran mengatakan bahwa jalur perkapalan yang dibuka adalah sesuai koordinasi sebagaimana diumumkan otoritas pelabuhan dan kemaritiman Republik Islam Iran.

Adapun dua kapal tanker yang beroperasi untuk Pertamina terdeteksi masih berada di wilayah Teluk Persia, menurut situs pelacak perjalanan kapal Vessel Finder hingga pekan lalu.

Kapal Pertamina Pride terdeteksi berada di lepas pantai Al Jubail, Arab Saudi, sedangkan Kapal Gamsunoro tercatat berada di lepas pantai Dubai, Uni Emirat Arab.

Baca juga: Kenapa Iran Tutup Selat Hormuz Lagi Setelah Kurang dari 24 Jam Dibuka?

Pertamina siapkan rencana untuk 2 kapal tanker

Ilustrasi Selat Hormuz.Wikimedia Commons/Earth Science and Remote Sensing Unit, NASA Johnson Space Center. Kenapa Iran Kembali Menutup Selat Hormuz Setelah Kurang dari 24 Jam Dibuka? Ilustrasi Selat Hormuz.

Pejabat Sementara Corporate Secretary Pertamina International Shipping (PIS) Vega Pita menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan passage plan untuk dua kapal tanker yang sebelumnya tertahan di Selat Hormuz.

Rencana itu disusun usai Iran membuka blokade di selat tersebut pada Jumat (17/4/2026), setelah tercapai kesepakatan gencatan senjata di Lebanon.

Vega Pita menjelaskan, persiapan dilakukan agar kedua kapal tanker bisa segera kembali berlayar.

Ia menambahkan, Pertamina terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan situasi di Selat Hormuz.

“Kami siaga melakukan pemantauan secara intensif dan menyiapkan perencanaan pelayaran yang aman agar kapal Pertamina Pride dan Gamsunoro dapat melintasi Selat Hormuz,” kata Vega Pita di Jakarta, Sabtu (18/4/2026).

Baca juga: 2 Kapal India Diserang di Selat Hormuz, Iran Kali Ini Tutup Jalur Tanpa Kompromi?

Ia menuturkan, persiapan pelayaran meliputi penyusunan rute, identifikasi risiko, navigasi elektronik, serta rencana kontinjensi.

Selain itu, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, seperti perusahaan asuransi, manajemen kapal, pemilik kargo, hingga otoritas setempat guna memastikan seluruh prosedur perizinan terpenuhi.

Pertamina juga menjalin koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri RI, yang disebut Vega turut membantu membangun komunikasi intensif dengan otoritas terkait.

“Prioritas perusahaan tetap pada keselamatan awak kapal serta keamanan kapal dan seluruh muatannya,” ujar Vega dikutip Antara.

Baca juga: Iran Resmi Tutup Selat Hormuz Lagi, Tegaskan Berlaku hingga AS Hentikan Blokade

Selat Hormuz ditutup lagi

Sebagaimana diberitakan BBC, Minggu (19/4/2026), Iran menyatakan akan kembali menutup Selat Hormuz bagi kapal-kapal komersial serta memperingatkan bahwa setiap kapal yang mendekat akan menjadi target.

Penutupan itu dilakukan setelah muncul laporan mengenai kapal-kapal yang berada di dalam maupun sekitar selat, termasuk sebuah tanker yang menjadi sasaran Teheran pada Sabtu.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyebut langkah tersebut diambil karena berlanjutnya blokade Amerika Serikat, sehari setelah menteri luar negeri Iran menyatakan jalur pelayaran global itu sempat dibuka sementara.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan Iran tidak dapat “memeras” AS dengan ancaman terkait jalur perairan tersebut, yang secara efektif telah diblokir Teheran selama hampir dua bulan dan memicu kenaikan harga energi global.

Baca juga: Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Ini Dampaknya bagi Dunia dan Harga Minyak

Angkatan Laut IRGC dalam pernyataannya pada Sabtu (18/4/2026) menegaskan bahwa tidak ada kapal yang diizinkan bergerak dari tempat berlabuhnya di Teluk Persia maupun Laut Oman.

Mereka juga menyebut sejumlah kapal sempat melintasi selat yang berada dalam pengawasannya sejak Jumat malam, tapi jalur itu akan kembali ditutup hingga AS menghentikan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

“Mendekati Selat Hormuz akan dianggap sebagai kerja sama dengan musuh, dan kapal yang melanggar akan menjadi sasaran,” ujar IRGC.

Trump pada Jumat menegaskan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan Iran akan terus berlangsung hingga tercapai kesepakatan damai antara kedua negara.

Sementara itu, gencatan senjata selama dua pekan yang sedang berjalan dijadwalkan berakhir pada 22 April.

Amerika Serikat juga menyatakan telah menolak masuk 23 kapal sejak mulai menerapkan blokade pada 13 April.

Baca juga: Update Perang di Timur Tengah: Diplomasi Pakistan hingga Ancaman Iran Tutup Selat Hormuz

Tag:  #bisakah #kapal #tanker #pertamina #melintas #usai #selat #hormuz #dibuka

KOMENTAR