Trump Tarik AS dari Puluhan Pakta Global, Arah Kepemimpinan Dunia dan Taruhan Baru Elite Teknologi
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang pemerintahannya memutuskan menarik AS dari puluhan organisasi dan perjanjian internasional, termasuk forum utama tata kelola iklim global. (Foto: Los Angeles Times)
18:39
9 Januari 2026

Trump Tarik AS dari Puluhan Pakta Global, Arah Kepemimpinan Dunia dan Taruhan Baru Elite Teknologi

 

— Keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menarik Washington dari puluhan organisasi dan perjanjian internasional menandai pergeseran tajam arah kebijakan global negeri Paman Sam. Langkah ini bukan hanya berdampak pada tata kelola iklim dan multilateralisme, tetapi juga memengaruhi lanskap strategis yang selama ini menjadi arena ekspansi para tokoh teknologi dunia seperti Elon Musk, Jeff Bezos, hingga Mark Zuckerberg.

Dalam sebuah memorandum presiden yang diteken pada Rabu waktu setempat, Trump memerintahkan penarikan AS dari 66 organisasi dan traktat internasional. Dia menyatakan keterlibatan tersebut “bertentangan dengan kepentingan Amerika Serikat untuk tetap menjadi anggota, berpartisipasi, atau memberikan dukungan dalam bentuk apa pun,” sembari menginstruksikan seluruh lembaga eksekutif untuk segera mengefektifkan proses penarikan.

Menurut laporan Los Angeles Times, daftar yang ditinggalkan Washington mencakup Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) serta Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC), dua pilar utama tata kelola iklim global. Kebijakan ini memperdalam isolasi AS, terutama setelah Trump sebelumnya juga mengumumkan keluar dari Perjanjian Paris.

UNFCCC sendiri merupakan traktat global yang dibentuk pada 1992 dan ditandatangani hampir 200 negara untuk menekan emisi gas rumah kaca melalui kerja sama internasional. Tahun lalu, Trump sudah memicu kontroversi dengan tidak menghadiri maupun mengirim delegasi tingkat tinggi ke Konferensi Para Pihak (COP) di Brasil, ketika Gubernur California Gavin Newsom justru tampil menonjol membawa agenda iklim subnasional.

Sekretaris Eksekutif UNFCCC, Simon Stiell, menegaskan peran historis Washington dalam membangun arsitektur tersebut. “Amerika Serikat berperan penting dalam pembentukan organisasi ini dan Perjanjian Paris karena keduanya sepenuhnya sejalan dengan kepentingan nasional AS,” ujarnya. 

Dia memperingatkan, “Langkah mundur dari kepemimpinan global, kerja sama iklim, dan sains hanya akan merugikan ekonomi, lapangan kerja, dan standar hidup AS. Ini merupakan kesalahan besar yang justru merugikan kepentingan Amerika Serikat, baik dari sisi keamanan maupun kesejahteraan.

Kritik keras juga datang dari mantan Kepala Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA), Gina McCarthy, yang menyebut penarikan diri dari UNFCCC sebagai “keputusan picik, memalukan, dan bodoh.” Menurutnya, “Sebagai satu-satunya negara yang keluar dari perjanjian UNFCCC, pemerintahan Trump membuang puluhan tahun kepemimpinan iklim dan kolaborasi global Amerika.”

Nada serupa disampaikan David Widawsky, Direktur World Resources Institute. Dia menilai langkah tersebut sebagai “blunder strategis yang menyerahkan keunggulan Amerika Serikat tanpa imbal balik apa pun.” Menurutnya, “perjanjian yang telah berlaku selama 30 tahun itu merupakan fondasi kerja sama iklim internasional. Meninggalkannya bukan sekadar menempatkan Amerika Serikat di pinggir lapangan, melainkan mengeluarkannya sepenuhnya dari arena.”

Trump juga menarik AS dari IPCC, badan ilmiah utama dunia yang laporan periodiknya menjadi rujukan kebijakan iklim global. Delta Merner dari Union of Concerned Scientists mengingatkan, “Meninggalkan IPCC tidak menghapus sainsnya, tetapi membuat pembuat kebijakan dan pelaku usaha berjalan dalam gelap pada saat informasi iklim yang kredibel paling dibutuhkan untuk perumusan kebijakan, perencanaan ekonomi, dan mitigasi risiko.” Dia menilai langkah ini sebagai upaya melemahkan mekanisme pengawasan berbasis sains demi kepentingan industri bahan bakar fosil.

Pada saat yang sama, keputusan tersebut secara langsung memperluas peran aktor non-negara di panggung internasional. Seiring mundurnya Washington dari sejumlah forum multilateral, korporasi teknologi global dan jaringan investasi swasta kian menonjol sebagai motor pengembangan energi bersih, pusat data berkelanjutan, serta dekarbonisasi rantai pasok. 

Pergeseran ini berpotensi memindahkan sebagian kepemimpinan iklim dari negara ke sektor swasta dan pemerintah subnasional, sekaligus membuka ruang bagi negara lain, termasuk Tiongkok, untuk memperluas pengaruhnya.

Sementara itu, Gubernur California Gavin Newsom menilai kebijakan Trump sebagai penyerahan kepemimpinan global. “Presiden sedang menyerahkan kepemimpinan Amerika di panggung dunia dan melemahkan kemampuan kita bersaing dalam ekonomi masa depan—menciptakan kevakuman yang sudah dieksploitasi Tiongkok,” ujarnya. California, kata Newsom, akan tetap melaju bekerja sama dengan mitra internasional demi ekonomi energi bersih.

Pada akhirnya, penarikan AS dari puluhan forum global ini bukan sekadar manuver politik domestik. Ini adalah sinyal perubahan peta kekuasaan internasional, ketika negara adidaya memilih mundur dan para raksasa teknologi—bersama kekuatan ekonomi baru—bersiap mengisi ruang kepemimpinan global yang ditinggalkan.

Editor: Setyo Adi Nugroho

Tag:  #trump #tarik #dari #puluhan #pakta #global #arah #kepemimpinan #dunia #taruhan #baru #elite #teknologi

KOMENTAR