



Netanyahu: Israel akan Pindahkan Warga Palestina sebelum Serang Rafah
Netanyahu berjanji akan melanjutkan operasi militer di Rafah setelah seluruh warga Palestina dipindahkan dari sana.
"IDF menyerahkan kepada Dewan Perang Israel rencana untuk mengevakuasi warga sipil Gaza dari wilayah operasi tempur di Rafah," bunyi pernyataan Netanyahu melalui kantornya, Senin (26/2/2024) dikutip dari Sawah News.
Pengumuman ini muncul sebelum serangan besar Israel yang diperkirakan akan terjadi di kota Rafah, Jalur Gaza selatan, yang digambarkan Netanyahu sebagai benteng terakhir Hamas.
Terkait rencana evakuasi warga Palestina, Netanyahu tidak merinci ke mana warga Palestina akan dipindahkan, mengingat tidak ada tempat yang aman di Jalur Gaza.
Sebelumnya, media Israel, Yedioth Ahronoth, mengabarkan Israel juga berencana untuk mencegah kembalinya warga Palestina yang mengungsi dari Jalur Gaza utara ke rumah mereka.
Hal ini terjadi ketika Israel mengambil keuntungan dari kendali tentaranya di Koridor Netzarim antara Lembah Gaza dan Kota Gaza selatan.
Invasi Besar Israel di Rafah akan Tertunda
Sebelumnya, Netanyahu mengatakan serangan di Rafah mungkin agak tertunda jika perjanjian gencatan senjata dicapai selama berminggu-minggu antara Israel dan Hamas.
“Jika kami menyelesaikan kesepakatan tahanan, operasi militer di Rafah akan sedikit tertunda," kata Netanyahu kepada CBS News, Minggu (25/2/2024).
"Namun jika tidak ada kesepakatan, kami akan melancarkan operasi militer di Rafah,” lanjutnya.
“Setelah kami memulai operasi militer di Rafah, operasi militer (perang) di Gaza akan dimulai," tambahnya.
Perdana Menteri Israel tersebut mengklaim kemenangan penuh di Jalur Gaza akan tercapai hanya dalam hitungan minggu.
“Ini akan berakhir dalam beberapa minggu. Namun benteng terakhir Hamas tidak dapat dipertahankan tanpa mengatasinya,” katanya.
Hamas Palestina vs Israel
Segera setelah gerakan perlawanan Palestina, Hamas, meluncurkan Operasi Banjir Al-Aqsa untuk melawan pendudukan Israel dan kekerasan di Al-Aqsa pada Sabtu (7/10/2023), Israel mulai membombardir Jalur Gaza.
Jumlah kematian warga Palestina di Jalur Gaza mencapai 29.692 jiwa dan 69.879 lainnya terluka sejak Sabtu (7/10/2023) hingga Senin (26/2/2024), 1.147 kematian di wilayah Israel, dan 375 kematian warga Palestina di Tepi Barat hingga Selasa (30/1/2024), dikutip dari Xinhua News.
Israel memperkirakan masih ada kurang lebih 136 sandera yang ditahan Hamas di Jalur Gaza, setelah pertukaran 105 sandera dengan 240 tahanan Palestina pada akhir November 2023.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
Berita lain terkait Konflik Palestina vs Israel
Tag: #netanyahu #israel #akan #pindahkan #warga #palestina #sebelum #serang #rafah