Gunakan ChatGPT untuk Rencanakan Pembunuhan, Wanita di Korsel Terancam Hukuman Berat
Celah keamanan pada ChatGPT yang berpotensi bocorkan data pengguna.(Freepik)
11:06
21 Februari 2026

Gunakan ChatGPT untuk Rencanakan Pembunuhan, Wanita di Korsel Terancam Hukuman Berat

- Seorang wanita berusia 21 tahun di Korea Selatan didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap dua pria. 

Tersangka diduga menggunakan bantuan chatbot kecerdasan buatan, ChatGPT, untuk menyusun skenario pembunuhan tersebut.

Wanita bermarga Kim itu dituduh menghabisi nyawa kedua korbannya dalam dua insiden terpisah dengan metode yang identik, yakni mencampurkan obat-obatan terlarang ke dalam minuman beralkohol.

Awalnya, Kim ditangkap pada 11 Februari 2026 dengan dakwaan ringan, yakni menyebabkan cedera yang berujung pada kematian. 

Namun, status dakwaan tersebut ditingkatkan menjadi pembunuhan berencana setelah polisi menemukan bukti kuat dari riwayat pencarian di ponsel miliknya.

Baca juga: ChatGPT Digugat karena Hasut Orang Bunuh Ibunya

Analisis ponsel bongkar niat pelaku

Kepolisian Seoul Gangbuk mengungkapkan bahwa analisis terhadap ponsel tersangka menunjukkan rentetan pertanyaan yang diajukan Kim kepada ChatGPT mengenai efek fatal dari kombinasi obat dan alkohol.

"Apa yang terjadi jika Anda mengonsumsi pil tidur bersama alkohol?" bunyi salah satu pertanyaan Kim kepada AI tersebut, sebagaimana dikutip dari The Independent, Jumat (20/2/2026).

Pertanyaan lain yang diajukan Kim bahkan jauh lebih spesifik mengenai dosis yang mematikan.

Baca juga: Hadapi Persaingan Ketat, OpenAI Umumkan Masa Kritis bagi ChatGPT

"Berapa banyak yang perlu Anda konsumsi agar menjadi berbahaya? Bisakah itu membunuh seseorang?"

Penyidik kepolisian menegaskan, temuan ini menggugurkan pembelaan tersangka. 

"Kim berulang kali mengajukan pertanyaan terkait narkoba di ChatGPT. Dia sepenuhnya menyadari bahwa mengonsumsi alkohol bersamaan dengan narkoba dapat mengakibatkan kematian," tutur seorang penyidik.

Sebelumnya, Kim sempat berdalih bahwa ia hanya berniat memberi obat penenang jenis benzodiazepin ke dalam minuman korban dan mengaku tidak tahu jika tindakan tersebut bisa merenggut nyawa.

Baca juga: Orang Tua Gugat OpenAI, ChatGPT Diduga Dorong Putranya Bunuh Diri

Aksi pembunuhan di motel

Polisi mengatakan, pembunuhan pertama terjadi pada 28 Januari, ketika dia pergi ke sebuah motel di Suyu-dong di distrik Gangbuk-gu di Seoul bersama seorang pria berusia 20-an. 

Dia meninggalkan motel sendirian setelah dua jam. Mayat pria itu ditemukan di kamar tersebut keesokan harinya.

Pada 9 Februari, dia diduga membunuh seorang pria lain berusia 20-an setelah check-in di motel yang berbeda di Gangbuk-gu.

Baca juga: Bos ChatGPT Wanti-wanti Kejahatan Besar Akibat AI, Belum Ada Pencegahnya

Pihak berwenang juga menduga, wanita itu mencoba membunuh pasangannya pada Desember tahun lalu dengan memberinya minuman yang dicampur dengan obat penenang di tempat parkir di Namyangju, Provinsi Gyeonggi. 

Pria itu kehilangan kesadaran tetapi kemudian sadar kembali.

Polisi menuturkan, pihaknya terus menyelidiki apakah dia mungkin terkait dengan kematian atau insiden lainnya.

Mereka juga telah melakukan penilaian psikopati dan wawancara mendalam untuk menentukan profil psikologisnya.

Tag:  #gunakan #chatgpt #untuk #rencanakan #pembunuhan #wanita #korsel #terancam #hukuman #berat

KOMENTAR